Listrik Gratis untuk 2.500 Keluarga di Pessel


Senin, 07 Januari 2019 - 13:40:33 WIB
Listrik Gratis untuk 2.500 Keluarga di Pessel Ilustrasi (haluan)

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan awal 2019 bakal menganggarkan biaya pemasangan listrik gratis kepada 2.500 keluarga di daerah itu. Biaya pemasangan listrik gratis tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Bupati Pessel, Hendrajoni menyebutkan, pemasangan listrik gratis dilakukan agar kesehjateraan masyarakat, khususnya golongan menengah ke bawah setara dengan daerah-daerah lainnya.

"Program ini akan kita realisasikan tahun ini. Sebab, masih banyak saudara kita yang rumahnya belum dialiri listrik. Dengan adanya kebijakan ini diharapkan tidak ada lagi rumah warga yang tidak memiliki penerangan listrik di Pessel," ucap Hendrajoni di Painan, Minggu, (6/1).

Bupati menjelaskan, untuk pemasangan listrik tahap awal, akan direalisasikan secara bertahap kepada 182 nagari di 15 kecamatan. "Sebelumnya, bantuan pemasangan listrik yang bersumber dari APBD ini sudah dirapatkan bersama DPRD Pessel, dan rencana ini sudah disetujui untuk tahap pertama," kata bupati.

Ia menyebutkan, dengan direalisasikan pemasangan listrik secara gratis, maka masyarakat yang selama ini belum tersentuh listrik dapat menikmati fasilitas tersebut. "Selain mengratiskan biaya pemasangan, Pemkab Pessel juga menganggarkan biaya peningkatan air bersih. Semua ini guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang memang masih membutuhkan pelayanan air bersih," tuturnya.

Sejalan Program Pusat

PT PLN (Persero) juga berencana untuk mengimplementasikan pembebasan biaya untuk pelanggan yang ingin menambah daya listrik mereka, mulai Januari 2019 ini. Direktur Utama PLN Sofyan Basir menuturkan, perusahaan telah mendapatkan izin dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan untuk merealisasikan rencana tersebut. Saat ini prosesnya, lanjut Sofyan, tinggal mengurus urusan legalitasnya.

Lebih lanjut, Sofyan mengungkapkan, sebenarnya rencana ini sudah ingin diimplementasikan sejak Juli 2018 lalu, hanya saja saat itu sempat terjadi beberapa kendalan sehingga realisasinya terpaksa ditunda. Adapun, Sofyan mengatakan, pembebasan biaya ini tidak akan berpengaruh signifikan terhadap keuangan sang BUMN setrum. Sebab, karena ada penambahan daya yang dipakai pelanggan, maka fee cost menjadi turun.

"Tidak (pengaruh ke keuangan), kan dayanya naik yang kamu pakai, beban biaya (fee cost)-nya jadi turun. Ini hitung-hitungan bankir, saya kan dulu banki, jadi saya paham bagaimana hitungannya, saya saja yang hitung, kalian ga usah," kata Sofyan seraya diiringi tawa.

Maksudnya, jika semakin banyak pelanggan yang menggunakan daya tinggi, hal ini berarti menjadi pemasukan bagi PLN.

Adapun, sebagai informasi, saat ini biaya tambah daya untuk daya lama 450 VA ke daya baru 900 VA akan kena biaya Rp421.650, ke daya baru 1.300 VA kena biaya Rp796.450, ke daya baru 2.200 VA kena biaya Rp1.639.750, ke daya baru 3.500 VA kena biaya Rp2.955.450, ke daya baru 4.400 VA kena biaya Rp3.827.550, ke daya baru 5.500 VA kena biaya Rp4.893.450. (h/kis)

 

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]