Penyegelan SDN 24 Durian Jantuang Berakhir


Kamis, 24 Januari 2019 - 11:20:11 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Penyegelan SDN 24 Durian Jantuang Berakhir SEGEL SEKOLAH--Puluhan murid terpaksa belajar di luar ruang Sekolah Dasar (SD) 24 Durian Jantuang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (21/1). Hal disebabkan oleh penyegelan yang dilakukan oleh penjaga sekolah sekaligus pewaris lahan sebagai bentuk protes kepada Pemkab Padang Pariaman. RENDI

PADANGPARIAMAN, HARIANHALUAN.COM Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri 24 Durian Jantuang, Aur Malintang, Kabupaten Padangpariaman kembali berlangsung di dalam kelas setelah pewaris lahan tempat berdirinya sekolah yang juga bekerja sebagai penjaga sekolah membuka segel kayu di setiap pintu kelas. Hal itu pun disambut gembira oleh para guru, murid, dan orang tua siswa.

Penyegelan sebelumnya dilakukan bukannya tanpa sebab. Jonierman selaku pewaris lahan mengambil tindakan penyegelan karena muak dengan janji Pemkab Padang Pariaman yang sejak 1997 lalu berjanji memprioritaskan dirinya untuk diangkat sebagai PNS atau menyetarakan gajinya sebagai penjaga sekolah dengan Upah Minimun Regional (UMR).

Pantauan Haluan, Rabu (23/1), aktivitas sekolah kembali lancar. Berdasarkan keterangan Kepala Sekolah SD 24, Yasmarni, penyegelan dibuka sendiri oleh Jonierman. "Pagi tadi seluruh segel dibuka penjaga sekolah. Alhamdulillah saya bersyukur sekali, sekarang aktivitas kembali lancar, " kata Yasmarni.

Sementara itu, Jonierman ikut mengakui bahwa ia memang membuka segel tersebut bersama jajaran dari Polsek Aur Malintang "Tuntutan saya sudah dipenuhi oleh Dinas Pendidikan. Mereka setuju memberikan gaji saya setara UMR. Selama ini gaji saya cuma Rp500 ribu dari Dinas terkait, Rp200 ribu dari Dana Bos," kata Jonierman, Rabu (23/02).

Jonierman juga mengatakan, ia sebenarnya tidak mau mengambil tindakan penyegelan sekolah, tindakan itu dengan berat hati ia lakukan meski pun sebenarnya banyak kemenakannya yang juga bersekolah di sekolah itu. "Berat hati sebenarnya melakukan penyegelan. Namun, kalau tidak begitu hak saya mungkin tak kan pernah terpenuhi, " sebutnya.

Di kesempatan berbeda, salah seorang wali murid, Jannah, yang ditemui Haluan di lokasi sekolah mengatakan, ia ikut senang karena aktivitas sekolah tersebut yang kembali lancar. Sebelumnya, anaknya belajar di teras sekolah dengan beralasan karung goni dan menimbulkan keluh kesah.

"Iya, saya senang anak saya bisa belajar seperti biasa lagi di sekolahnya. Padahal kalau dalam bulan ini sekolah masih disegel, saya punya rencana memindahkan anak sekolah di tempat lain," kata Janah (45).

Di sisi lain, aktivis Tim Organisasi Penyelamat Aset Negara (Topan) Cabang Padangpariaman, Riky Febrian ikut berkomentara bahw penyegelan sekolah memang tak seharusnya dilakukan oleh pihak mana pun.

"Ya, sebenarnya penyegelan sekolah dapat dihindari jika saja dinas terkait mampu menampung keinginan pewaris tanah. Meski sekarang janji sudah dipenuhi dan aktivitas sekolah kembali lancar. Perihal itu tetap jadi catatan buruk di dunia pendidikan Padangpariaman," kata Riky. (h/mg-rei)

Baca juga: Sekolahnya-disegel-murid-sd-di-padang-pariaman-ini-belajar-di-teras



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM