Diduga Karena Isu Bencana, Wisata Pulau di Sumbar Sepi Pengunjung


Selasa, 08 Januari 2019 - 10:37:55 WIB
Diduga Karena Isu Bencana, Wisata Pulau di Sumbar Sepi Pengunjung WISATA PULAU—Pengunjung menggunakan di kawasan wisata Pulau Pagang, Kota Padang, Minggu (6/1). Beberapa pulau-pulau wisata di kawasan tersebut belakangan ini sepi pengunjung, karena rangkaian bencana dan gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu. TIO FURQAN

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Maraknya musibah bencana alam dan isu kejadian bencana sejak akhir 2018 lalu membuat jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah tempat wisata pulau di Sumbar menurun drastis. Pantauan Haluan ke sejumlah pulau di perairan Sumbar, sejumlah pengelola objek wisata pulau, penyedia jasa kapal boat, dan pedagang di pulau mengaku banyak pembatalan agenda kunjungan wisatawan, yang memuncak pada malam pergantian tahun.

Hilman (25) pengelola wisata Pulau Pagang kepada Haluan mengungkapkan, penurunan kunjungan wisatawan saat ini mencapai 80 persen. Bahkan, dari seluruh perjanjian booking yang telah masuk ke pengelola, sekitar 50 persen di antaranya melakukan pembatalan. “Yang cancel booking itu sampai 50 persen,” kata Hilman, Minggu (6/1)

Hilman tak menampik, maraknya kejadian dan isu bencana, terutama tsunami, di Indonesia dan Sumbar menjadi alasan utama menurunnya kunjungan wisatawan tersebut. “Kejadian tsunami di Lampung dan Selat Sunda kemarin sangat mempengaruhi. Ditambah lagi isu-isu di Sumbar akan terjadi gempa besar, karena terletak di patahan-patahan yang bisa berpotensi tsunami," kata pria asal Bandung yang sudah tiga tahun mengelola Pulau Pagang tersebut.

Penurunan jumlah pengunjung, katanya lagi, berbanding lurus dengan penurunan omzet dan aktivitas perekonomian lain di kawasan pulau tersebut. Bahkan, bila sebelumnya malam pergantian tahun merupakan “panen raya” bagi pengelola pulau, maka pada tahun ini kunjungan di malam pergantian tahun itu pun sangat jauh dari tahun-tahun sebelumnya.

"Transaksi jauh menurun, sedangkan biaya operasional tinggi. Kami di listrik pakai genset. Jadi, ya, rugi," sebutnya lagi.

Hal senada ikut dirasakan Ari (23), pemandu wisata yang ditemui Haluan di Pulau Sirandah. Menurutnya, Pulau Sirandah yang menjadi salah satu destinasi kunjungan pulau favorit, kini memang sepi peminat.

"Sekarang jauh meleset jika dibanding pergantian tahun tahun 2017 ke 2018. Pengganti uang untuk beli solar saja tidak tertutupi. Bahkan, ada hari tanpa satu pun booking wisatawan untuk dipandu ke pulau. Padahal sekarang hari libur," kata Ari yang merupakan lulusan Teknik Sipil Universitas Bung Hatta itu.

Jika pada pertengahan jelang akhir tahun lalu kunjungan ke Pulau Sirandah menurun karena terbakarnya beberapa bangunan di Pulau Sirandah, maka sejak akhir 2018 hingga saat ini merosotnya kunjungan lebih disebabkan oleh isu kebencanaan, terutama gempa dan tsunami, yang disebut-sebut akan terjadi di Sumbar.

"Penyebabnya, karena banyak bencana yang berhubungan dengan laut dan pantai. Pulau Sirandah kan juga baru buka pascaditutup setelah terbakar. Jadi pengunjung mungkin belum tahu Sirandah sudah buka kembali, makanya masih lengang. Informasi yang saya dapat, banyak pengelola boat yang mengeluh, bahkan ada yang tidak dapat pelanggan satu pun dalam sehari, padahal libur," ucap Ari.

Setali tiga uang, Dani (33) pemilik jasa transportasi kapal boat ke Pulau Pasumpahan juga mengeluhkan minimnya kunjungan wisatawan ke pulau, sehingga membuat orang-orang yang menggantungkan rezekinya di sejumlah pulau tersebut harus gigit jari.

"Tahun baru biasanya ramai karena hari libur dan ada momen pergantian tahun. Saking ramainya yang pergi camping, di depan tenda ada tenda lagi. Tapi tahun ini sepi karena banyak bencana yang membuat banyak orang takut mendekati laut," kata Dani.

Jasfa (40), salah seorang pedagang kuliner di Pulau Pasumpahan juga mengaku omzetnya menurun drastis karena sedikitnya pengunjung yang datang ke Pasumpahan. "Karena pergantian tahun, pedagang di sini diizinkan mendirikan lapak sejak 28 Desember sampai 6 Januari. Karena biasanya pengunjung banyak. Tapi sekarang sepi. Rasanya tidak dapat untung saat kembali ke darat," kata ibu dua anak asal Sungai Pisang itu.

Tak Hanya Wisata Bahari

Pengamat pariwisata yang juga Ketua ASITA Sumbar, Ian Hanafiah mengatakan, penurunan jumlah wisatawan ke pulau pada pergantian akhir-akhir ini memang merupakan hal yang wajar karena banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

"Ya, dimaklumi saja, kan kondisi di Indonesia saat ini sedang banyak bencana sejak gempa dan tsunami di Lombok, Palu, kemudian Lampung dan Banten. Jadi, pengunjung juga tidak banyak yang mau pergi ke pantai," katanya kepada Haluan, Senin (7/1).

Bahkan menurut Ian, penurunan jumlah wisatawan tidak hanya menyasar kawasan wisata bahari saja. Selain itu, wisata-wisata di daratan juga mengalami penurunan jumlah kunjungan. "Semuanya rata-rata juga menurun. Tidak hanya pulau. Kunjungan ke Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, dan Kota Padang sendiri, juga menurun," kata Ian.

Khusus untuk malam pergantian tahun, Ian menduga salah satu penyebab menurunnya jumlah kunjungan adalah tersiarnya imbauan dari beberapa kepala daerah setempat untuk tidak mengadakan acara pada malam pergantian tahun. 

Selain itu, minat terhadap pariwisata juga rentan terhadap isu politik, kenyamanan, keamanan, dan kebencanaan. Sehingga sangat wajar kondisi sekarang jumlah wisatawan menurun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]