Perjuangan CPNS Kemenag Sumbar, Siang Melahirkan, Sore Langsung Ujian SKB


Kamis, 20 Desember 2018 - 11:04:32 WIB
Perjuangan CPNS Kemenag Sumbar, Siang Melahirkan, Sore Langsung Ujian SKB Qori Sosmadewita (24), peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Kementerian Agama Sumbar saat mengikuti ujian SKB, Rabu (19/12). Rina

Qori Sosmadewita (24), peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Kementerian Agama menjalani tes dengan ngilu berlipat di belahan pahanya. Qori menjalani ujian hanya berselang beberapa jam setelah melahirkan anak pertama. Dia baru saja menjadi ibu. Bagaimana kisahnya?

DILAPORKAN – RISNA YANTI

Kisah perjuangan Qori di mulai pukul 06.30 WIB. Usai salat Subuh, rasa sakit menjalar diperutnya. Sakit yang tak biasa. Qori yakin itu kontraksi. Kandungannya memang sudah seharusnya jatuh hari. Tanpa pikir panjang, Perempuan kelahiran 31 Mei 1994 asal Bayang, Pesisir Selatan membangunkan keluarganya. Mereka bergegas ke Rumah Sakit Ibnu Sina Padang di Jalan Gajah Mada.

“Hitungan harinya memang tepat. Saya langsung saja ke rumah sakit,” paparnya ketika diwawancarai staf humas Kemenag Sumbar, Rabu (19/12) sore.

Sampai di rumah sakit, Qori langsung mendapat penanganan serius. Dia memilih jalan normal untuk melahirkan anak pertamanya. Jalan yang berat. Orang bilang melahirkan adalah pertarungan hidup mati bagi perempuan. Berjam-jam pertarungan itu dilalui. Pukul 10.00 WIB. Anaknya lahir. Perempuan dengan berat 2,8 kilogram. Qori lega, sekaligus bangga karena sudah berstatus ibu. Satu tahap berat sebagai perempuan dilaluinya.

Qori benar selamat. Namun perjuangannya belum usai. Ada satu sesi lagi yang mesti diperjuangkan istri Izmil Hamda Izmil itu. Dia adalah satu dari 1.614 pelamar tes CPNS formasi guru Kementerian Agama, yang harus mengikuti sesi wawancara yang terangkum dalam Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Meski kondisinya tak memungkinkan, tapi Qori tetap ingin ikut tes. Psikotes sudah dilaluinya Selasa lalu. Tinggal dua tahap lagi untuk mewujudkan impiannya.

Hatinya keras, sebab jadi guru adalah cita-citanya sejak kecil. Keinginan bisa menjadi pendidik itulah yang membuatnya memilih jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol. Dia lulus dengan IP 38,1. Cumlaude. Bukan hanya Qori, ibu dan ayahnya yang hanya petani juga demikian. Berharap sang anak jadi orang, dan mampu mengangkat kehormatan keluarganya.

Saran dokter, dia memang harus istirahat. Tapi Qori ogah. Dokter akhirnya pasrah saja. Qori diizinkan ikut tes, dengan catatan diantar ambulans dan berkursi roda. Biasanya, paling cepat, perempuan yang melahirkan normal, baru boleh pulang 3 – 4 hari setelah menjalani perawatan dan beraktivitas, Qori tidak. Dia langsung menguras otak.

Jadilah Qori diantar ambulans ke Kantor Kanwil Kemenag Sumbar di Jalan Kuini, Kota Padang. Sang suami yang merupakan Pol PP honorer di Pemkab Pesisir Selatan (Pessel) juga menemani. Keduanya menikah 10 Desember 2017 lalu. Di perjalanan, doa-doa tak henti dari mulutnya. Dia berharap bisa mewujudkan impiannya dan impian kedua orang tuanya.  Seorang dokter muda dengan raut wajah cemas juga mendampingi. Dia takut Qori ambruk, pendarahan atau bermacam penyakit lainnya, yang bisa saja menyerang seseorang yang habis melahirkan.

Sampai di lokasi tes, dia diturunkan dengan hati-hati dari ambulans. Naik kursi roda ke dalam ruang ujian. Kedatangan Qori jadi sorotan banyak orang. Tak ada yang menyangka, salah satu peserta adalah ibu baru. Di ruang ujian, Jhon Rozal One dan Syafrizal Tanjung sebagai penguji telah menunggunya. Sesekali Qori meringis. Nyeri bekas jahitan masih terasa. Namun dia mencoba untuk kuat. Perempuan asal Bayang, Pesisir Selatan menjawab satu per satu pertanyaan dua pengujinya di sesi tes wawancara.

Sekitar satu jam, tes wawancara usai dilaksanakan. Walau agak grogi, Qori yakin dia bisa menjawab dan meyakinkan penguji. Dia keluar ruang ujian dengan rasa lapang. Banyak mata yang mengekor tubuhnya yang berada di kursi roda.

Sejak awal Qori mengaku memupuk rasa optimis. Usai tes wawancara, dia akan mengikuti tes kerja lapangan, Kamis (20/12).

“Beberapa tes sudah saya lewati, dan ini tahap-tahap akhir. Tak mungkin saya menyerah begitu saja karena kondisi habis melahirkan. Sebab itu saya kuat-kuatkan saja hati untuk ikut, walau rasa sakit bekas jahitan masih terasa. Tapi alhamdulillah, semuanya bisa saya jawab dengan lancar, walau agak grogi,” ungkap Qori yang kini berstatus sebagai guru honor di Sekolah Dasar Negeri yang ada di kampungnya.

Qori mengaku senang ikut tes CPNS di Kemenag. Sejal awal melamar, dia memang dapat prioritas karena sedang hamil besar. Panitia memahami kondisinya, serta memberikan pelayanan terbaik pada Qori. “Saya senang. Semuanya transparan di sini. Selain itu, mungkin karena saya hamil, jadi dapat prioritas sejak awal. Ini saja diberi toleransi. Seharusnya saya tes wawancara pagi, tapi karena kondisi tidak memungkinkan, diberi tenggang waktu hingga sore,” ucap Qori.

Ujian usai, kini Qori memasrahkan nasib pada Sang Kuasa. Wajah anak yang baru keluar dari rahimnya menjadi penyemangat. Doa suami dan orang-orang yang menyayangi juga menguatkan. Qori sudah melawan berlipat-lipat rasa sakit untuk mewujudkan impian. Baginya, cita-cita yang mesti diperjuangkan dengan segala upaya. Semoga segala doa dan usahanya dijabah….(*)

*) Penulis merupakan pegawai bagian humas, Kanwil Kemenag Sumbar





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 01 Agustus 2019 - 15:22:48 WIB

    Kabar Gembira! Bertemu Mendagri, Pahit Getir Perjuangan drg Romi Segera Berbuah Manis

    Kabar Gembira! Bertemu Mendagri, Pahit Getir Perjuangan drg Romi Segera Berbuah Manis PADANG,HARIANHALUAN.COM- Awan gelap yang menyungkup kehidupan dokter gigi (drg) Romi Syofpa Ismael, mulai sirna.  Di hadapannya bersama pendamping dan sejumlah jurnalis, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memastik.
  • Ahad, 02 Juni 2019 - 18:01:13 WIB

    Ceritakan Perjuangan Bu Ani Melawan Kanker, Tangis SBY Pecah

    Ceritakan Perjuangan Bu Ani Melawan Kanker, Tangis SBY Pecah JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menangis terisak saat bercerita mengenai perjuangan istrinya, Ani Yudhoyono dalam melawan kanker darah. SBY menghargai masyarakat yang selalu mendoakan ke.
  • Selasa, 02 Oktober 2018 - 07:41:41 WIB
    SYUKURAN 70 TAHUN HALUAN

    Menguak Perjuangan di Lembar Daun Pisang

    Menguak Perjuangan di Lembar Daun Pisang PADANG, HARIANHALUAN.COM – Syukuran 70 tahun Harian Haluan berlangsung dengan penuh kekeluargaan, Senin (1/10). Sejumlah sepuh Haluan lintas generasi datang dan berbaur dengan para karyawan. Ada kenangan perjuangan yang men.
  • Selasa, 19 Desember 2017 - 22:53:27 WIB

    Menelisik Peran Pers dalam Perjuangan

    Menelisik Peran Pers dalam Perjuangan PADANG, HARIANHALUAN.COM – Pers ikut berperan besar dalam pencetusan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), yang dideklarasikan Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Sumbar pada pada 19 Desember 1948. Setelah tanggal te.
  • Senin, 28 Agustus 2017 - 18:05:57 WIB

    Wako Apresiasi Perjuangan Harimau Kuranji

    Wako Apresiasi Perjuangan Harimau Kuranji PADANG, HARIANHALUAN.COM--Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 72 dan HUT Kota Padang ke -348 tahun 2017, Warga Simpang Akhirat Kuranji Kota Padang, menggelar malam hiburan dengan orgen tunggal..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM