Minang Mart Mulai Rontok


Selasa, 08 Januari 2019 - 18:57:00 WIB
Minang Mart Mulai Rontok Meski masih bermerk Minang Mart, gerai toko ritel di Simpang Lampasi, Kota Payakumbuh ini telah memutus kerja sama dengan PT RMM. Pemutusan kerja sama disebabkan ketidakmampuan PT RMM memenuhi permintaan barang, Kamis (3/1). ARI

Hal senada diungkapkan Fia, warga Kota Padang lain yang mengaku tidak berminat mengulang belanja di Minang Mart karena selisih harga yang cukup jauh dibanding toko ritel lain. “Ya, sekali dua kali saja ke Minang Mart. Harganya mahal-mahal,” katanya singkat.

Jadikan Pelajaran

Gulung tikarnya sejumlah gerai Minang Mart mendapat sorotan dari sejumlah anggota DPRD Sumbar. Ketua Fraksi PDI Perjuangan, PKB, dan PBB DPRD Sumbar, Albert Hendra Lukman melihat, Pemprov Sumbar seharusnya mengambil pelajaran dari kegagalan pengembangan Minang Mart. Ia berharap ke depan hal-hal serupa tidak terjadi lagi. Sebab, ide Minang Mart pertama kali dicetuskan oleh Pemprov dan nyatanya tidak berjalan sesuai rencana.

"Dari awal, saya mengkritisi konsep Minang Mart. Sebab, pemerintah daerah akan masuk pada bidang usaha yang sama yang sudah dijalankan juga oleh masyarakat. Namun, saat dipertanyakan, Pemprov bilang Minang Mart adalah business to business. Karena business to business, ya sudah, kami biarkan," kata Albert kepada Haluan.

Jika akhirnya Minang Mart banyak yang tutup, katanya lagi, Pemprov Sumbar harus belajar dari semua itu. Sebab, meski tak memakai dana APBD, ide lahirnya Minang Mart yang bermula dari pihak Pemprov telah menyebabkan masyarakat yang ikut menanamkan modal usaha di Minang Mart, hari ini menuai kerugian yang tak sedikit.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Guspardi Gaus. Ia sudah mendapat informasi bahwa gerai Minang Mart sudah banyak yang tutup seperti di kawasan Kuranji, Kalumbuak, dan Belimbing.

"Intinya, konsep dan pelaksanaan Minang Mart itu tak semudah itu. Dari awal pendirian juga sudah terjadi pro kontr. Saya saat itu lebih memilih tak berbicara banyak sebab latar belakang saya juga pengusaha ritel. Takutnya terkesan tak menyetujui ide Minang Mart oleh Pemprov,” katanya.

Meski sempat tak berkomentar banyak, sebutnya lagi, di saat Pemprov Sumbar menyampaikan bahwa Minang Mart akan dikelola oleh tiga BUMD yang saat itu sedang dievaluasi, sebagai anggota dewan ia dan beberapa anggota DPRD lainnya meminta agar Pemprov betul-betul mengkaji ide itu terlebih dulu.

"Saat itu, sejumlah pihak dan DPRD meminta agar Minang Mart ditinjau kembali, tapi akhirnya tetap diluncurkan. Hingga menelan pit pahit seperti sekarang. Konsep yang dijalankan gagal, kalau sudah begini yang malu kan pemerintah daerah," tutupnya.

Sementara itu, saat Haluan beberapa kali mencoba mengonfirmasi terkait tutupnya sejumlah gerai tersebut kepada Direktur PT RMM, Syaiful Bahri. Usaha terakhir pada Senin (7/1), yang bersangkutan belum dapat memberi keterangan karena beralasan sedang rapat, dan segera memutus panggilan telefon yang dilakukan oleh Haluan. Hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan masih belum memberikan keterangan. (h/len/ari)

 




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 16 Juni 2019 - 18:03:04 WIB

    Perang Manggopoh, Simbol Perjuangan Masyarakat Minangkabau

    Perang Manggopoh, Simbol Perjuangan Masyarakat Minangkabau AGAM, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumatera Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk menjadikan peringatan Perang Manggopoh sebagai titik balik untuk mengukur sejauh mana memaknai nilai-nilai dan semangat kejuangan par.
  • Jumat, 14 Juni 2019 - 12:23:32 WIB

    Sumbar Persiapkan Generasi Minang jadi Perantau Kelas Dunia

    Sumbar Persiapkan Generasi Minang jadi Perantau Kelas Dunia PADANG, HARIANHALUAN.COM  - Generasi muda Minangkabau, Sumbar sangat berpotensi menjadi perantau kelas dunia, dengan segala kecakapan, budaya, dan keinginan..
  • Jumat, 24 Mei 2019 - 23:33:18 WIB

    15 Organisasi Perantau Minang Pulang Basamo Saat Lebaran

    15 Organisasi Perantau Minang Pulang Basamo Saat Lebaran HARIANHALUAN.COM — Sebanyak 15 organisasi perantau Minang berencana akan menggelar pulang basamo saat momen lebaran nanti. Jumlah ini menurun sebanyak 30 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu..
  • Selasa, 19 Maret 2019 - 11:47:03 WIB

    Wacana Daerah Istimewa Minangkabau Kembali Berdengung

    Wacana Daerah Istimewa Minangkabau Kembali Berdengung PADANG, HARIANHALUAN.COM — Wacana menjadikan Sumbar sebagai provinsi istimewa dengan nama Daerah Istimewa Miangkabau (DIM) kembali kencang didengungkan. Wacana DIM dipandang sejalan dengan pasal 18 B ayat 1 UUD 1945, yang .
  • Senin, 28 Januari 2019 - 14:45:18 WIB

    Tak Ada Budaya Caci Maki di Minang

    Tak Ada Budaya Caci Maki di Minang JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang Oesman Sapta Odang (OSO) menyebutkan, orang Minang tidak mengenal caci maki. Di Minang, dialektika yang dibangun, adalah dialektika menyejukkan d.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM