Tahun 2018, Harga Berbagai Komoditas Turun


Selasa, 15 Januari 2019 - 10:51:45 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Tahun 2018, Harga Berbagai Komoditas Turun Dokumentasi Haluan

PADANGPARIAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Pada 2018, harga sebagian besar komoditas di Padang Pariaman mengalami penurunan. Namun perihal itu belum tentu menunjukan trader komoditas mengalami kerugian. Pantauan Haluan, perihal itu menjadi alasan untuk menggali potensi lain di sektor komoditas, banyak ditemukan peluang membuka posisi dan closing dalam kondisi profit di waktu-waktu yang tepat

Merujuk pada perkembangannya, awal tahun 2018, banyak yang memprediksi bahwa tahun itu adalah tahun bullish untuk komoditas logam mulia dan sektor energi.Analisa tersebut juga ada benarnya, karena sektor ini sebagian sempat bullish sebentar namun lebih banyak trend turun. Menariknya justru tahun ini performa terbaik diperoleh dari sektor soft commodity seperti kakao dan tepung gandum.

Beberapa pendapat dari tokoh tersohor di bidang komoditas serta data data pihak Dinas terkait yang Haluan himpun sehingga menjadi laporan komoditas setahun tepatnya pada 2018, menyimpulkan kondisi laju harga komoditas sebagai berikut:

Kakao. Di Padang Pariaman, kakao pernah menyentuh puncak pencapaian di sektor harga. Namun lambat laun di sisi lain perkebunan kakao menjadi berkurang karena penyakit tanaman tersebut.

Harga kakao pada tahun 2018 naik mencapai 49 persen karena meningkatnya kekhawatiran terhadap defisit cadangan kakao di musim itu. Permintaan kakao naik signifikan sedangkan supply menurun karena penurunan lahan pohon kakao. Selain itu cuaca kering juga berpengaruh terhadap kualitas pengeringan biji kakao di Afrika Barat.

Ramal Saleh, Kepala Kadin Sumbar mengulas perihal tersebut saat Haluan temui di kantornya pada 2018. Dia menjelaskan terkait pelemahan harga kakao dari tahun ketahun.

"Jika mengulas sejarah harga kakao di beberapa tahun lalu, pada tahun 2017 harga kakao turun sebesar 11 persen yang merupakan lanjutan pelemahan di tahun 2016 sebanyak 33 persen  secara gabungan," jelasnya.

Namun, jelas Ramal Saleh lagi, setiap menjelang perayaan Natal , coklat sebagai salah satu menu favorite dalam bahan pangan pesta Natal dan tahun baru juga mendorong peningkatan kebutuhan kakao.

"Seperti kita ketahui, coklat merupakan hasil olahan kakao yang banyak digemari oleh seluruh usia. Secara luas olahan produk coklat disukai baik sebagai minuman maupun makanan, bahkan ekstraknya juga dipakai untuk kosmetik dan parfum," ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, banyak analis berpandangan bahwa harga kontrak berjangka kakao akan mengalami trend kenaikan harga. Secara teknikal, terlihat bahwa harga kakao telah mencapai titik support terendahnya pada tahun 2017.

Selain kakao, perihal Logam Mulia juga disinggung saat itu. Menurutnya pada tahun 2018, merupakan tahun yang unik bagi pergerakan harga logam. Seluruh logam mulia seperti emas, perak, dan platinum mengalami penurunan harga jika dibandingkan harga awal tahun 2018.

Pada semester pertama, logam mulia memiliki harga yang stabil namun mulai memasuki trend penurunan menjelang semester kedua.

"Perihal ini tentu dipengaruhi oleh perang dagang antara negara Tiongkok dan Amerika Serikat serta perkembangan kebijakan suku bunga The Fed. Logam mulia berusaha menutupi penurunan dengan mengejar sedikit kenaikan menjelang akhir bulan Desember 2018," jelasnya.

Menurutnya, salah satu faktor penyebabnya adalah pelemahan pasar modal yang mendorong permintaan logam mulia sebagai safe heaven konvensional.

Selain itu, di sektor komoditas lain, saat kunjungan Wakil Menteri ESDM ke Pasir Baru, Padang Pariaman, Arcandra mengatakan pada Haluan, Pada tahun 2018 sektor energi paling aktif diperankan oleh minyak mentah dengan penurunannya yang dramatis menjelang akhir tahun dan naik turun harga gas alam menyerupai roller coaster.

"Jika pada tahun 2017 minyak mentah mencatatkan kenaikan hingga belasan persen. Tahun 2018 ini justru harga turun hingga 25% dibandingkan tahun sebelumnya," jelas Wakil Menteri ESDM yang asli warga Pariaman itu.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahkan selama 12 hari berturut-turut minyak mentah mengalami penurunan tanpa koreksi. Kondisi ini dipengaruhi karena berbagai faktor seperti puncak volume produksi minyak di AS yang mencapai 10 juta barrel, kesepakatan perdagangan AS dan Tiongkok hingga pelonggaran sanksi AS terhadap Iran.

Wakil Menteri itu juga mengulas soal Natural Gas. Pada sektor energi, gas alam jarang dipantau dalam transaksi dan volume transaksi tidak sebesar minyak bumi. Biasanya trader dan investor lebih menyimak harga emas hitam yaitu minyak mentah.

"Gas alam sempat bergerak pada kisaran harga sempit di semester pertama 2018. Menjelang musim panas, gas alam mengalami kenaikan signifikan karena permintaan untuk konsumsi pendingin ruangan," jelasnya.

Dikatakannya, permintaan gas alam berlanjut juga pada musim dingin untuk sumber energi bagi penghangat ruangan. Harga kontrak berjangka gas alam sempat mencapai puncak tertingginya di bulan November 2018 pada harga US$5 per MMBtu (per million British thermal unit) yang merupakan harga tertinggi sejak tahun 2014.

"Namun kenaikan harga tidak bertahan lama karena supply gas alam yang terlalu tinggi tidak sebanding dengan permintaannya. Permintaan menjadi tidak menentu karena perubahan cuaca yang tidak stabil," katanya.

Dijelaskannya juga, perihal tersebut sempat membuat harga gas alam turun dalam 3 minggu berturut-turut. Meski sempat mengalami kenaikan, akhirnya di penutupan tahun 2018 harga gas alam kembali ke kisaran harga pembukaan tahun yaitu US$3 per MMBtu. (h/mg-rei).

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 23 Januari 2019 - 16:02:53 WIB

    Daihatsu Raih Peringkat Dua Penjualan Ritel 10 Tahun Berturut-turut

    Daihatsu Raih Peringkat Dua Penjualan Ritel 10 Tahun Berturut-turut JAKARTA, HARIANHALUAN.COM— Daihatsu menutup tahun 2018 dengan raihan peringkat dua dalam penjualan ritel otomotif nasional. Dengan prestasi ini, Daihatsu selain berhasil mempertahankan peringkat dua penjualan ritel selama 1.
  • Kamis, 20 Desember 2018 - 11:33:12 WIB

    Tahun 2018, Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 4,8 Persen

    Tahun 2018, Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 4,8 Persen PADANG, HARIANHALUAN.COM — Laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat selama 2018 hanya berkisar dalam rentang 4,8–5,2 persen. Angka ini menurun bila dibandingkan dengan tahun lalu, di mana pertumbuhan ekonomi Sumbar mencapa.
  • Selasa, 20 November 2018 - 20:45:54 WIB

    Paket SENSA51 1GB Hadir di Hari Ulang Tahun Indosat Ooredoo

    Paket  SENSA51 1GB  Hadir di Hari Ulang Tahun Indosat Ooredoo PADANG, HARIANHALUAN.COM—Indosat Ooredoo, perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, kembali menegaskan komitmen transformasi bisnisnya dalam rangka memberikan layanan yang semakin mendapatkan kepercayaan dari.
  • Selasa, 13 November 2018 - 12:21:47 WIB

    Pelabuhan Teluk Bayur, Targetkan Ekspor 5 Juta Ton Pertahun

    Pelabuhan Teluk Bayur, Targetkan Ekspor 5 Juta Ton Pertahun PADANG, HARIANHALUAN.COM -- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II cabang Teluk Bayur dengan mengusung motto “Teluk Bayur Bangkit” targetkan ekspor 5 juta ton minyak kelapa sawit (CPO) pertahun melalui Pelabuhan Teluk Bayur..
  • Kamis, 05 April 2018 - 09:05:48 WIB

    Blue Bird Padang Remajakan 50 Taksi Tahun Ini

    Blue Bird Padang Remajakan 50 Taksi Tahun Ini PADANG, HARIANHALUAN.COM—Blue Bird Padang berencana meremajakan 50 unit taksinya pada tahun ini. Perusahaan itu meremajakan taksinya dengan mengganti jenis mobilnya dari sedan menjadi MVP..

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM