TERLIBAT JARINGAN INTERNASIONAL

Bandar Sabu Mengaku PNS Sumbar


Rabu, 19 Desember 2018 - 10:48:36 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Bandar Sabu Mengaku PNS Sumbar Ilustrasi (haluan)

Walau kepada polisi mengaku sebagai PNS Pemprov Sumbar, namun nama Iwan Wahyudi tak pernah terdaftar di database Pemprov Sumbar. Ada kemungkinan Iwan berbohong dan memberikan pernyataan palsu ke polisi.

RIAU, HARIANHALUAN.COM – Polda Riau bersama Polres Kampar mengamankan dua orang pria dalam jaringan narkoba internasional. Dari dua tersangka yang tertangkap, satu orang disebutkan polisi berstatus sebagai PNS Pemprov Sumatera Barat (Sumbar).

Direktur Resnarkoba Polda Riau Harinono menjelaskan, kedua tersangka itu adalah Irwan Wahyudi bin Misno (37) asal Kota Padang, dan Tersangka Mulyadi (36) warga Bukittinggi. “Tersangka Irwan Wahyudi berstatus sebagai PNS Pemprov Sumbar. Sementara, Mulyadi yang berasal dari Bukittinggi hanya seorang sopir. Sebenarnya ada empat pelaku, namun dua pelaku lagi berhasil melarikan diri saat disergap di tengah jalan di Pekanbaru," terang Harinono, Selasa (18/12).

Dua orang yang kabur berinisial IY dan AR. Keduanya kini menjadi buronan dan diburu polisi. “Mereka masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akan terus dikejar. Beberapa lokasi yang kerap disinggahinya sudah dipantau oleh petugas. Gerak keduanya juga dibatasi,” papar Diresnarkoba kepada sejumlah wartawan di Mapolres Riau.

Hariono menjelaskan, dari jaringan narkoba ini, berhasil disita barang bukti 18 kg sabu dan 20 ribu pil happy five. Barang bukti ini berasal dari jaringan narkoba internasional yang dipasok dari Malaysia. "Barang bukti sabu dibungkus 18 plastik bertuliskan huruf China dengan tulisan 'Guanyinang'. Sedangkan pil happy five dikemas dalam empat bungkus plastik. Kita juga sita HP milik para tersangka," kata Hariono.

Hariono menyebutkan, awalnya informasi transaksi narkoba ini didapat dari Polres Kampar. Dari informasi tersebut, lantas diberitahukan ke Ditresnarkoba Polda Riau. Transaksi tersebut dilakukan pada Sabtu (15/12), pukul 15.30 WIB. Tim Ditresnarkoba Polda Riau dipimpin Wadirresnarkoba AKBP Andri S Tim segera melakukan mapping untuk mengejar para pelaku. Barang bukti sabu ini dibawa dari Dumai dengan tujuan ke Sumbar melintasi Pekanbaru. "Timsus dipimpin Iptu Yoyok Iswandi melakukan pembuntutan mobil bernopol D-1545-PH di Jl Arengka Pekanbaru," kata Hariono.

Saat dilakukan penghadangan oleh tim, lanjut Hariono, pengendara tidak mau keluar dari mobilnya. Merasa dihadang, mobil tersebut melarikan diri dengan cara melawan arus lalu lintas. "Tim sempat memberikan tembakan peringatan, namun tetap mencoba kabur. Selanjutnya tim menembak ban mobil sebelah kiri. Lantas mobil berhenti," kata Hariono.

Setelah mobil tersebut berhenti, lanjut Harino, empat orang di dalam melarikan diri. Dilakukan pengejaran, dua orang tersangka dapat ditangkap, sedangkan dua orang lagi berhasil kabur. "Tersangka atas nama Mulyadi ditangkap di tengah jalan. Untuk tersangka Irwan Wahyudi status PNS ditangkap saat bersembunyi di rumah warga," kata Hariono.

Selanjutnya, dua orang tersangka diamankan ke Polda Riau. Saat ini keduanya menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan lainnya. "Kita segera melengkapi berkas kedua tersangka. Untuk barang bukti juga kita kirim di Labfor BPOM," tutup Hariono.

Tidak ada Terdata

Terkait pernyataan Direktur Resnarkoba Polda Riau Harinono yang menyebut kalau tersangka Iwan Wahyudi bersatus sebagai PNS di Pemprov Sumbar, Kabiro Humas Sumbar, Jasman langsung melakukan pelacakan did atabase kepegawaian. Hasilnya, walau kepada polisi mengaku sebagai PNS Pemprov Sumbar, namun nama Iwan Wahyudi tak pernah terdaftar di data base Pemprov Sumbar. Ada kemungkinan Iwan berbohong dan memberikan pernyataan palsu ke polisi.

“Biro Humas bekerjasama dengan BKD Sumbar tidak menemukan nama yang bersangkutan di database kepegawaian. Jadi kami menduga bahwa pelaku telah memberikan keterangan yang tidak benar," ujar Jasman Rizal saat dihubungi Haluan, Selasa (18/12) sore. (h/mg-dan)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 02 Juli 2016 - 01:41:56 WIB

    TNI-Polri Jaga Ketat Bandara di Indonesia

    JAKARTA, HALUAN— Bom meledak di bandara di Istanbul Turki. Puluhan orang tewas karena bom bunuh diri dari tindakan yang dilakukan kelompok ISIS. Menyikapi itu, pemerintah Indonesia akan melakukan pengamanan ketat di bandar.
  • Jumat, 06 Mei 2016 - 17:19:46 WIB

    Sistem FIFO di Bandara Soetta Dinilai Lebih Efisien

    Sistem FIFO di Bandara Soetta Dinilai Lebih Efisien JAKARTA, HALUAN - Pelaksanaan sistem first in first out (FIFO) untuk layanan taksi telah berlangsung empat bulan terakhir di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta (Bandara Soetta)..
  • Rabu, 30 Maret 2016 - 03:25:06 WIB

    Kemenhub Dorong Bandara Perintis Perpanjang Landasan

    JAKARTA, HALUAN — Ke­menterian Perhubungan terus mendorong pengembangan landasan pada bandara pe­rintis di seluruh kawasan Indonesia. Nantinya dengan perpanjangan landasan mam­pu disinggahi pesawat ko­mersil ukuran besa.
  • Selasa, 08 Maret 2016 - 03:19:59 WIB

    Besok, Bandara Ngurah Rai Ditutup

    DENPASAR, HALUAN — Bandara Inter­nasional Ngurah Rai, Bali, akan ditutup selama 24 jam untuk menghormati Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Rabu (9/3) mendatang..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM