Petani Buah Naga Melawan Wabah


Selasa, 18 Desember 2018 - 20:44:38 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Petani Buah Naga Melawan Wabah Ilustrasi (net)

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM-- Semenjak tahun 2000-an, buah naga dibudidayakan secara komersil di Indonesia. Buah tropis dalam genus Hylocereus dan Selenicereus yang berasal dari negara Meksiko itu, saat ini di Indonesia tercatat lebih dari 2000 hektare. Untuk Sumbar, khususnya Padang Pariaman tercatat luas tanaman 5,84 hektare dengan produksi 63,73 ton.

Jumlah luas tanaman buah naga tersebut berdasarkan data yang dilansir oleh BPS yang bersumber dari Dinas Pertanian Peternakan dan Kehutanan, Kabupaten Padang Pariman, dalam angka 2017. Perlu diketahui, jumlah tersebut menyimpulkan angka pada grafis menurun dari pada beberapa tahun sebelumnya.

Sekarang jumlah tanaman buah naga adalah 9.350 batang, dengan luas 5,84 hektare. Dari sekian total, tanaman yang menghasilkan hanya 3.250 batang. Artinya, jika jumlah tanaman 9.350 batang, sedangkan tanaman yang menghasilkan hanya 3.250 batang, berarti sebanyak 6.100 batang gagal.

Perihal itu diakui oleh sejumlah petani buah naga. Untuk diketahui, 4 tahun sebelumnya total luas, jumlah, produksi buah naga lebih banyak. Namun penyakit buah dan batang daripada buah naga mengrogoti tanaman yang penuh khasiat tersebut.

Selama 4 tahun belakangan, jumlah tanaman buah naga sekitar, 45.000 batang, dengan luas lahan 28,08 hektare. Seluruh tanaman menghasilkan, hingga produksi melimpah ruah sebanyak 857,60 ton. Saat itu, produksi buah naga bagi petani menjadi tumpuan ekonomi dalam menghidupkan keluarga.

Saat ini di Kabupaten Padang Pariaman, untuk tanaman terluas ada di kawasan Batang Anai, terdapat 4000 batang tanaman buah naga yang tersebar di kawasan itu. Sedangkan untuk kawasan Kayu Tanam menyumbang angka 1.600 batang buah naga, menjadi kawasan nomor dua terbanyak jumlah batang buah naga.

Salah satu petani yang mempunya lahan tanaman buah naga sebanyak 2 hektare, bernama Fikry (36) membeberkan kepada Haluan perihal tanaman tersebut melalui telepon. Untuk tanaman buah naga miliknya yang ada di Batang Anai, diakui mengalami penurunan produksi.

Dijelaskannya, masalah utama di kebunnya adalah serangan penyakit yang semakin berkembang seiring semakin banyaknya sentra penanaman buah naga dengan skala luas dan monokultur. Monokultur diartikan sebagai penanaman buah naga dalam suatu urutan musim pada tanah yang sama.

"Membudidayakan buah naga memang gampang. Saya sudah lakukan selama 6 tahun. Namun pada panen ke tiga, buah mulai terwabah," kata Fikry saat dihubungi.

Dijelaskannya, wabahnya seperti cabang tanaman berkerut, layu, dan busuk berwarna coklat. "Usai itu, hanya berselang sekitar satu minggu, pangkal batang membusuk, " ungkapnya.

Lebih lanjut dibeberkannya, tampak olehnya tanamannya menjadi layu, kusam, terdapat lendir putih kekuningan pada sisi yang mengalami pembusukan. "Kata orang itu karena bakteri, " sebutnya.

Selain itu, ungkapnya lagi, hewan seperti semut, bekicot, dan tungau juga merupakan ancaman bagi pertumbuhan tanaman buah naga. "Hewan kecil seperti itu mengrogoti buah naga, sulit membasminya," cetus Fikry.

Kendatipun demikian, Fikry tak habis usahanya dalam mengasuh tanaman tersebut. Meskipun buah dan batang terjangkit namun masih ada yang bisa dipanen.

"Ada beberapa langkah yang saya lakukan untuk mencegah hama dan penyakit buah naga. Usaha pertama saya, yaitu mengupayakan tanaman selalu bersih dari sampah. Selain itu, lahan tidak boleh ada genangan air hujan," jelas Fikry.

Dia mengatakan, dua hal tersebut selalu menjadi konsentrasinya dalam menjaga buah naga, sehingga masih bisa meraup untung. "Selain itu, ibarat merawat sesuatu yang bernyawa, memberikan antibiotik penting, seperti pemberian fungisida secara berkala untuk mencegah serangan jamur terhadap tanaman," ungkapnya.

Dengan beberapa tips yang dilakukan oleh Fikry pada tanamannya, dari 100 batang, sekitar 70 batang bisa menghasilkan buah yang dapat diproduksi. Untuk saat ini, Fikry masih bertahan dengan buah naga-nya.

"Kalau soal rezeki, Tuhan yang punya kuasa, kita hanya perlu berjuang, insyaallah hasil akan dituai, " kata Fikry mengakhiri percakapan. (h/mg-rei).

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 12 November 2018 - 19:42:38 WIB

    Lima Petani di Limapuluh Kota Disambar Petir, Dua Tewas

    Lima Petani di Limapuluh Kota Disambar Petir, Dua Tewas LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM---Dalam waktu sepekan ini, sudah 5 petani asal Kabupaten Limapuluh Kota yang tersambar petir. Dari 5 tersebut, dua diantaranya tewas di lokasi kejadian..
  • Selasa, 30 Oktober 2018 - 18:57:55 WIB

    Terseret Arus Batang Salido, Petani Ini Ditemukan Tewas

    Terseret Arus Batang Salido, Petani Ini Ditemukan Tewas PAINAN,  HARIANHALUAN.COM - Seorang petani bernama Maizul (47), warga Salido Ketek, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, meninggal dunia akibat terseret arus Batang Salido. Jasad korban baru ditemukan, sehari setel.
  • Rabu, 24 Oktober 2018 - 19:16:20 WIB

    Petani di Sawah Solok Disambar Petir, Satu Orang Tewas

    Petani di Sawah Solok Disambar Petir, Satu Orang Tewas PADANG, HARIANHALUAN.COM--Dua orang petani disambar petir di Sawah Solok, Kelurahan Pandan Air Mati, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Rabu (24/10) 14.20 WIB. Satu orang korban ditemukan meninggal di lokasi, dan satu ora.
  • Ahad, 01 Juli 2018 - 21:21:15 WIB

    Longsor di Tengah Hutan Kapur IX, Seorang Petani Tewas Terjepit Pohon

    Longsor di Tengah Hutan Kapur IX, Seorang Petani Tewas Terjepit Pohon LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM--Tim gabungan SAR akhirnya berhasil mengevakuasi korban bencana alam tanah longsor, di tebing perbukitan dikawasan hutan Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, atau tepatnya di Jorong .
  • Ahad, 01 Juli 2018 - 15:30:03 WIB

    Longsor di Kapur IX, Dua Petani Gambir Luka-luka

    Longsor di Kapur IX, Dua Petani Gambir Luka-luka LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM--Bencana alam tanah longsor, kembali terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Hujan derasnya hujan yang mengguyur sepanjang Sabtu (30/6), mengakibatkan tebing perbukitan di kawasan hutan Kecamatan.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM