Kasus Pulau di Mandeh yang Diduga Dibakar, Polisi Kantongi Sejumlah Nama


Kamis, 03 Januari 2019 - 18:52:24 WIB
Kasus Pulau di Mandeh yang Diduga Dibakar, Polisi Kantongi Sejumlah Nama Unit Reskrim Polres Pessel, bersama jajaran saat melakukan penyelidikan pasca kebakaran yang terjadi di Pulau Taraju, Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, beberapa waktu lalu. IST

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Kepolisian Resor Pesisir Selatan, melalui unit Reskrim melakukan penyelidikan pascakebakaran yang terjadi di Pulau Taraju, Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, beberapa waktu lalu.

Kapolres Pessel, AKBP Fery Herlambang, menyebutkan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Hingga kini, kata dia, pihak Reskrim masih melakukan pendalaman terkait kebakaran tersebut. 

"Benar, laporannya sudah masuk kemarin. Langsung kami perintahkan unit Reskrim meninjau kelokasi guna melakukan penyelidikan," ujar Kapolres di Painan. Kamis, (3/1).

Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan siapa pelaku dibalik kebakaran tersebut. Namun, sejumlah nama sudah dikantongi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

"Hingga kini, unit Reskrim masih mengumpulkan sejumlah barang bukti. Siapa pelakunya nanti akan kami sampaikan secepatnya," katanya.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus kebakaran yang terjadi di Pulau Taraju, Sungai Nyalo, Kawasan Mandeh, tersebut. 

"Kami sudah berkomitmen, tidak ada toleransi bagi mereka yang merusak hutan. Kegiatan ini jelas tidak ada izinnya. Jadi, kami meminta kepada aparat hukum segera tangkap pelakunya. Jika terbukti, penjarakan saja," katanya. 

Ia menyebutkan, pihak Gakkum KLHK dan kepolisian setempat sudah mendatangi lokasi untuk melihat dari dekat kerusakan yang terjadi. Namun, sejauh ini masih dalam proses penyelidikan.

"Saya juga sudah mengantongi nama-nama pelakunya. Dalam waktu dekat, kami bersama dinas terkait juga akan turun kelokasi," ujarnya. 

Bupati Hendrajoni, menuturkan, belakangan ini kasus perusakan hutan di Kabupaten Pesisir Selatan, sangat menjadi perhatian. Sebab, sudah berulangkali terjadi di daerah itu.

"Jika memang ada niat untuk berinvestasi, silahkan saja. Kami tidak akan mempersulit izinnya. Tapi, semua tentu harus sesuai dengan aturan dan prosedurnya. Jangan menganggap daerah ini tidak bertuan," ucapnya menegaskan.

Sebelumnya, Bupati Hendrajoni, kembali geram mendengar kabar Pulau Taraju, Sungai Nyalo, di Kawasan Wisata Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, diduga dibakar oleh pengelola pulau tersebut.

"Benar, saya sudah dapat informasinya. Nanti kami akan turun kelapangan bersama tim, kamiI cari pelakunya sampai ketemu," ujarnya.

Pulau Taraju berupa perbukitan itu, kini dikabarkan dikuasai oleh pengusaha dari Padang. Diduga, pembakaran itu disengaja supaya mereka lebih leluasa membangun resort tanpa menebang pohon.

Pulau berupa perbukitan tersebut telihat sudah gundul dan gersang. Bekas kebakaran tersebut terlihat masih baru. Disekitar lokasi yang dibakar juga terdapat sebuah pondok yang didirikan.

Selain itu, di bagian pantai pulau tersebut terlihat deretan pohon mangrove yang tumbuh subur, pada bagian kaki bukit pulau itu,  masih tersisa sedikit hutan dan juga terlihat ada tanda-tanda aktivitas akan dimulainya pembangunan resort di pulau tersebut. (h/kis)

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM