Jalan Pessel – Solok Terhalang Status Hutan


Rabu, 23 Januari 2019 - 13:38:19 WIB
Jalan Pessel – Solok Terhalang Status Hutan Petas Sumbar

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Setelah sempat tertunda lantaran terhalang hutan konservasi, pengerjaan jalan sepanjang 42 kilometer yang dimulai dari Nagari Pasar Baru, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan menuju Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok akhirnya bakal kembali dilanjutkan. Proyek strategis nasional itu direncanakan akan menembus beberapa titik kawasan hutan konservasi yang dilewati oleh jalan tersebut.

 “Sebenarnya ada alternatif lain yang sempat diajukan, yakni dengan cara membangun jalan memutar, sehingga tidak harus melewati hutan konservasi. Akan tetapi, jika demikian maka akan ada penambahan jalan sepanjang 18 km lagi. Jelas tidak mungkin serta tidak efektif. Oleh karena jalan yang ada sekarang sudah terbuka sepanjang 3 km,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat ditemui di ruangannya, Senin (21/1).

Oleh sebab itulah, Pemprov Sumbar  berencana akan mengirim surat kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), meminta izin untuk merambah hutan konservasi dalam rangka pembangunan jalan. Selain itu, pemprov juga akan menjalin kerjasama operasional dengan Badan  Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar terkait pembebasan lahan di hutan konservasi tersebut. “Untuk itu, kami akan berupaya memaksimalkan pengerjaan jalan Pasar Baru, Bayang, karena bagaimanapun proyek ini sudah dianggarkan di 2019. Namun demikian, yang paling penting adalah kami di sisi lain juga tidak ingin melanggar hukum, terutama di bidang kehutanan dan lingkungan hidup,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Sumbar, Yozwardi mengatakan, untuk pembebasan lahan di hutan konservasi yang merupakan kewenangan pemerintah pusat, perlu diadakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov Sumbar sebagai pemohon dan Kementerian LHK selaku pengelola. Namun sebelum hal tersebut dilakukan, perlu dilakukan kajian mendalam terhadap hutan konservasi yang dimaksud. Nantinya pengkajian tersebut akan melibatkan tim dari BKSDA Sumbar, Dishut Sumbar, ahli kehutanan yang ditunjuk oleh pemerintah pusat, serta akademisi dari universitas. Setelah dikaji secara mendalam, barulah dimungkinkan umtuk perubahan blok atau zona pengerjaan jalan Pasar Baru tersebut.

“Terakhir, baru diputuskan apakah pembebasan lahan ini memungkinkan atau tidak. Ah, kondisinya sekarang, hutan konservasi di Pessel itu secara teknis masih berupa blok rehabilitasi. Sedangkan pembebasan lahan baru memungkinkan di blok khusus,” kata Yozwardi.

Sehingga, ujarnya, yang menjadi persoalan sekarang adalah apakah blok rehabilitasi itu bisa diuba menjadi blok khusus, yang tentu saja menjadi tanggungjawab tim pengkajian untuk menilainya.  Apabila telah ditetapkan statusnya sebagai blok khusus, barulah bisa dilakukan PKS penggunaan hutan konservasi untuk kepentingan publik, seperti pembangunan jalan atau semacamnya.

“Kasusnya sama seperti jalan Kelok 9. Jalan itu kan dulunya cagar alam. Tetapi setelah ada kajian, akhirnya dapat dibangun. Makanya saya rasa, pembebasan lahan ini memungkinkan. Asal ada kajian terlebih dahulu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Fathol Bari mengungkapkan bahwa pembangunan jalan tembus Pasar Baru, Bayang menuju Alahan Panjang akan segera dilanjutkan dengan alokasi anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 28 miliar, APBD 2019 sebesar 2,,8 miliar, serta APBN sebesar 9,7.

“Tahun ini, kami menargetkan akan melakukan pengaspalan jalan sepanjang 7 km. Dan itu tidak termasuk jalan yang melintasi hutan konservasi. Tetapi kalau itu sudah ada izin dari Kementerian LHK, kami sudah bisa langsung mengerjakanya,” kata Fathol. (h/mg-dan)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 19 Mei 2019 - 23:22:43 WIB

    Sedang Proses Tender, Pessel Aspal Jalan Masyarakat di Kampung Sikabu Lengayang

    Sedang Proses Tender, Pessel Aspal Jalan Masyarakat di Kampung Sikabu Lengayang PAINAN, HARIANHALUAN.COM— Ruas jalan kabupaten di Kampung Sikabu, Nagari Lakitan Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, sepanjang 3 kilo meter bakal di aspal 2019 ini..
  • Kamis, 16 Mei 2019 - 13:57:11 WIB

    Masyarakat Keluhkan Banyak Ruas Jalan di Sawahlunto Rusak Parah

    Masyarakat Keluhkan Banyak Ruas Jalan di Sawahlunto Rusak Parah SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM – Meski telah ditinjau langsung oleh Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, akhir April 2019 lalu tepatnya, Selasa (30/4). Kondisi jalan nasional yang ada di sepanjang Kota Sawahlunto masih mem.
  • Rabu, 15 Mei 2019 - 14:09:05 WIB

    Warga Jorong Durian Minta Akses Jalan dan Jembatan

    Warga Jorong Durian Minta Akses Jalan dan Jembatan PASBAR, HARIANHALUAN.COM - Bupati Pasaman Barat (Pasbar), H. Syahiran meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Henny Ferniza untuk membangun sejumlah akses jalan dan jembatan yang dibutuhkan oleh masyarakat Jorong Durian Kandang .
  • Rabu, 15 Mei 2019 - 11:13:17 WIB

    DPRD Minta Jalan Mulus Sambut Pemudik

    DPRD Minta Jalan Mulus Sambut Pemudik PADANG, HARIANHALUAN.COM—Jelang arus mudik lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, Komisi IV DPRD Sumbar meminta dinas terkait segera memetakan dan memperbaiki jalan provinsi yang mengalami kerusakan. Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, .
  • Selasa, 14 Mei 2019 - 22:54:38 WIB

    Berkunjung ke Gunung Medan, TSR Dharmasraya Terima Keluhan Jalan Rusak dan KK Miskin

    Berkunjung ke Gunung Medan, TSR Dharmasraya Terima Keluhan Jalan Rusak dan KK Miskin DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM – Mesjid Jamaaturrahmah, Jorong Seberang Mimpi, Nagari Gunung Medan, Kecamatan Siitung, dibantu Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sebesar Rp 10 juta, melalui tim 11 Safari Ramadhan. Tim Kepala P.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM