Usulan “Mengganti BIM” Dikritik


Jumat, 18 Januari 2019 - 10:02:28 WIB
Usulan “Mengganti BIM” Dikritik Ilustrasi (haluan)

PADANG, HARIANHALUAN.COMRagam komentar mengiringi usaha Pemkab Padang Pariaman mengganti nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandar Udara Syekh Burhanuddin. Salah seorang dari delapan penyeleksi nama BIM, Yurnaldi, menegaskan ketidaksetujuan atas usaha Pemkab Padang Pariaman. Sedangkan pengelola BIM dan pihak maskapai menyerahkan sepenuhnya usaha itu kepada pemerintah, asal penggantian itu dijamin tidak akan menimbulkan polemik.

Komisioner Komisi Informasi (KI) Sumbar, Yurnaldi, yang merupakan salah satu dari delapan tokoh yang mendapat mandat dari Gubernur Sumbar untuk menyeleksi nama bandara sebelum resmi beroperasi pada 2005 lalu, menilai Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni tidak seharusnya mengupayakan penggantian nama BIM sehingga terkesan bahwa BIM hanya milik Padang Pariaman.

BIM itu milik Sumbar, bukan milik Padang Pariaman saja. Tak ada hak bupati untuk mengganti (namanya.red),” ujar Yurnaldi kepada Haluan, Kamis, (17/1).

Pemilihan nama BIM, kata Yurnaldi, dilakukan secara terbuka. Gubernur Sumbar saat itu memberikan tugas dan tanggung jawab kepada delapan tokoh dari berbagai elemen untuk memilih satu dari sekian nama yang mengapung. Para tokoh itu antara lain, Sosiolog Unand, Abdul Aziz Saleh; Sejarawan UNP, Mestika Zed; Buya H. Masoed Abidin dari kalangan ulama; Kamardi Rais Datuk Panjang Simulie dari kalangan tokoh adat, Budayawan Anas Nafis; Sastrawan Khairul Jasmi; Rusdi Lubis dari unsur pemerintahan, dan ia sendiri dari unsur wartawan.

Ia menambahkan, pemilihan nama BIM tak lepas dari perdebatan karena harus menyaring sepuluh nama dari ratusan nama yang mengapung. Setelah usulan itu disaring, akhirnya lahir kesepakatan menggunakan nama Minangkabau International Airport (MIA). Akan tetapi, karena penyingkatan MIA telah digunakan di negara lain, tim penyeleksi sepakat meng-Indonesiakannya menjadi Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

“Nama Syekh Burhanuddin, Tan Malaka, Hamka, Khatib Sulaiman, dan puluhan nama lain diusulkan. Jika salah satu dari nama-nama itu disepakati, maka saya berkeyakinan akan ribut. Daerah lain pasti menuntut nama pahlawan dari daerah mereka yang lebih layak jadi nama bandara. Oleh karena itu, diambil jalan tengah, menggunakan nama etnik Minangkabau yang juga sudah mendunia,” katanya lagi.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 10 November 2017 - 11:23:58 WIB

    Pedagang Tolak Usulan Pemko Bukittinggi Relokasi Pasar Atas Buntu

    Pedagang Tolak Usulan Pemko Bukittinggi  Relokasi Pasar Atas Buntu BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM – Sepuluh hari pascakebakaran Pasar Atas Bukittinggi, tempat relokasi pedagang masih belum menemui titik terang. Pemko Bukittinggi dan pedagang masih bersikap tarik ulur dalam menentukan tempat.
  • Kamis, 30 Juni 2016 - 05:43:53 WIB

    DPRD Tanah Datar Terima Tiga Usulan Ranperda

    BATUSANGKAR, HALUAN — DPRD Kabupaten Tanah Datar menerima nota penjelasan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dari Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi dalam sidang paripurna dewan, di Pagaruyung, Senin (27/6)..
  • Senin, 27 Juni 2016 - 04:51:36 WIB

    Masyarakat Diminta Proaktif Beri Usulan

    Masyarakat Diminta Proaktif Beri Usulan SOLSEL, HALUAN — Ke­tua DPRD Solok Selatan (Sol­sel) Sidik Ilyas, meminta agar masyarakat lebih proaktif gen­jot pengusulan pembangunan dimasing-masing daerahnya. Karena, tidak seluruh yang dibutuhkan masyarakat yang.
  • Jumat, 29 Januari 2016 - 03:49:54 WIB

    Usulan Musrenkel Diprioritaskan pada Pembangunan

    Usulan Musrenkel Diprioritaskan pada Pembangunan SOLOK, HALUAN — Camat Lubuk Sikarah Kota Solok Hendri meminta pada ma­syarakat kelurahan Sinapa Piliang agar usulan yang diaju­kan pada musyawarah ren­cana kelurahan (Musrenkel) lebih memprioritaskan pada aspek pembangun.
  • Selasa, 26 Januari 2016 - 03:06:29 WIB

    KUA dan Camat Kubung Bahas Usulan Penerima Insentif

    KOTO BARU, HALUAN—Camat Kubung bersama KUA Kec. Kubung melakukan seleksi terhadap Guru TPA/MDA, Imam/Garin/Khatib, Mubaligh dan Penyuluh Agama untuk diusulkan sebagai penerima insentif APBD tahun 2016. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM