Sampai Akhir Januari, BMKG Prediksi Padang Diguyur Hujan


Selasa, 22 Januari 2019 - 22:51:50 WIB
Sampai Akhir Januari, BMKG Prediksi Padang Diguyur Hujan Dokumentasi Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Minangkabau memperkirakan Kota Padang akan diguyur hujan sampai akhir Januari 2019. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Minangkabau, Yudha Nugraha kepada Haluan, Selasa (22/1).

Ia mengatakan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat itu, akan berpotensi menyebabkan bencana longsor dan banjir. “Dari Oktober 2018 hingga Januari ini secara klimatologis merupakan bulan dengan curah hujan yang tinggi dibandingkan bulan lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi cuaca diprediksi masih didominasi dengan angin kencang dan hujan sedang hingga lebat, mulai dari siang hari hingga malam. Selain di Padang, kata Yudha, kondisi cuara serupa juga terjadi di wilayah pesisir Sumbar lainnya, seperti Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Pariaman, Agam, dan Pesisir Selatan.

"Januari kecenderungan hujan mulai menurun, sehingga intensitas hujan yang terjadi tidak sebanyak saat bulan November dan Desember lalu," katanya.

Dengan kondisi cuaca seperti itu, kata Yudha, dapat meningkatkan kelembaban dan kejenuhan air tanah, sehingga perlu diwaspadai titik-titik rawan longsor. “Selain berpotensi longsor, karena curah hujan yang cukup tinggi, juga berpotensi terjadinya banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Edy Hasymi mengatakan, warga Kota Padang agar lebih siaga dan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi kondisi cuaca saat ini.

“Selalu tingkatkan kesiapsiagaan terutama saat hujan lebat pada malam hari, khususnya di daerah rawan banjir dan longsor,” katanya.

Ia menyebutkan, daerah rawan banjir ini tetap berpotensi terjadi di Jondul Rawang, Kecamatan Padang Selatan. Sedangkan daerah rawan longsor terjadi di kawasan Lubuk Paraku, Bukit Lampu dan kawasan Gunung Padang.

Selaun itu, masyarakat Kota Padang yang biasa menggunakan air sungai untuk kehidupan sehari-hari, seperti mencuci, mandi dan hal lainnya diharapkan bisa terus waspada dengan air bah yang datang secara tiba-tiba. Ia mengatakan, waspada tersebut menyusul kejadian di Sungai Gunuang Nago yang tiba-tiba tinggi dan membuat satu mobil terjebak.

"Kita kan tidak tahu apakah di hulu itu hujan atau tidak. Makanya masyarakat harus tetap meninggkatkan waspada ketika beraktifitas di sungai," ujarnya.

Kalau bisa, kata Edy, masyarakat harus mencari sungai yang lurus agar bisa melihat hulu sungai dan bisa lari ketika ada air bah. "Apalagi bagi ibu-ibu yang biasanya mencuci di sungai. Itu kan membutuhkan waktu cukup lama, jadi diharapkan bisa mencari sungai yang lurus agar ketika air bah bisa terlihat," katanya. (h/mg-mal)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]