Lestarikan Bahasa Minang Lewat Baju, Situhuak Cloth Hadir di Sawahlunto


Selasa, 18 Desember 2018 - 19:09:19 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Lestarikan Bahasa Minang Lewat Baju, Situhuak Cloth Hadir di Sawahlunto Situhuak Cloth dan Konveksi, satu satunya usaha konveksi di Sawahlunto yang memiliki mesin bordir komputer 8 kepala.RIKI YUHERMAN

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM--Usaha konveksi yang memiliki mesin bordir komputer kini hadir di Kota Sawahlunto. Bernama Situhuak Cloth dan konveksi, usaha ini sebagai sentra pemesan baju sablon dan bordir.

Uniknya, Situhuak Cloth memiliki jargon made in urang awak "jan mangaku urang awak jiko alun mamakai kauih Minang Situhuak". Hal ini memberi warna usaha konveksi yang berawal dari UMKM atau industri rumahan tersebut.

Owner sekaligus pemilik Situhuak Cloth, Robi Sugara mengungkapkan, saat ini usahanya telah mempu memproduksi 500 lembar pakaian dalam satu Minggu.

"Situhuak sendiri diambil dari nama salah satu jurus silat asli Minangkabau. Karena saya suka silat dan juga terdengar unik serta serasa betul betul Minang, makanya diambil namanya untuk usaha sablon baju," tuturnya kepada Haluan.

Untuk usaha ini lanjutnya, ingin membuat sesuatu yang baru dan belum ada di Sawahlunto. Memang ada beberapa usaha yang sama akan tetapi belum bisa melakukan aktivitas bordir sendiri.

"Dengan kata lain bahan diambil dari luar dan membordirnya juga dilakukan ditempat lain, bukan punya mesin sendiri," ucapnya.

Situhuak Cloth hadir pada pertengahan 2017, untuk usaha awal baru memiliki mesin cutting, komputer pentium 4 dan 2 lusin baju kaos. Saat ini sudah mulai berkembang dengan adanya mesin bordir komputer dengan kapasitas 8 item sekali cetak.

"Alhamdulillah kini sudah dapat membeli mesin bordir komputer, meski bukan baru, tapi ini sangat mendukung hasil produksi. Alhamdulillahnya juga, kami juga telah mampu menambah pekerja, bahkan memakai lulusan Diploma III tata busana dan pekerja lokal lainnya," ujar pria tiga anak itu.

Robi menginginkan, masyarakat atau pemerintah kota bisa memakai produk lokal Situhuak dalam berbagai iven yang dilaksanakan. Untuk bahan dan harga bisa bersaing dengan yang ada di luar Sawahlunto. Jika biasanya banyak yang berpatokan ke Bandung, sekarang tidak usaha lagi karena di Situhuak Cloth dan Koveksi juga menghasilkan produk berkualitas dengan harga bersaing. 

Pria kelahiran 17 Februari 1988 itu mengaku, sebelumnya ia pernah mencoba usaha lain, yakni membuka usaha Rumah Makan, akan tetapi hanya bertahan selama dua tahun dan beralih usaha sablon baju.

"Kendala yang dihadapi saat ini, belum adanya tenaga atau SDM yang mumpuni. Untuk tenaga konveksi saya memakai tenaga dari Padang. Pernah mencoba buka lowongan kerja untuk tenaga jahit, tapi tidak ada peminatnya," katanya.

Sebagai pelaku usaha baru pria 30 tahun itu menginginkan bantuan dari pemerintah setempat melalui OPD terkait. Kami yang berasal dari home industri ini lanjutnya, sangat membutuhkan bimbingan dan pembinaan." Kalau dapat kami diikutsertakan setiap ada pembinaan pembinaan yang berkaitan dengan konveksi dan lainnya," ujarnya.

Situhuak Cloth dan Konveksi yang beralamat jalan Zainuddin Tembak, Waringin Kelurahan Lubang Panjang Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto, ingin melestarikan bahasa Minang melalui karya di produksi bajunya. Untuk baju kaos lengan pendek dibandrol kisaran Rp70 ribu per baju. Kaos lengan panjang Rp85 ribuan. Sedangkan untuk kemeja menyesuaikan dengan harga yang ada di pasaran.(h/rki)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM