Limbah Abu PLTU Ombilin Dimanfaatkan Jadi Pupuk Tambahan


Jumat, 28 Desember 2018 - 10:24:07 WIB
Limbah Abu PLTU Ombilin Dimanfaatkan Jadi Pupuk Tambahan Ilustrasi (net)

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM -- Meski belum ada hasil penelitian, masyarakat di sekitar PLTU Ombilin memanfaatkan abu bekas pembakaran batu bara sebagai pupuk tambahan untuk tanaman. Butuh uji labor, sehingga ada kepastian kandungan pada abu bekas pembakaran batu bara yang tergolong limbah itu.

Pemanfaatan abu bekas pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap itu, dilakukan Dedi Kusmiadi, salah seorang penyuluh pertanian di Desa Talawi Mudik Sawahlunto.

“Memang belum ada uji labornya, namun dari ketika digunakan sebagai pupuk tambahan, abu bekas pembakaran itu tidak merusak atau membuat tanaman mati,” ujar Dedi Kusmiadi kepada Haluan, Kamis (27/12).

Yang pasti hasilnya dari uji coba yang dilakukan, menurut pria kelahiran 25 Desember 1980 itu, selain tumbuhan tidak rusak atau mati, justru ada peningkatan pada produksi padi, dibandingkan dengan hasil musim tanam sebelumnya.

Namun demikian, penyuluh pertanian Desa Talawi Mudik Sawahlunto itu, mengharapkan adanya uji labor terhadap kandungan yang ada pada abu bekas pembakaran batu bara tersebut.

Dedi sendiri mengaku, uji coba abu bekas pembakaran batu bara itu dilakukan di lahan pertanian miliknya, di Pulau Talawi, Desa Talawi Mudik, sebagai pupuk tambahan. Alahamdulillah, ujarnya, biasanya di lahan seluas 0,1 hektar itu, hanya menghasilkan 9 karung padi. Setelah menggunakan abu bekas pembakaran batu bara, produksi meningkat menjadi 12 karung.

“Memang dibutuhkan uji labor. Namun dari tiga musim tanam yang dilakukan, catatan penting yang sangat dapatkan, padi tidak mati ketika terkena abu,” ujar Dedi.

Uji labor sendiri, lanjut Dedi, dilakukan terhadap abu bekas pembakaran batu bara, serta pada beras yang diproduksi.

“Kami sangat berharap bisa dilakukan uji labor, sebab dari tiga kali musim tanam ini, kami sekeluarga sudah mengkonsumsi beras yang dihasilkan dengan menggunakan abu sebagai pupuk tambahan,” tambahnya.

Secara umum, lanjut Dedi, dengan tambahan abu bekas pembakaran batu bara, selain produksi yang bertambah, batang padi juga jauh lebih kokoh dari biasanya. Saat ini, Dedi tengah mencobakan penggunakan abu sebagai pupuk tambahan di lahan dengan kebutuhan benih sebanyak 12 gantang atau sekitar 0,3 hektar.

Selain untuk padi, pupuk tambahan dari abu itu juga pernah diujicobakan untuk penanaman semangka dan jagung. Dedi sendiri melakukan secara swadaya. Yang tidak kalah pentingnya, jika memang abu bekas pembakaran itu memang dapat dijadikan pupuk tambahan, tentu akan sangat membantu masyarakat dalam mengurangi biaya tanam.

Abu PLTU termasuk kategori limbah B3, yang tentunya butuh uji labor demi menghasilkan langkah. Sebab, jika memang bisa dimanfaatkan tentu akan membantu PLTU dalam penanganan masalah abu yang ada selama ini.(h/nto)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 13 Februari 2017 - 08:29:14 WIB

    Pemkab Periksa Limbah PT AWL

    Pemkab Periksa Limbah PT AWL PASBAR, HALUAN--Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat, mengambil sampel limbah pabrik kelapa sawit PT Agro Wira Ligatsa Simpang Tiga Alin Kecamatan Gunung Tuleh karena diduga air limbah tersebut mencemari lingkungan .

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM