Sejak Maret Harga Pala di Padang Pariaman Menurun


Selasa, 18 Desember 2018 - 20:48:24 WIB
Sejak Maret Harga Pala di Padang Pariaman Menurun Ilustrasi (net)

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM-- Petani Komoditas Pala mengeluhkan harga jual pala yang terus mengalami penurunan semenjak Maret tahun ini. Berdasarkan informasi yang Haluan himpun, pada akhir Maret 2018 harga pala Rp60.000 per kilogram, terus menurun setiap bulan. Sekarang harga pala hanya Rp35.000 per kilogram, Selasa (18/12).

Salah seorang pemilik kebun pala di Aur Melintang, Kabupaten Padang Pariaman, mengatakan harga pala terus menurun. Perihal itu membuat petani pala lesu dalam mengemasi kebun pala mereka. "Ah buah pala semakin turun saja, semenjak Maret mulai turunnya hingga sekarang. Sekarang saja satu kilogram dibeli Rp35 ribu saja, " kata Murni (40), wanita yang dikenal dengan sebutan Unang.

Unang mempunyai batang pala di belakang rumahnya sebanyak 18 batang. Sekali seminggu, berkisar 6 sampai 8 kilogram buah pala yang ia jual dari hasil kebunnya.

Dikatakannya, sebab naik dan turunnya harga pala tidak diketahuinya, entah pengaruh dari apa. "Alasan turun harga pala saya tidak tahu, kami para petani ikut saja soal itu, tapi harapan saya harga pala naiklah," jelasnya.

Di lain sisi, banyak pihak terkait menyimpulkan bahwa turunnya harga dari setiap komoditas dipengaruhi karena permintaan dari negara tujuan ekspor berkurang.

Seperti yang dikatakan oleh Irman, Ketua Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) Sumbar, belum lama ini pada Haluan, dikatakannya bagi negara penghasil minyak bumi apabila harganya turun maka berarti permintaan pala juga menurun.

"Sedangkan tujuan ekspor pala ke negara Eropa seperti Belanda dan Inggris, permintaan pala lebih cenderung dipengaruhi kondisi ekonomi umumnya di Eropa," sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, apabila ekonomi Eropa mengalami stagnasi atau krisis ekonomi, maka permintaan pala akan turun atau stagnan yang mempengaruhi harga jualnya.

Diketahui bahwa peningkatan produksi pala Sumbar beberapa tahun terakhir kecil sekali yaitu sebesar 0,82 persen, pada 2015 produksinya sebanyak 1.450 ton, 2016 menjadi 1.462 ton dan 2017 mencapai 1.486 ton. Untuk Sumbar sendiri, sentra pala adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Agam dan Padang Pariaman.

Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS Kabupaten Padang Pariaman, produktivitas kebun pala Sumbar hanya sekitar 200 hingga 300 kilogram per hektare per tahun. Cukup jauh bila dibandingkan dengan produktivitas kebun pala di Malaysia mencapai 900 kilogram per hektare per tahun. Sedangkan standar produktivitas tinggi kebun pala adalah 1.000 kilogram per hektare per tahun dan Malaysia hampir mencapainya. (h-rei).

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM