Proyek PSPAM Payakumbuh Belum Tuntas, Rekanan Didenda Rp20,5 Juta Sehari


Kamis, 03 Januari 2019 - 13:24:39 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Proyek PSPAM Payakumbuh Belum Tuntas, Rekanan Didenda Rp20,5 Juta Sehari Peta Payakumbuh (google maps)

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM – Bobot pengerjaan proyek Pengembangan Sistem Penyedia Air Minum (PSPAM) di Kelurahan Tanjuang Pauah, Kecamatan Payakumbuh Barat ternyata belum mencapai angka 90 persen. Pengerjaan yang molor dari jadwal seharusnya menyebabkan PT Maswandi selaku rekanan didenda Rp20,5 miliar setiap hari hingga pekerjaan rampung.

Hal itu diakuai oleh salah seorang petugas dari perwakilan Satuan Kerja PSPAM Sumbar yang enggan menyebutkan namanya, saat berkunjung ke lokasi proyek PSPAM yang berada di bawah naungan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu pada Rabu (2/1). Ia menerangkan, hingga Kamis 15 Desember, pengerjaan PSPAM tersebut masih berkisar di angka 89 persen.

“Memang tidak selesai sesuai jadwal kontrak. Oleh karena itu diberi kesempatan kerja kepada rekanan untuk menyelesaikan proyek itu. Sanksinya, ya, pihak rekanan didenda 1 per 1000 dari nilai kontrak. Artinya, dari nilai proyek Rp20, 5 miliar, rekanan didenda Rp20,5 juta setiap hari. Itu tidak ada batasannya,” katanya kepada Haluan.

Terhitung kemarin (Rabu, 2/1), sebutnya, rekanan telah dikenai dua kali denda atau sebanyak Rp41 juta. Sesuai aturan yang berlaku, batas waktu maksimum untuk menyelesaikan pekerjaan dapat mencapai 50 hari. Namun ia menyebutkan bahwa keterlambatan pengerjaan disebabkan oleh keterlambatan Pemko Payakumbuh dalam menyiapkan lahan untuk pembangunan PSPAM tersebut.

“Salah satu faktor keterlambatan adalah kesiapan lahan. Pemko lamban menyiapkan lahan untuk pembangunan PSPAM itu,” ucapnya lagi.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas PUPR Payakumbuh, melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Yasril, mengaku pihaknya tidak mengatahui banyak hal terkait pembebasan lahan untuk pembangunan PSPAM tersebut. Sebab, seluruh pembebasan lahan dilakukan oleh pihak PDAM Kota Payakumbuh.

Sementara itu, Lurah Tanjung Pauah, Kecamatan Payakumbuh Barat, Adrizal, juga mengaku tak tahu banyak soal informasi proyek PSPAM di kelurahan tersebut. “Meski proyek ada di kelurahan saya, tetapi saya tidak pernah diikutsertakan atau dilibatkan,” ucap Adrizal.

Hingga berita ini diturunkan, Haluan masih berusaha menghubungi Direktur PDAM Kota Payakumbuh, Herry Iswahyudi, untuk menanyakan perihal pembebasan lahan yang disebut-sebut sebagai alasan lambannya pengerjaan proyek SPAM tersebut..

Proyek PSPAM itu sendiri merupakan proyek pembangunan Water Treatment Plant (WTP) dalam pengolahan berteknologi tinggi aliran Sungai Batang Agam sehingga menjadi air bersih dan layak untuk dikonsumsi. Proyek itu dikerjakan oleh PT Maswandi, salah satu kontraktor dari Jakarta dengan konsultan pengawas PT Multikaradiguna Jasa.

Berdasarkan kontrak nomor 06/HK.02.03/PPK.II/PSPAM-SB/III-2018, proyek tersebut dikerjakan selama 280 hari kerja. Terhitung 27 Maret sampai 31 Desember 2018. Akan tetapi hingga 31 Desember, proyek itu belum rampung 100 persen. Pantauan Haluan pada 2 Januari, puluhan tukang tampak masih sibuk bekerja di lokasi proyek PSPAM tersebut.

Terkait proyek pembangunan SPAM di sejumlah wilayah di Sumbar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan mencermati kemungkinan adanya praktik korupsi dalam proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementrian PUPR di Sumbar. Hal itu dilakukan pascaoperasi tangkap tangan (OTT) terhadap enam perusahaan terkait proyek-proyek pembangunan SPAM dari Kementerian PUPR, Minggu (30/12).

“Untuk saat ini, kami masih mendalami dugaan penerimaan fee di, Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba, Katulampa, serta pipa HDPE Bekasi, dan Donggala-Palu. Proyek lain akan kami cermati jika ada indikasi korupsi di sana,” sebut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada Haluan.

Ada pun terkait proyek SPAM di Sumbar, saat ini tengah berlangsung di Tanjung Pauh, Batang Agam, Payakumbuh, dan Dharmasraya. Berdasarkan penelusuran di LPSE, PT WKE (salah satu perusahaan yang di-OTT KPK), memenangkan tender proyek SPAM dengan pagu anggaran RP7,1 miliar di Dharmasraya dengan nilai tawaran Rp6.880.867.000,00. “Untuk yang kemarin tidak ada Sumbar, tetapi kalau ada indikasi ke sana, kami akan cermati,” kata Febri lagi. (h/ddg)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 27 November 2018 - 11:12:31 WIB

    Kontraktor Kena Denda, Proyek Lembah Harau Molor

    Kontraktor Kena Denda, Proyek Lembah Harau Molor PADANG, HARIANHALUAN.COM – Proyek pengembangan destinasi wisata yang berada di kawasan wisata Lembah Harau diduga tak selesai sesuai perjanjian kontrak pekerjaan. Pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Limapuluh Kota mengakui kal.
  • Selasa, 25 September 2018 - 16:20:49 WIB

    Proyek Kota Pintar Padang Pariaman Mulai Berjalan

    Proyek Kota Pintar Padang Pariaman Mulai Berjalan PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM – Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni secara resmi menyerahkan Surat Keputusan steering commitee kepada Dassault Systèmes sebagai bentuk dimulainya pengerjaan proyek pmplementasi kota pintar.
  • Selasa, 26 September 2017 - 17:54:38 WIB

    Atasi Banjir, Muzni Zakaria Luncurkan Proyek Pengendalian Banjir Senilai Rp114 Miliar

    Atasi Banjir, Muzni Zakaria Luncurkan Proyek Pengendalian Banjir Senilai Rp114 Miliar SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM-- Bupati Solok Selatan (Solsel) H.Muzni Zakaria.M.Eng meluncurkan(launching) proyek pemancangan konstruksi pembangunan pengendalian banjir dan sendimen Batang Bangko, Solok Selatan (Solsel) sen.
  • Jumat, 09 Desember 2016 - 00:58:01 WIB

    Kontraktor Harus Tuntaskan Proyek Tepat Waktu

    PASAMAN, HALUAN — Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, kembali menegaskan agar seluruh pihak rekanan (kontraktor) yang mengerjakan seluruh proyek pembangunan pada dinas tersebut, untuk menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu d.
  • Kamis, 13 Oktober 2016 - 17:09:28 WIB

    PDAM Bongkar Proyek Milik PU, Wabup Limapuluhkota Meradang

    PDAM Bongkar Proyek Milik PU, Wabup Limapuluhkota Meradang LIMAPULUHKOTA, HALUAN--Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan meradang. Ia kesalnya karena dibongkarnya salah satu proyek yang bernilai jutaan rupiah yang ternyata baru selesai dibangun pada tahun 2015 lalu..

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM