Tahun 2018, Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 4,8 Persen


Kamis, 20 Desember 2018 - 11:33:12 WIB
Tahun 2018, Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 4,8 Persen BERI SAMBUTAN --  Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Endy Dwi Tjahjono tengah memberikan sambutan pada Pertemuan Tahunan BI di Aula Kantor Perwakilan BI Sumbar, Selasa (18/12). DANI

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat selama 2018 hanya berkisar dalam rentang 4,8–5,2 persen. Angka ini menurun bila dibandingkan dengan tahun lalu, di mana pertumbuhan ekonomi Sumbar mencapai 5,29 persen.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Endy Dwi Tjahjono pada Pertemuan Tahunan BI, Selasa (18/12). Endy menduga, melambatnya laju pertumbuhan ekonomi Sumbar pada 2018 berasal tren menurunnya pertumbuhan investasi swasta sejak tahun lalu, dan maraknya penerapan proteksionisme perdagangan internasional yang berdampak pada kinerja ekspor secara keseluruhan.

"Namun di sisi lain, ada beberapa sumber penopang yang mampu menjaga laju pertumbuhan ekonomi Sumbar tetap berjalan. Di antaranya adalah terjaganya daya beli masyarakat yang tercermin dari terus meningkatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga serta realisasi anggaran belanja pemerintah yang bertambah setiap tahunnya," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara yang di gelar di Aula Kantor Perwakilan BI Sumbar tersebut.

Sedangkan dari sisi lapangan usaha, Endy menuturkan bahwa perlambatan laju ekonomi Sumbar bersumber dari hampir seluruh lapangan usaha utama, seperti pertanian, industri pengolahan, dan transportasi. Hanya lapangan usaha perdagangan yang mampu tetap tumbuh cukup tinggi, sehingga dapat menahan perlambatan lebih dalam.

Seiring dengan lambatnya laju pertumbuhan ekonomi, laju inflasi di Sumbar juga ikut mengalami peningkatan. Hingga November 2018, laju inflasi Sumbar mencapai 3,10 persen. Meski masih berada dalam target yang ditetapkan, yakni sebesar 3,5 % ±1%, akan tetapi Endy mengkhawatirkan angka tersebut akan terus mengalami peningkatan.

Endy menyebutkan, meningkatnya tekanan inflasi pada 2018 terjadi karena kuatnya konsumsi domestik sehingga menggerakkan demand-pull inflation. Sementara di lain pihak, volatilitas harga komoditas dunia, khususnya minyak, dan nilai tukar ikut mendorong terjadinya cost-push inflation.

Sementara, Indeks Harga Konsumen (IHK) sampai akhir tahun 2018 masih akan dibayangi resiko kenaikan harga bahan makanan strategis, seperti cabai merah, bawang merah, dan beras, karena terganggunya produksi akibat meningkatnya intensitas curah hujan. Pada kelompok transportasi, inflasi dipicu oleh meningkatnya permintaan tiket angkutan udara menjelang liburan akhir tahun.

"Kami menyadari bahwa upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan perlu didukung dengan pengendalian inflasi pada tingkat yang rendah dan stabil. Akan tetapi, kami mengakui, tantangan pengendalian inflasi di daerah cukup berat, terlebih dalam menjaga kecukupan pasokan bahan pangan strategis. Untuk itu, dalam hal ini perlu adanya dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)," kata Endy.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu merisaukan lambatnya pertumbuhan ekonomi dan tingginya angka inflasi di Sumbar. Menurutnya, hal ini lumrah saja, mengingat di saat bersamaan, ekonomi global juga tengah bergerak lesu.

"Jadi dalam perekonomian itu, ada hal-hal yang bisa dikendalikan dan ada hal-hal yang tidak bisa dikendalikan. Nah, perekonomian global adalah salah satu yang tidak bisa kita kendalikan. Tidak mungkin dong, ketika ekonomi global sedang lesu, ekonomi daerah justru meningkat secara signifikan. Hal ini lantaran ekonomi daerah sangat tergantung dengan ekonomi nasional, dan ekonomi nasional tergantung dengan ekonomi global," tuturnya.

Kendatipun demikian, ia juga menggarisbawahi bahwa seperti apapun fluktuasi pertumbuhan ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi Sumbar akan selalu berada dalam posisi yang lebih tinggi, meskipun hanya 0,01 persen.

"Oleh sebab itu, kami tetap optimis dengan laju pertumbuhan ekonomi Sumbar. Selain itu, kami juga terus berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah dengan jalan menggenjot pertumbuhan UMKM kita. Karena bagaimanapun, UMKM adalah satu-satunya sektor yang tidak terdampak perubahan ekonomi global. Jadi, mau dolar naik setinggi apapun, UMKM tidak akan terpengaruh, lantaran bahan bakunya tidak berasal dari produk ekspor," ucap Irwan. (h/mg-dan)




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 17 Mei 2019 - 11:00:06 WIB

    Sambut Lebaran dan Akhir Tahun, Lion Air Tawarkan Tarif Promo 50 Persen

    Sambut Lebaran dan Akhir Tahun, Lion Air Tawarkan Tarif Promo 50 Persen JAKARTA, HARIANHALUAN.COM—Maskapai penerbangan Lion Air (Lion Air Group) memberikan diskon 50% untuk rute penerbangan domestik. Promo bertajuk #rindukampunghalaman itu merupakan bentuk apresiasi Lion Air kepada pelanggan, p.
  • Rabu, 23 Januari 2019 - 16:02:53 WIB

    Daihatsu Raih Peringkat Dua Penjualan Ritel 10 Tahun Berturut-turut

    Daihatsu Raih Peringkat Dua Penjualan Ritel 10 Tahun Berturut-turut JAKARTA, HARIANHALUAN.COM— Daihatsu menutup tahun 2018 dengan raihan peringkat dua dalam penjualan ritel otomotif nasional. Dengan prestasi ini, Daihatsu selain berhasil mempertahankan peringkat dua penjualan ritel selama 1.
  • Selasa, 15 Januari 2019 - 10:51:45 WIB

    Tahun 2018, Harga Berbagai Komoditas Turun

    Tahun 2018, Harga Berbagai Komoditas Turun PADANGPARIAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Pada 2018, harga sebagian besar komoditas di Padang Pariaman mengalami penurunan. Namun perihal itu belum tentu menunjukan trader komoditas mengalami kerugian. Pantauan Haluan, perihal itu .
  • Selasa, 20 November 2018 - 20:45:54 WIB

    Paket SENSA51 1GB Hadir di Hari Ulang Tahun Indosat Ooredoo

    Paket  SENSA51 1GB  Hadir di Hari Ulang Tahun Indosat Ooredoo PADANG, HARIANHALUAN.COM—Indosat Ooredoo, perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, kembali menegaskan komitmen transformasi bisnisnya dalam rangka memberikan layanan yang semakin mendapatkan kepercayaan dari.
  • Selasa, 13 November 2018 - 12:21:47 WIB

    Pelabuhan Teluk Bayur, Targetkan Ekspor 5 Juta Ton Pertahun

    Pelabuhan Teluk Bayur, Targetkan Ekspor 5 Juta Ton Pertahun PADANG, HARIANHALUAN.COM -- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II cabang Teluk Bayur dengan mengusung motto “Teluk Bayur Bangkit” targetkan ekspor 5 juta ton minyak kelapa sawit (CPO) pertahun melalui Pelabuhan Teluk Bayur..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM