Bulog Bukittinggi Stok 3.000 Ton Rastra


Kamis, 24 Januari 2019 - 12:17:35 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Bulog Bukittinggi Stok 3.000 Ton Rastra Ilustrasi (haluan)

BUKITINGGI, HARIANHALUAN.COM - Perum Bulog Sub Divisi Regional Bukittinggi, menyediakan 3000 ton rastra untuk mencukupi tiga bulan penyaluran untuk 7 wilayah kerja Bulog Bukittinggi.

Kepala Bulog Sub Divre Bukittinggi, Sultani, Rabu (23/1) mengatakan 3000 ton itu mencukupi tiga bulan penyaluran di 7 kabupaten dan kota yakni Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Payakumbuh, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, Pasaman, dan Kabupaten 50 kota.  "3.000 ton rastra itu kita stok di gudang-gudang Bulog kita, jadi kalau setiap ada penyaluran disetiap kabupaten dan kota, kita siap menurunkannya," tambahnya.

Sementara untuk penyalurannya, tambah Sultani Bulog hanya menyerahkan beras ke pemerintahan masing-masing untuk disalurkan kepada KPM yang sudah terdata di kelurahan masing-masing. Di samping itu, Bulog Bukittinggi juga siap menurunkan beras jenis premium ke pasar-pasar melalui operasi pasar jika harga beras di pasar mengalami kenaikan dan kebutuhan menurun.  "Kemarin kita udah turunkan 10 ton beras melalui operasi pasar, jadi jika masih kurang kita siap menurunkan kembali beras Bulog untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ucapnya.

Salurkan 100 Ton

Memasuki tahun 2019, Perum Bulog Divisi Regional Sumatra Barat akan menyalurkan 70-100 ton beras jenis medium dan premium per hari ke pasar-pasar besar di wilayah tersebut. Kepala Bulog Divre Sumbar Suharto Djabar menyebutkan, kebijakan melakukan operasi pasar setiap hari untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan beras akibat musim hujan yang masih berlangsung.

Selain itu, dinamika tahun politik juga menjadi salah satu alasan bagi Bulog untuk menjamin ketersediaan beras. "Harapan kita setiap hari ada 100 ton (beras), Bulog sendiri siap dengan stok 15 ribu ton cukup hingga Idul Fitri," ujar Suharto saat pelepasan operasi pasar di Gudang Bulog Pampangan beberapa waktu lalu.

Suharto menyebutkan, angka cadangan beras sebanyak 15 ribu ton yang saat ini tersimpan di gudang bisa saja bertambah bila kebutuhan di lapangan meningkat. Bulog Divre Sumbar berencana menambah 10 ribu ton beras dari Jawa Timur dan Jawa Barat bila memang cadangan eksisting tak sanggup memenuhi permintaan pasar.

Beras yang digelontorkan ke pasar-pasar oleh Bulog terdiri dari beras premium dan medium. Beras premium merupakan beras lokal yang didatangkan dari Sumbar, Lampung, dan Indramayu.

Sementara beras medium juga didatangkan dari dalam negeri plus beras impor dari Thailand dan Vietnam. Masyarakat bisa membeli beras hasil operasi seharga Rp 8.600 per kilogram (kg) untuk jenis medium dan Rp 9.600 per kg untuk jenis premium.

Operasi pasar yang dilakukan Bulog Divre Sumbar terutama akan menyasar pasar-pasar besar seperti Pasar Raya, Pasar Siteba, dan Pasar Lubuk Buaya di Kota Padang. Di daerah lain, operasi pasar juga menyentuh Pasar Bawah di Bukittinggi, dan Pasar Modern di Solok "Kita juga akan melakukan pendistribusian beras ke perumahan dan permukiman kategori menengah ke bawah," kata Suharto.

Bulog juga menggandeng pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan harga pangan. Sepanjang tahun 2018, inflasi Sumatra Barat berhasil dijaga rendah lantaran harga beras yang stabil. Suharto berharap harga beras bisa tetap stabil sepanjang 2019 sehingga inflasi tetap terjaga rendah. (h/mg-yes)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 12 Februari 2016 - 03:35:15 WIB

    Bulog Jalin Kerjasama dengan Keltan

    SOLOK, HALUAN — Badan usaha logistik (Bulog) kini diberi peluang membeli gabah petani. Tak terkecuali Bulog Solok, juga mulai me­laku­kan hal yang sama. Pem­belian gabah pada petani diawali dengan melakukan kerjasama an.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM