Revitalisasi Jam Gadang Molor, PT.CLM Kena Denda


Kamis, 03 Januari 2019 - 13:53:15 WIB
Revitalisasi Jam Gadang Molor, PT.CLM Kena Denda Dokumentasi Haluan

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM – Pekerjaan revitalisasi pedestrian Jam Gadang, Kota Bukittinggi kembali dilanjutkan tahun ini. Pasalnya sesuai kontrak, pekerjaan revitalisasi tersebut  telah berakhir pada 29 Desember 2018. Namun hingga  batas kontrak pekerjaan yang jatuh pada tanggal 29 Desember 2018, PT Citra Laksana Mandiri (CLM) selaku kontraktor pelaksana pekerjaan hanya mampu menyelesaikan pekerjaan sekitar 92,7 persen.

Untuk kelanjutan pekerjaan revitalisasi yang hanya tinggal sekitar 7,3 parsen lagi, maka  sesuai Perpres Nomor 16 tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa, serta Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)  Nomor 9 Tahun 2018, maka Pemko Bukittinggi  memberikan kesempatan kepada PT CLM untuk menyelesaikan pekerjaan revitalisasi  melewati tahun anggaran, dengan batas waktu pekerjaan maksimal 50 hari kalender kerja.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bukittinggi Rahmat AE membenarkan  adanya keterlambatan pekerjaan pedesterian Jam Gadang. Sesuai surat perjanjian kerja, pekerjaan  revitalisasi Jam Gadang dengan nilai kontrak sebesar Rp.16.499.206.000, batas akhir pekerjaan  jatuh pada tanggal 29 Desember 2018. Namun hingga batas kontrak, serta berdasarkan perhitungan konsultan pengawas bersama kontraktor, pekerjaan revitalisasi hanya selesai 92,7 Parsen atau terlambat 7,3 parsen.

Menurut Rahmat AE, keterlambatan penyelesaian pekerjaan bukan faktor kelalaian dari kontraktor pelaksana, namun disebabkan dengan faktor cuaca pada November dan Desember  yang sering hujan. Selain itu juga disebabkan adanya perubahan desain yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, serta adanya penambahan beberapa item pekerjaan, seperti pembuatan dam tebing, panggung dan penggantian lantai plaza dari batu granit kepada batu alam andesit. Kendala lainnya yakni pengiriman bahan material dari Jawa ke Bukittinggi.

“Dengan keterlambatan pekerjaan ini, maka Pemko Bukittinggi memberikan kesempatan kepada PT CLM untuk menyelesaikan pekerjaannya melewati tahun anggaran, dengan batas waktu 50 hari kalender kerja dari batas akhir kontrak,” kata Rahmat AE didampingi Konsultan Pengawas Roni Junaidi, Senin (31/12).

Ia menjelaskan, batas waktu yang diberikan ini sesuai dengan ketentuan Perpres Nomor 16 tahun 2018 dan Perka LKPP Nomor 9 tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa. Disamping itu juga sesuai ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja.

“Apabila batas waktu 50 hari kerja yang diberikan ini  tidak juga selesai pekerjaannya, maka kontraktor yang bersangkutan diberi sangsi. Disamping itu, dalam masa penyelesain pekerjaan selama 50 hari kerja itu, pihak kontraktor juga dikenakan denda,” ungkap Rahmat AE.

Terpisah Direktur PT CLM Ardonis juga mengakui adanya keterlambatan pekerjaan yang disebabkan oleh beberapa faktor dilapangan. Namun demikian,  pihaknya siap untuk menyelesaikan pekerjaan  sampai selesai 100 parsen, meski  harus membayar denda sesuai dengan peraturan yang ada.

“Untuk penyelesaian pekerjaan ini merupakan tanggung jawab dan harga diri sebagai kontraktor pelaksana pekerjaan. Kita sangat berterima kasih kepada Pemko Bukittinggi yang telah memberikan kesempatan untuk menyesaikan pekerjaan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Hingga saat ini pekerjaan yang tersisa hanya berupa finishing Plaza Pendesterian, serta  tempat parkir sepeda motor dan Mushalla,” ujar Ardonis. (h/tot)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 30 Desember 2019 - 22:21:51 WIB

    Rumah Rajo Sungai Kambut Selesai Direvitalisasi, Wabup Amrizal RJM: Warga  Harus Solid

    Rumah Rajo Sungai Kambut Selesai Direvitalisasi, Wabup Amrizal RJM: Warga  Harus Solid DHARMASRAYA,HARIANHALUAN.COM-Revitalisasi rumah gadang Rajo Sungai Kambut telah selesai. Keindahan bangunan kembali terlihat. Dindingnya berukir indah, di dalamnya tampak lebih kokoh dan dari luar tampak anggun. Berdiri megah.
  • Senin, 01 Juli 2019 - 10:56:04 WIB

    Revitalisasi Aset Bersejarah, Cikal Bakal Sawahlunto  Menuju Warisan Dunia

    Revitalisasi Aset Bersejarah, Cikal Bakal Sawahlunto  Menuju Warisan Dunia SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM-Kebijakan besar yang diambil Pemerintah Kota Sawahlunto tahun 2004 silam, berupa revitalisasi aset bersejarah kota tambang, ternyata memiliki pengaruh besar, dalam mengantarkan Sawahlunto sebagai .
  • Selasa, 05 Februari 2019 - 21:24:32 WIB

    Operasikan Replika 'Mak Itam', Jalur dan Lubang Kalam Direvitalisasi

    Operasikan Replika 'Mak Itam', Jalur dan Lubang Kalam Direvitalisasi SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM- Usai menghadirkan replika lokomotif uap Mak Itam, Pemerintah Kota Sawahlunto melalu Dinas Kebudayaan Peninggalan Sejarah dan Permuseuman segera melakukan revitalisasi jalur dan kawasan lubang .
  • Selasa, 30 Oktober 2018 - 12:26:09 WIB

    Tim Unand Revitalisasi Limau Kacang

    Tim Unand Revitalisasi Limau Kacang AROSUKA, HARIANHALUAN.COM—Komoditi jeruk Keprok yang dikenal dengan nama limau Kacang, sejak tahun 80-an sudah menghilang setelah sempat dikenal sebagai buah spesifik daerah Solok. Tanaman buah yang berhasil mengangkat nama.
  • Kamis, 15 Februari 2018 - 11:04:02 WIB

    Direvitalisasi, Saribu Rumah Gadang Harus Dikelola Yayasan

    Direvitalisasi, Saribu Rumah Gadang Harus Dikelola Yayasan PADANG, HARIANHALUAN.COM—Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan, pembiayaan untuk merevitalisasi rumah gadang di Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) di Koto Baru, Solok Selatan (Solsel) tidak hanya berasal dari pemerint.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM