Puluhan Mahasiswa Aksi Damai di Kantor Bupati Pessel


Kamis, 17 Januari 2019 - 23:51:52 WIB
Puluhan Mahasiswa Aksi Damai di Kantor Bupati Pessel Bupati Hendrajoni memberikan penjelasan dihadapan puluha. mahasiswa yang melakukan orasi didepan kantor bupati setempat. (Okis Mardiansyah)

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Pesisir Selatan (Pessel), melakukan aksi damai di depan kantor bupati setempat. Dalam orasi tersebut, sedikitnya ada lima item pertanyaan yang disampaikan pada Kamis, (17/1), sekitarl 10.00 WIB itu.

Koordinator Aksi, Hamzah Jamaris, mengatakan, kedatangan rombongan mahasiswa untuk bertanya langsung kepada Bupati Hendrajoni terkait kisruh yang terjadi di Pesisir Selatan, pertama adalah dimana keberadaan Wakil Bupati Rusma Yul Anwar, sebab sudah jarang muncul di media massa. Kedua pembangunan yang dinilai kurang merata di Pessel, khususnya di Nagari Langgai, Kecamatan Sutera, ketiga kelanjutan pembangunan RSUD M.Zein Painan, di puncak Kabun Taranak, Kacamatan IV Jurai, keempat persoalan WNA asal China yang masuk ke Nagari Pelangai, Kacamatan Ranah Pesisir, kelima tapal batas antara Kecamatan Lunang dan Silaut yang tidak jelas hingga saat ini.

"Kami selaku mahasiswa sekaligus mewakili masyarakat Pesisir Selatan, tentu berhak mengetahui hal ini sedetil mungkin. Apakah tidak ada peran pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini," katanya kepada wartawan di Painan. Kamis, (17/1).

Menurut dia, persoalan krusial yang sudah menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat luas adalah persiteruan antara Bupati dan Wakil bupati Pessel. Ia menilai, kasus tersebut sudah masuk ke persoalan pribadi.

"Kami katakan demikian. Sebab, selain pak wabup masih ada sejumlah oknum lainnya yang melakukan hal serupa di Mandeh, Kacamatan Koto XI Tarusan, tapi kenapa tidak di proses," ucapnya.

Lebih lanjut kata dia, sebelumnya mahasiswa sudah sering melayangkan surat ke bupati dengan maksud ingin melakukan audiensi dan bertatap muka secara langsung. Namun, tak pernah direspon dengan baik. 

"Bahkan, waktu di rumah dinas kami pernah menunggu dari pagi sampai malam, tapi tak pernah dipanggil ke dalam. Akhirnya kami melakukan aksi damai hari ini," tuturnya.

Ia menambahkan, aksi hari ini, merupakan aksi pertama dari sekumpulan mahasiswa. Jika nantinya ditemukan data yang berbeda dilapangan dan tidak sesuai dengan jawaban bupati, maka mahasiswa akan melakukan aksi yang lebih besar lagi. 

"Untuk hari ini kami masih belum puas dengan jawaban pak bupati. Mungkin karena waktunya mepet dan sudah masuk waktu sholat kami maklum. Namun, jika seminggu lagi kami tidak mendapatkan jawaban yang pasti maka akan kami datangkan massa yang lebih banyak lagi, bahkan ribuan," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Hendrajoni menyambut baik kedatangan puluhan mahasiswa tersebut. Satu persatu pertanyaan mahasiswa dijawab secara detil saat itu. Bahkan, bupati memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang sudah berani menyampaikan langsung kepada dirinya. 

"Sebenarnya ini yang saya suka dari adik-adik mahasiswa ini. Jangan hanya mendengar sebelah pihak saja, nanti malah timbul fitnah. Wakil bupati saat ini terjerat hukum akibat perusakan hutan lindung di Mandeh. Saya secara pribadi sebelumnya sudah sering memperingatkan agar kegiatan itu jangan dilanjutkan, tapi tidak di dengarkan. Akhirnya orang ribut dan keluar berita di media massa, sampai penyidik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) datang kesini. Bagi saya katakan yang benar itu benar yang salah itu salah, kalau hukum tidak kita tegakan kapan negara ini maju," ucap bupati didepan puluhan mahasiswa.

Ia menyebutkan, saat ini kasus yang menjerat Wakil bupati Rusma Yul Anwar, berkasnya sudah dinyatakan P21 artinya berkas sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. Artinya tersangka dan barang bukti sudah duserahkan oleh penyidik KLHK kepada Kejaksaan. 

"Namun, putusannya belum keluar sampai sekarang. Apakah nanti sidang di Padang atau di Painan. Jadi, siapa yang melanggar hukum itu yang akan bertanggungjawab. Bagi saya semua kita sama dimata hukum, termasuk itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, karena kasusnya juga sama. Jadi, saya minta kepada mahasiswa mari sama-sama kita kawal kasus ini sampai tuntas," ucapnya.

Bupati Hendrajoni, menuturkan, terkait kelanjutan pembangunan RSUD M.Zein Painan di Puncak Kabun Taranak, Kecamatan IV Jurai, sudah diperiksa tim ahli termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan itu tidak bisa dilanjutkan. 

"Semuanya disana bermasalah, jaring laba-laba tidak sesuai dengan kedudukannya sehingga pondasinya banyak yang patah-patah. Saya tidak mau bayar hutang, siapa yang berbuat dia yang bertanggung jawab," ujarnya menegaskan. 

Terkait jalan di Nagari Langgai, Kecamatan Sutera, bupati mengatakan, itu kewenangannya ada di Provinsi. Jika dipaksaan menggunakan APBD daerah maka tidak akan mencukupi.

"Sebenarnya ini sudah lama kami usulkan ke pemerintah provinsi, namun hingga kini belum direalisasikan. Makanya kita ada wakil rakyat yang duduk dikursi DPRD untuk memperjuangkan itu," katanya. 

Bupati menambahkan, saat ini APBD daerah berjumlah 1,6 triliun. Namun, Rp900 miliar diperuntukkan untuk membayar gaji pegawai, Rp45 miliar untuk dana aspirasi DPRD, sisanya Rp600 miliar untuk pembangunan yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari Siguntur, Kecamatan Koto XI Tarusan hingga Lunang Silaut. Bahkan, hampir sekitar Rp1 triliun APBD daerah habis untuk bayar gaji pegawai. (h/kis)

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 13 November 2018 - 16:57:21 WIB

    Puluhan Imam Masjid di Kabupaten Solok Ikut Pelatihan

    Puluhan Imam Masjid di Kabupaten Solok Ikut Pelatihan AROSUKA, HARIANHALUAN.COM—Puluhan imam masjid di Kabupaten Solok medapat pelatihan. Hal itu dilakukan untuk menjadikan Imam sebagai taulan di kehidupan masyarakat..
  • Rabu, 18 Oktober 2017 - 13:20:14 WIB

    Puluhan Jorong di Pasbar Tak Ada Sinyal Komunikasi

    Puluhan Jorong di Pasbar Tak Ada Sinyal Komunikasi PASBAR, HARIANHALUAN.COM — Sebanyak 56 jorong yang tersebar di beberapa kecamatan di Pasaman Barat hingga hari ini masih belum terjangkau sinyal handphone. Akibatnya, masyarakat setempat sulit melakukan komunikasi dengan da.
  • Senin, 03 Juli 2017 - 18:45:09 WIB

    Puluhan ASN dan Tenaga Kontrak Bolos, Bupati Pasaman: Ada Sanksi Tegas

    Puluhan ASN dan Tenaga Kontrak Bolos, Bupati Pasaman: Ada Sanksi Tegas PASAMAN, HARIANHALUAN.COM—Sebanyak 31 orang pegawai di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pasaman, membolos alias tanpa keterangan pada gelaran apel perdana usai libur bersama perayaan Idul Fitri 1438H, Senin (3/7). Mereka, ASN.
  • Sabtu, 17 Juni 2017 - 00:52:29 WIB

    Bupati Pasaman Geram, Puluhan Staf Umum Izin Massal

    Bupati Pasaman Geram, Puluhan Staf Umum Izin Massal PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Bupati Pasaman, Yusuf Lubis, lagi-lagi dibuat jengkel oleh sebagian pegawai di Sekretariat Daerah (Setda) setempat, khususnya pada bagian umum. Kegusarannya disebabkan puluhan pegawai tidak hadir a.
  • Senin, 29 Mei 2017 - 19:11:29 WIB

    Puluhan Warga Pessel Terjangkit DBD

    Puluhan Warga Pessel Terjangkit DBD PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Penyakit demam berdarah (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk aides aygepti, kini mewabah di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), tepatnya di Kenagarian Punggasan Utara, Kecamatan Linggosaribaga.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM