Padang Pariaman Budidayakan Kacang Panjang


Rabu, 09 Januari 2019 - 13:02:14 WIB
Padang Pariaman Budidayakan Kacang Panjang Ilustrasi (haluan)

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Di Kabupaten Padang Pariaman, Kacang Panjang juga menjadi bagian yang menyumbang angka produksi dan luas tanaman yang terbilang banyak. Pada angka 2017 luas tanam kacang panjang mencapai 228 hektare, sedangkan luas panen sebanyak 226 hektare. Artinya, budidaya kacang panjang di kabupaten tersebut menunjukan produksi baik.

Setiap tahunnya, produksi kacang panjang berkisar 1.313, ton, tersebar di beberapa kawasan Padang Pariaman. Lubuk Aluang menyumbang angka tertinggi produksinya, yaitu sebanyak 313 ton, terpaut di atas angka produksi daerah Batang Anai dengan jumlah produksi sebanyak 255 ton.

Kacang panjang (Vigna sinensis) termasuk dalam famili Fabaceae dan merupakan salah satu komoditi sayuran yang banyak diusahakan di daerah dataran rendah pada ketinggian 0-200 m. Kacang panjang merupakan salah satu sumber protein nabati yang banyak dikonsumsi sebagian besar penduduk Indonesia.

Salah seorang petani kacang panjang yang Haluan temui di Lubuk Aluang, Ajo Naih (42) mengatakan, sudah 2 tahun ia membudidayakan kacang panjang, dan sudah merasakan hasil dalam pemasaran kacang panjang. "Di sini banyak kacang panjang, karena kadar tanah cocok untuk tanaman seperti itu," katanya, Selasa (7/1).

Pada dasarnya, Lubuk Aluang memiliki jenis tanah Regosol, Latosol dan Aluvial, cocok untuk kacang panjang. Tanaman tersebut dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Temperatur yang cocok bagi pertumbuhan kacang panjang berkisar antara 18-32oC. Kemasaman (pH) tanah yang paling sesuai untuk pertumbuhan kacang panjang adalah 5,5-6,5.

Ajo Naih, selain memiliki kebun Kacang Panjang juga membudidayakan Benih Kacang Panjang. Ada beberapa varietas atau vultivar kacang panjang, di kebunnya terdapat 3 varietas kacang panjang lokal.

"Jenis yang tiga itu, toleran terhadap hama penggerek polong dan penyakit busuk polong. Benih kacang panjang dipilih yang bebas dari serangan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan). Kebutuhan benih kacang panjang per hektare sekitar 20 kg," ungkapnya.

Selain itu, katanya, budidaya tanaman kacang panjang sebaiknya dilakukan di tanah yang subur dan gembur. Apabila memungkinkan lahan bekas tanaman kacang tanah atau paprika dapat digunakan untuk menekan populasi penyakit bengkak akar.

"Lahan diolah dengan baik sampai gembur. Setelah diolah, kemudian dibuat bedengan, lebar 120–150 cm, dan lubang tanam dibuat dengan tugal sedalam 3–5 cm," katanya.

Dikatakannya juga, sebaiknya dalam tiap bedengan hanya memuat 2 baris tanaman. Jarak tanam 70 cm x 30 cm. Tiap lubang ditanami 2-3 biji, kemudian ditutup dengan tanah.

Setelah itu, Ajo Naih menjelaskan, pengapuran sangat diperlukan setelah penanaman biji. Pengapuran sangat dianjurkan pada lahan dengan pH tanah rendah yaitu dengan menggunakan kaptan atau dolomit.

"Untuk pengapuran, saya kirakan dengan dosis yang digunakan 1-1,5 ton per hektare. Jadi kalau lahan kurang satu hektare maka dibagi saja dengan kisaran tersebut. Pengapuran sebaiknya dilakukan pada waktu pengolahan tanah yaitu 3-4 minggu sebelum tanam," jelasnya.

Selain penjelasan dari Ajo Naih, Taufik bagian Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman menjelaskan juga tahap pemupukan kacang panjang.

Dikatakannya, pemupukan kacang panjang sebaiknya menggunakan pupuk dasar. "Pupuk dasar terdiri atas pupuk sisa tinja sapi dengan ukuran 10 hingga 15 ton per hektare. Pupuk TSP sebanyak 75 hingga 100 kilogram per hektare, pupuk KCI juga dengan ukuran yang sama. Sedangkan jika menggunakan pupuk Urea sebaiknya dengan ukuran 25 hingga 30 kilogram per hektare," jelas Taufik.

Dijelakannya, pupuk susulan setelah itu, juga menggunakan pupuk Urea dengan dosis 25-30 kilogram per hektare, diberikan 3 minggu setelah tanam.

Menurutnya, tahap pemeliharan yaitu dengan melakukan penyiraman setiap hari sampai benih tumbuh. Setelah tinggi tanaman mencapai 25 cm, dipasang ajir atau turus dari bambu yang tingginya 2 meter untuk menjaga agar tanaman tidak roboh.

"Tiap empat buah turus, ujungnya diikat menjadi satu. Batang kacang panjang dililitkan pada masing-masing turus tersebut. Bila tanaman tumbuh terlalu subur, dapat dilakukan pemangkasan daun. Setelah dilakukan pemupukan susulan, dilakukan pengguludan tanaman dengan tinggi kurang lebih 20 cm. Penyiangan dilakukan pada umur 3 dan 5 minggu setelah tanam," jelas Taufik.

Setelah itu, kata Taufik, untuk pengendalian organisme tanaman biasanya lebih mudah dari pada tahap sebelumnya. "Untuk kacang panjang kalau tahap pengendalian organisme cukup dengan membersihkan sekitar tanaman," kata Taufik. (h/mg-rei).





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM