Bencana Datang Tanpa Permisi, Terus Pupuk Kesiapsiagaan


Kamis, 27 Desember 2018 - 10:59:50 WIB
Bencana Datang Tanpa Permisi, Terus Pupuk Kesiapsiagaan Dokumentasi Haluan

Ada dua tipe tsunami. Tsunami yang didahului air laut surut pascagempa dan tsunami tanpa surutnya air laut. Untuk air laut yang tidak surut, itu didahului gempa berkekuatan besar dengan intensitas cukup lama, sehingga untuk berdiri sekali pun sangat susah. Kondisi itu berpotensi besar menyebabkan tsunami. Kalau sudah seperti itu, masyarakat tidak perlu menunggu sirine peringatan. Lekaslah evakuasi diri.

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Enam tahun pascaterbitnya surat terbuka dari Program Riset Bencana Alam, Pusat Geoteknologi, LIPI terkait Mitigasi Bencana Tsunami di Kota Padang, pemerintah daerah bersama masyarakat dari berbagai kalangan terus berbenah menguatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tsunami yang dapat muncul kapan saja. Sosialisasi tentang mitigasi dan pengadaan sarana terus dilakukan, meski belum seratus persen terlaksana karena berbagai hal.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sumbar, Rumainur mengatakan, rekomendasi LIPI pada September 2012 lalu menerangkan bahwa kejadian tsunami di Kota Padang memang tidak harus berpatokan dengan gempa yang diikuti surutnya air laut. Dalam setiap sosialisasi yang dilakukan pemerintah, hal itu selalu disampaikan kepada masyarakat.

“Kami telah memberitahu masyarakat bahwa ada dua tipe tsunami, yakni tsunami dengan keadaan air laut surut dan tsunami tanpa surutnya air laut. Kalau air laut surut (pascagempa), itu sudah jelas akan tsunami. Akan tetapi, untuk air laut yang tidak surut, tetapi didahului gempa berkekuatan besar dengan intensitas cukup lama, sehingga berdiri pun kita sudah tidak bisa, maka itu berpotensi besar tsunami. Kalau sudah seperti itu, masyarakat tidak perlu lagi menunggu sirine peringatan. Lekaslah selamatkan diri,” kata Rumainur kepada Haluan, Rabu (26/12).

Rumainur menyebutkan, terkait prediksi gempa siklus 200 tahunan yang telah lama disampaikan banyak ilmuan bakal terjadi di Sumbar, pihaknya mengajak masyarakat untuk menyikapinya dengan santai karena hal itu merupakan gejala perputaran alam yang tak bisa dielakkan. Namun, yang terpenting dilakukan adalah bagaimana bencana itu jika datang tidak menimbulkan kerugian nyawa dalam jumlah besar.

“Oleh karena itu, bagaimana pun, mitigasi, mitigasi, mitigasi. Itu terus yang harus diupayakan. Sementara itu, pemerintah juga terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana pendukung upaya pengurangan risiko bencana tersebut,” katanya kemudian.

Rumainur menerangkan, saat ini peralatan sistem peringatan dini tengah berada dalam kondisi baik. Sekitar 90 persen dari alat Early Warning System (EWS) terus dihidupkan setiap tanggal 26 setiap bulannya. Saat dilakukan pengecekan tersebut, dapat diketahui berapa alat yang rusak dan butuh pergantian komponen agar berfungsi sebagaimana mestinya.

Sumbar saat ini, lanjutnya, memiliki enam sirine pendeteksi tsunami yang tersebar di enam kabupaten/kota di sepanjang pesisir pantai Sumbar. Selain itu, BPBD Sumbar juga memiliki 32 unit sirine jenis toa, di mana 23 di antaranya tersebar di Kota Padang dan sembilan unit lainnya ada di Padang Pariaman. Ada pun untuk perlindungan dari tsunami, Sumbar saat ini memiliki tiga unit tempat evakuasi sementara atau shelter utama, yang didukung oleh sekitar 70 unit potential shelter lainnya.

Butuh Perbaikan Anggaran

Hal senada disampaikan Kepala BPBD Kota Padang, Edy Hasmi. Ia mengaku terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi tsunami tanpa ada tanda penyurutan air laut, sebagaimana hasil kajian LIPI yang dirilis 2012 silam. "Kami sosialisasi dari rumah ke rumah warga di zona merah terdampak potensi tsunami. Sosialisasi akan terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang," katanya kepada Haluan.

Edy tak menampik, memang sosialisasi belum dapat menjangkau semua masyarakat di zona merah yang terkendala anggaran. "Namun upaya it uterus dicari jalan keluarnya. Kami juga akan menyebarkan selebaran terkait mitigasi bencana ini. Bagaimana seharusnya masyarakat saat menghadapi gempa, tsunami, dan sebagainya," ujarnya lagi.

Edy pun mengingatkan agar warga tak terpaku pada sirine dan tanda-tanda tsunami seperti menyusutnya air laut. "Kalau sudah gempa cukup kuat, larilah, bahkan kalau bisa ke zona biru, karena gedung atau shelter pun tidak dapat dipercaya sepenuhnya saat gempa terjadi," katanya lagi.

Khusus untuk Kota Padang, sambung Edy, pada 2019 nanti BPBD telah menganggarkan perbaikan penanda jalur evakuasi tsunami yang saat ini mulai hilang. Selain itu, sosialisasi ke sekolah-sekolah juga menjadi fokus yang terus dilakukan sepanjang tahun berjalan.

Jangan Lengah

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Guspardi Gaus ikut mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat selalu siap dengan potensi bencana yang mengintai Sumbar. Baik itu banjir, longsor, letusan gunung api, termasuk potensi gempa besar dan tsunami yang disebut-sebut rawan terjadi di Sumbar.

"Bencana itu kan tidak bisa diprediksi. Namun, melihat Sumbar yang masuk sebagai daerah rawan, ya, tidak boleh lengah. Pemerintah harus selalu siap baik dengan anggaran, sarana prasarana, dan sumber daya manusia. Pendirian bangunan juga harus diupayakan semaksimal mungkin untuk tahan gempa," kata Guspardi.

Guspardi juga terus mendorong agar pemerintah melakukan sosialisasi secara berkesinambungan. Sosialisasi tersebut, sambungnya, juga harus melibatkan tokoh-tokoh di tengah masyarakat, agar semakin banyak warga yang ikut dan mendapatkan materi seputar mitigasi kebencanaan.

"Apa yang harus dilakukan saat bencana itu datang, kemana harus menyelamatkan diri, untuk bangunan baiknya bagaimana, itu harus disosialisasikan supaya masyarakat paham. Sosialisasikan terus menerus," katanya lagi.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Rafdinal. Menurutnya, sinergitas antara semua pihak, terutama masyarakat, harus searah dalam upaya-upaya mitigasi bencana. "Masyarakat harus menerima dan mengikuti pelatihan-pelatihan kebencanaan itu. Kelompok Siaga Bencana (KSB) harus aktif sepenuhnya sepanjang waktu," ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar lainnya, Sabrana mengatakan, Sumbar bukan lagi supermarket bencana, tetapi sudah tergolong hypermarket bencana. Untuk anggaran kebencanaan, setiap tahun APBD provinsi senilai lebih kurang Rp5 miliar terus digelontorkan. (h/mg-dan/mg-mal/len)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 19 Februari 2020 - 21:02:53 WIB

    PLN UIW Sumbar Pastikan Listrik Setelah Bencana Kembali Normal

    PLN UIW Sumbar Pastikan Listrik Setelah Bencana Kembali Normal PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Bencana banjir dan tanah longsor yang menyapa beberapa daerah di Kabupaten Solok masih meninggalkan duka bagi warga masyarakat yang terdampak..
  • Kamis, 06 Februari 2020 - 09:48:04 WIB

    PMI Sumbar Butuh Bantuan Untuk Operasi Kebencanaan

    PMI Sumbar Butuh Bantuan Untuk Operasi Kebencanaan PADANG, HARIANHALUAN.COM –- Kepalangmerahan (dalam hal ini Palang Merah maupun Bulan Sabit Merah) tidak hanya identik dengan donor darah. Bahkan lebih dari itu, hampir seluruh aspek kemanusiaan di tengah peperangan, konflik.
  • Jumat, 31 Januari 2020 - 19:18:31 WIB

    Musim Hujan Masih Panjang, Pemprov Siaga Hadapi Bencana

    Musim Hujan Masih Panjang, Pemprov Siaga Hadapi Bencana PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Pemprov Sumbar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar menggelar apel siaga bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor tingkat Provinsi Sumbar di Ruang Taman Hijau (RTH) Ima.
  • Jumat, 31 Januari 2020 - 15:02:01 WIB

    Apel Siaga Bencana Provinsi Sumbar, Satbrimob Siapkan Alat Tepat Guna saat Banjir

    Apel Siaga Bencana Provinsi Sumbar, Satbrimob Siapkan Alat Tepat Guna saat Banjir PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto menghadiri Apel Siaga Bencana Banjir, Banjir Bandang dan Tanah Longsor Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Jumat (31/1) pagi. Apel yang dipimpin oleh Gubernur Su.
  • Jumat, 31 Januari 2020 - 14:31:52 WIB

    Polda Sumbar Siap Membantu Penanggulangan Bencana di Sumbar

    Polda Sumbar Siap Membantu Penanggulangan Bencana di Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Jajaran Polri di wilayah Provinsi Sumatera Barat, telah siap dalam membantu penanggulangan bencana di Sumbar. Hal ini dikatakan Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto usai pelaksanaan Apel Siaga Be.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM