70 Tahun Peristiwa Situjuah, Wali Kota: Perjuangan Pahlawan Belum Usai


Kamis, 17 Januari 2019 - 11:07:48 WIB
70 Tahun Peristiwa Situjuah, Wali Kota: Perjuangan Pahlawan Belum Usai PERISTIWA SITUJUAH -- Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi hadiri peringatan 70 Tahun Peristiwa Situjuah, Selasa (15/1)

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM -- Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi menghadiri peringatan 70 Tahun Peristiwa Situjuah di lapangan sepak bola Khatib Sulaiman, Jorong Tangah, Nagaro Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (15/1).

Dalam peringatan yang dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal Purnawirawan Moeldoko, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Komisaris BRI Andrinof Chaniago, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Wakil Bupati Ferizal Ridwan, Riza menyampaikan pentingnya kelanjutan perjuangan mengisi kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus di tuntaskan sebagai warga negara. PR yang dimaksud Riza adalah pemenuhan kebutuhan yang merupakan hak warga untuk mendapatkan ekonomi, pendidikan, bahan pangan dan kesehatan yang wajar. "Perjuangan para pahlawan belum usai. Sebagai generasi yang hidup hari ini, kitalah para pejuangnya sekarang," tuturnya.

Riza menuturkan, perjuangan hari ini tentu berbeda dengan perjuangan para pahlawan dulu dengan senjata. "Dulu mereka berjuang dengan senjata dan diplomasi melawan penjajah Belanda. Sekarang mari berjuang dengan kecerdasan dan IT melawan kebodohan dan kemalasan," katanya.

Di sisi lain, Riza mendoakan agar para pejuang yang gugur dalam peristiwa Situjuah menjadi syuhada. "Mari teladani semangat juang mereka. Dan ingat, jangan jadi Tambiluak. Sang pengkhianat bangsa, yang rela mengorbankan saudara sebangsa demi materi yang tak seberapa," ucapnya tegas.

Sekedar diketahui, julukan Tambiluak dinisbatkan kepada Kamaluddin, seorang anggota TNI Sumatera Tengah yang dianggap sebagai dalang dan pengkhianat dalam Peristiwa Situjuah karena membocorkan pertemuan pemimpin-pemimpin PDRI pada 14 Januari 1949 kepada Belanda.

Akibatnya, Belanda pun dengan mudah melakukan serbuan pada Subuh keesokan harinya. Puluhan pemimpin sipil dan militer PDRI termasuk Chatib Sulaiman, lalu syahid bersimbah darah. Peristiwa tersebut dikenang setiap tahun. (mg-ari)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]