Jadi Pahlawan Nasional, Chatib Sulaiman Dinilai Pantas


Senin, 21 Januari 2019 - 14:50:59 WIB
Jadi Pahlawan Nasional, Chatib Sulaiman Dinilai Pantas  BEDAH BUKU -- Suasana bedah buku Chatib Sulaiman di Dilo Telkom Witel Padang, Minggu (20/1). AKMAL

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Chatib Sulaiman dinilai pantas diusung sebagai pahlawan nasional. Hal itu tidak terlepas dari bagaimana perjuangan Chatib Sulaiman untuk kecintaan akan kemerdekaan Indonesia dalam perjuangan PDRI pada 22 Desember 1948 sampai 13 Juli 1949.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit pada seminar nasional oleh Yayasan Chatib Sulaiman dalam bedah buku, sekaligus menyiapkan pengusulan Chatib Sulaiman jadi pahlawan nasional pada Sabtu (19/1).

"Chatib Sulaiman gugur pada saat itu dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dengan dipercayainya Chatib Sulaiman sebagai Ketua Markas Pertahanan Rakyat Daerah dalam “struktur” PDRI," katanya.

Dalam mengenang perjuangan Chatib Sulaiman bersama 68 pejuang kemerdekaan lainnya di Nagari Situjuah, Lima Puluh Kota, kata Nasrul, semangat perjuangan sosok pemuda Chatib Sulaiman diharapkan dapat dihargai menjadi pahlawan nasional dan bukan hanya sekedar nama jalan saja saat ini.

"Melalui seminar ini mesti merumuskan adanya langkah-langkah yang bisa memperjuangkan kisah heroik semangat pejuang Chatib Sulaiman menjadi pahlawan nasional. Kita berharap sangat, Chatib Sulaiman diputuskan secara resmi oleh negara menjadi pahlawan nasional, bahagian dari semangat juang bela negara yang telah ditetapkan bangsa ini," katanya.

Sementara itu, Ketua Ketua Yayasan Chatib Sulaiman, Sudarman Khatib Datuak Babangso mengatakan, seminar nasional merupakan kegiatan dari Yayasan Chatib Sulaiman, yang salah satunya mengenang 70 tahun gugurnya Chatib Sulaiman pada 15 Januari 1949, bersama 68 pejuang kemerdekaan lainnya, yang dikenal dengan Peristiwa Situjuah.

"Peristiwa Situjuah adalah mata rantai yang tak bisa dipisahkan dengan eksistensi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) 1948-1949 di Sumatera Tengah. Ada 69 pejuang yang gugur dibantai Belanda, termasuk salah satunya Chatib Sulaiman," ujarnya

Semua ini, kata Sudarman, bagian dari penghormatan kepada perjuangan Chatib Sulaiman, beberapa ruas jalan utama di berbagai kota diberi nama jalan, seperti di Kota Padang, namun dalam penulisannya perlu diluruskan yang selama ini 'Khatib Sulaiman' diganti dengan 'Chatib Sulaiman'.

Salah satu tujuan seminar ini, sambungnya, untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda akan sejarah perjuangan kemerdekaan Chatib Sulaiman dan menjadikan Chatib Sulaiman sebagai pahlawan nasional, serta bedah buku tentang Chatib Sulaiman juga.

Buku Chatib Sulaiman yang dibedah pada hari itu, yakni buku Berjuang dan Gugur untuk review Kemerdekaan Indonesia karya Hikmat Israr dibedah Hasril Chaniago yang merupakan wartawan dan peminat sejarah. Setelah itu, buku karya Fikrul Hanif Sufyan berjudul Sang Republiken (Biografi Chatib Sulaiman 1924-1949) yang dianalisis Guru Besar Sejarah UNP, Mestika Zed. (h/mg-mal)

 

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]