Penyidik Cari Tersangka Lain, Kasus Perusakan Mandeh Segera Tahap II


Selasa, 08 Januari 2019 - 10:24:34 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Penyidik Cari Tersangka Lain, Kasus Perusakan Mandeh Segera Tahap II Foto kerusakan sejumlah lahan di KWT Mandeh, Pessel. Penyidik Ditjen Gakkum KLHK akan segera melakukan pelimpahan tahap dua berkas perkara dugaan perusakan lahan tersebut. IST

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Penyidik Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan segera melakukan pelimpahan tahap dua berkas perkara dugaan perusakan lahan di kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan (Pessel) yang menjerat Wakil Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar.

"Semua berkas perkara sudah lengkap dan akan dilimpahkan dalam waktu dekat ini. Kendalanya sekarang awal tahun, jadi anggaran belum turun," kata Penyidik KLHK, Ardi Yusuf saat dihubungi Haluan, Senin (7/1).

Saat ini, sebut Ardi Yusuf, pihaknya tengah melakukan komunikasi dengan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses lanjutan kasus yang menjerat orang nomor dua di Kabupaten Pessel itu. "Kami sedang koordinasi dengan jaksa. Dalam waktu dekat akan dilakukan pelimpahan tahap dua," katanya.

Gerak Penyidik Gakkum KLHK tak terhenti pada Rusma Yul Anwar saja, akan tetapi telah mulai mengarah ke penetapan tersangka lainnya. Setidaknya, selain lokasi yang diduga merupakan milik Rusma Yul Anwar, masih terdapat sembilan lokasi lain yang telah dipasang palang dan akan diusut oleh penyidik KLHK.

“Ada sembilan lokasi lagi yang sedang kami dalami. Akan tetapi tidak semuanya berada dalam hutan lindung sebagaimana milik Wabup. Namun, lokasi itu merupakan pemanfaatan yang sama dengan hutan lidung,” katanya lagi.

Ardi Yusuf menyampaikan, penyidik akan segera turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan terhadap sembilan lahan lain yang diduga bermasalah tersebut. "Untuk sisanya itu akan kami tangani. Menunggu perintah dan arahan dari pimpinan terlebih dulu," kata Ardi lagi.

Ia mengatakan, kalau hasilnya terbukti sebagaimana kasus sebelumnya, maka semua pihak itu juga akan ditetapkan sebagai tersangka. Namun, diakuinya semua itu tentu melalui proses serta prosedur yang ada.

Terkait target penuntasan kasus, Ardi Yusuf mengaku belum bisa memastikan. Karena, selain di Sumbar, pihaknya juga banyak menemukan kasus serupa di provinsi lain. Oleh karena itu pihaknya tak memasang target tertentu.

Sebelumnya diberitakan, kasus yang menjerat Wabup Pessel, Rusma Yul Anwar ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran atas Pasal 98 dan 109, Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dalam bentuk melakukan usaha atau kegiatan yang tidak memiliki izin lingkungan di Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Mandeh.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Rusma Yul Anwar telah mengajukan permohonan Praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Painan, tetapi semua permohonannya dinyatakan ditolak oleh hakim. Tak sampai di sana, tim kuasa hukum tersangka juga melakukan upaya yang sama melalui pintu PN Jakarta Selatan, tetapi hakim juga menyatakan menolak seluruh permohonan Praperadilan tersebut. Artinya, pengusutan kasus ini terus berlanjut menuju tahapan-tahan berikutnya. (h/mg-hen)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM