SPj Fiktif II Masih Jalan di Tempat


Jumat, 25 Januari 2019 - 09:59:29 WIB
Reporter : Tim Redaksi
SPj Fiktif II Masih Jalan di Tempat Ilustrasi (haluan)

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Penanganan kasus dugaan korupsi Surat Pertanggungjawaban (SPj) Fiktif jilid II di Sumbar dengan kerugian negara Rp62,5 Miliar masih jalan di tempat. Subdit Dit Tipidkor Mabes Polri selaku penegakan hukum yang menangani kasus tersebut masih belum memberikan informasi terkait pengembangan pengusutan. Padahal, selama persidangan jilid pertama kasus yang sama, terpidana Yusafni alias Ajo telah membeberkan keterangan yang seyogyanya memudahkan kerja penyidik.

Terkait lambannya penanganan penyidik Mabes Polri, Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Unand mengaku telah menyurati Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan supervisi atas kasus tersebut. "Kami sudah mengirimkan surat ke KPK, agar melakukan supervisi terhadap kasus korupsi dengan nominal terbesar di Sumbar ini. Agar kasus itu benar-benar diselesaikan," kata Direktur Pusako Unand, Feri Amsari kepada Haluan, Selasa (22/1) lalu.

Menurut Feri, ada dugaan yang tidak benar dalam upaya penanganan kasus tersebut, karena perkembangan kasus tersebut sudah lama tidak ada kejelasan dari penyidik Mabes Polri. Padahal, sebelumnya sudah terdapat pelaku yang sudah divonis awal tahun lalu pada kasus jilid pertama. "Sepertinya ada yang tidak beres, mengapa sampai kini masih juga belum selesai," katanya.

Sebelumnya, koordinator Lembaga Antik Korupsi Integritas, Arief Paderi mengatakan, KPK harus serius melakukan supervisi. Karena selama ini diketahui kasus tersebut berada di bawah supervisi KPK, akan tetapi hingga saat ini masyarakat tidak mengetahui apa hasil dari supervisi yang dilakukan oleh KPK.

"Selama ini dilakukan supervisi oleh KPK, tetapi apa hasilnya dan bagaimana tindaklanjutnya kita tidak mengetahui. Kalau seperti ini supervisi KPK terhadap lembaga penegak hukum lainnya, tentu masyarakat sangat menyayangkannya," kata Arief.

Lebih lanjut disebutkannya, apabila penanganan kasus itu tidak mungkin dilanjutkan oleh pihak kepolisian, ia sangat berharap untuk mengambil alih penanganan kasus ini. "Sebenarnya, kami mendesak KPK untuk ambil alih kasus ini, karena melihat jumlah dan aliran dananya, secara aturannya sudah pas KPK yang menangani. Setidaknya KPK serius dalam supervisinya," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, di sela diskusi publik Potret Kebijakan dan Anggaran Lingkungan Hidup, di Hotel Grand Inna Padang, Selasa (22/1) lalu, tidak membantah bahwa memang pihaknya melakukan pengawalan terhadap kasus tersebut, di mana dalam perjalanan kasus jilid pertama telah menjerat terpidana Yusafni.

“Tim monitoring dari KPK selalu merekam perjalanan sidang tersebut. Itu kan kasus, walau pun kami melakukan pengawasan terhadap kasusnya, itu tidak bisa disampaikan di sini," kata Laode.

Sebelumnya, penanganan SPj Fiktif jilid II ditunda oleh Subdit Dit Tipidkor Bareskrim Polri karena terbagi fokus dengan penangan kasus korupsi PT Pertamina EP Cepu blok Alas Dara Kemuning dengan kerugian negara mencapai Rp178 miliar.

Penyelidik dari Dit Tipidkor Bareskrim Polri yang ikut menangani kasus ini sejak jilid pertama, AKBP Rahmat sebelumnya memastikan, dugaan aliran uang ke banyak pihak bukan sekadar ocehan Yusafni. Dalam pengembangan kasusnya, Bareskrim juga menemukan praktik tersebut dalam berbagai bukti dan keterangan.

Proses pengembangan kasus ini tetap akan terus dilakukan karena menyangkut kerugian keuangan negara dengan jumlah cukup banyak. Perhitungan BPK RI, SPj Fiktif dengan pelaku utama Yusafni tersebut merugikan negara hingga Rp62,5 miliar.

Informasi terakhir, Dittipidkor Bareskrim yang sebagian besar anggotanya mantan penyelidik dan penyidik KPK, telah memeriksa setidaknya 30 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dalam pengusutan kasus SPj Fiktif jilid II ini. Setelah penyelidikan tuntas dilakukan, sesuai tahapan yang berlaku, akan dilakukan gelar perkara untuk memastikan siapa yang terlibat dan siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka. (h/mg-hen)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 14 Januari 2019 - 20:20:34 WIB

    KPK Bisa Supervisi Kasus SPj Fiktif di Sumbar?

    KPK Bisa Supervisi Kasus SPj Fiktif di Sumbar? PADANG, HARIANHALUAN.COM – Terpecahnya konsentrasi penyidik dalam penanganan berbagai kasus, menurut Koordinator Lembaha Integritas Arief Paderi, bukan alasan yang tepat untuk menunda penanganan kasus SPj Fiktif Jilid II ya.
  • Kamis, 04 Oktober 2018 - 14:28:42 WIB

    2019, SPj Fiktif Jilid II Dilanjut

    2019, SPj Fiktif Jilid II Dilanjut PADANG, HARIANHALUAN.COM – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memastikan akan melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fiktif awal tahun 2019 ini.  Jika bisa diungkap lebih dalam, .
  • Kamis, 27 September 2018 - 08:56:44 WIB
    ICW DESAK BARESKRIM

    KPK Bisa Ambil Alih Kasus SPj Fiktif

    KPK Bisa Ambil Alih Kasus SPj Fiktif PADANG, HARIANHALUAN.COM– Penanganan kasus dugaan korupsi Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif jilid II di lingkungan Pemprov Sumbar sejauh ini belum menemui titik terang di Bareskrim Polri. Jika terus mandek, tidak menutu.
  • Kamis, 12 Juli 2018 - 09:34:44 WIB

    Napi SPj Fiktif Dipindah ke Lapas Muaro

    Napi SPj Fiktif Dipindah ke Lapas Muaro Jaksa bergerak cepat. Berita tentang keluarnya terpidana kasus SPj Fiktif Yusafni dari Rutan Anak Aia ditindaklanjuti dengan mengeksekusinya. Ia dipindah ke Lapas Muaro, Padang. Namun, kelalaian petugas di rutan didesak untuk.
  • Rabu, 11 Juli 2018 - 10:05:02 WIB

    Karutan Sempat Membantah, Napi SPj Fiktif Bisa Keluar Penjara

    Karutan Sempat Membantah, Napi SPj Fiktif  Bisa Keluar Penjara Tiba-tiba Yusafni, napi kasus mega korupsi di Sumbar kedapatan berada di Bukittinggi. Ia disebut sedang sakit. Namun, hal ini menjadi kontroversi karena ia keluar tanpa dan pengawalan petugas Rutan Anak Aia tempat ia ditaha.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM