Diduga Akan Melakukan Aksi Dukung Paham Komunis, Dua Pemuda Diamankan Ormas Bukittinggi


Jumat, 11 Januari 2019 - 11:12:43 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Diduga Akan Melakukan Aksi Dukung Paham Komunis, Dua Pemuda Diamankan Ormas Bukittinggi AMANKAN - Dua orang pemuda diamankan anggota Polres Bukittinggi karena diduga akan melakukan aksi mendukung paham Komunis di Kantor DPRD Bukittinggi, Kamis (10/1). YURSIL.

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM -Sejumlah warga yang akan melalukan Aksi Kamisan di Bukittinggi digagalkan oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan organisasi kepemudaan, Kamis (10/1). Aksi Kamisan tersebut dianggap mendukung paham komunis.

Peristiwa itu terjadi saat berlangsungnya penyapaian aspirasi puluhan pedagang Pasar Bawah Bukittinggi kepada DPRD terkait kenaikan restribusi pasar oleh Pemko Bukittinggi.

Usai pedagang menyampaikan, sejumlah ormas mencurigai ada beberapa orang yang diduga akan melakukan aksi kamisan yang berbau mendukung paham komunis itu.

Melihat hal itu sejumlah ormas Islam seperti Fron Pembela Islam, (FPI) Majelis Mujahiddin Indonesia( MMI), Minangkabau Muslum Care (MMC), Pemuda Pancasila, dan FKPPI dan sejumlah niniak mamak secara spontan melakukan pencegahan. 

Aksi spontan itu, sempat terjadi ketegangan sehingga aparat kepolisian yang sedang melakukan pengamanan langsung membawa dua orang pemuda ke Mapolres Bukittinggi untuk diamankan agar tidak terjadi tindakan anarkis.

Ketua FPI Bukittinggi, Khairul Azmi  mengatakan aksi yang dilakukan sejumlah ormas dan OKP serta tokoh masyarakat itu hanya spontan. Sebab sebelumnya tersebar informasi ada aksi Kamisan yang mengakat tema "Membredel Buku, Membelenggu HAM". Aksi Kamisan itu diduga reaksi penyitaan sejumlah buku berpaham komunis yang dilakukan oleh aparat TNI di sejumlah daerah beberapa waktu lalu.

"Sejumlah orman Islam dan kepemudaan sangat mendukung aksi yang dilakukan oleh aparat TNI untuk menyita buku buku yang diduga berpaham Komunis itu,"ujarnya.

Ketua MMC Sumbar, Muhammad Sidik menambahkan, tanpa adanya aksi yang akan mereka lakukan mustahil sejumlah ormas, OKP dan tokoh masyarakat berkumpul di lokasi itu, sebab sosialisasi yang mereka lakukan secara terang terangan dan vulgar menyebutkan membredel buku, membelenggu HAM. melalui panflet 

"Kami sedang berupaya meredam bangkitnya paham Komunis dan aparat TNI juga sedang gencarnya melakukan penyitaan buku yang diduga berpaham komunis itu. Namun dengan adanya aksi yang diduga menentang pembredelan buku berpaham Komunis yang membuat sejumlah ormas spontan mencegahnya," ujar Muhamad Sidik.

Sementara Wakapolres Bukittinggi Kompol Sumintak didampingi kasat Intel,Iptu Boby Sandra kepada wartawan membenarkan, dua orang pemuda yang diamankan petugas untuk mencegah hal yang tidak diinginkan serta untuk dimintai keterangan.

"Setelah dimintai keterangan ternyata terjadi kesalah pahaman, sebab dua orang yang diamankan itu merupakan kelompok yang menyampaikan aspirasi ke DPRD terkait tuntutan pedagang Pasar Bawah," jelas Sumintak.

Hal itu tambahnya, diperkuat oleh peryataan dari LSM TIKAM yang mendampingi aksi pedagang Pasar Bawah bahwa yang diamankan itu adalah anggotanya.

Menurut Sumintak, sebelumnya memang ada surat pemberitahuan aksi Kamisan yang akan berlangsung pada Kamis (10/1) pukul 16.00-17.00 WIB. Berdasarkan surat pemberitahuanya yang disampaikan ke Polres,  aksi Kamisan itu mengangkat  tema, Banyak Kasus HAM, Pemerintah Jangan Diam.

Kemudian tersebar di media sosial ada panflet aksi Kamisan itu mengakat tema "Membredel buku, membelanggu ham" dan kemudian ada protes dari sejumlah orman. 

Menghindari hal itu Polres langsung membatalkan aksi Kamisan itu dan itu sudah disampaikan ke sejumlah ormas.

"Namun karena mungkin sejumlah aktivis ormas ini berjaga jaga saja sehingga saat ada orang yang mencurigakan akan melakukan aksi Kamisan itu meraka langsung bereaksi untuk menggagalkanya,"ujar Sumintak.

Sementara Tokoh Masyarakat Agam, H.Taslim mengangap wajar saja reaksi spontan dari masyarakat yang tidak setuju bangkitnya paham komunis itu sebab di Sumbar paham komunia itu sudah harga mati tidak diizinkan. 

"Sehingga apabila ada orang yang mencurigakan  membawa paham yang bertentangan dengan idiologi Pancasila itu, wajarlah muncul reaksi spontanitas seperti itu," ungkapnya.(h/ril)

 

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 21 Januari 2019 - 11:18:12 WIB

    Getaran Pila Tarok Diduga Akibat Limpasan Air

    Getaran Pila Tarok Diduga Akibat Limpasan Air PADANG, HARIANHALUAN.COM – Pakar Gempa yang juga pengajar di Universitas Andalas (Unand), Badrul Mustafa Kemal, menduga bahwa fenomena tanah bergetar di Pilla Tarok terjadi akibat limpasan air hujan yang jatuh ke aliran sun.
  • Kamis, 10 Januari 2019 - 10:44:30 WIB

    Pasangan Diduga Homo Digerebek di Payakumbuh

    Pasangan Diduga Homo Digerebek di Payakumbuh PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM -- Warga Kelurahan Sawah Padang Aur Kuniang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, berhasil menggerebek pasangan LSL (gay, red) yang diduga hendak melakukan perbuatan maksiat di kelurahan tersebut pada Se.
  • Kamis, 03 Januari 2019 - 18:52:24 WIB

    Kasus Pulau di Mandeh yang Diduga Dibakar, Polisi Kantongi Sejumlah Nama

    Kasus Pulau di Mandeh yang Diduga Dibakar, Polisi Kantongi Sejumlah Nama PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Kepolisian Resor Pesisir Selatan, melalui unit Reskrim melakukan penyelidikan pascakebakaran yang terjadi di Pulau Taraju, Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, beberapa waktu lalu..
  • Selasa, 01 Januari 2019 - 19:48:07 WIB

    Pulau di Kawasan Mandeh Ini Diduga Dibakar untuk Bangun Resort

    Pulau di Kawasan Mandeh Ini Diduga Dibakar untuk Bangun Resort PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, kembali geram mendengar kabar Pulau Taraju, Sungai Nyalo, di Kawasan Wisata Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, diduga dibakar..
  • Selasa, 27 November 2018 - 11:34:04 WIB

    Penambang Asing yang Serbu Limapuluh Kota Diduga Punya Sponsor

    Penambang Asing yang Serbu Limapuluh Kota Diduga Punya Sponsor LIMAPULUH KOTA, HALUAN – Kepala Kantor Imigrasi Agam Dani Cahyadi menduga para penambang asing yang datang ke Manggani, tidak datang atas kemauannya sendiri. Ada dugaan mereka disponsori oleh pihak tertentu. Pemberi sponsor.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM