Di Padang Pariaman, Lahan Kakao Berkurang 40 Persen


Jumat, 25 Januari 2019 - 10:23:40 WIB
Di Padang Pariaman, Lahan Kakao Berkurang 40 Persen Ilustrasi kakao (argoindonesia)

PADANGPARIAMAN, HALUAN-- Luas tanaman kakao di Kabupaten Padangpariaman diperkirakan berkurang 40 persen. Sebelumya, pada masa jayanya, kakao atau tanaman coklat mencapai luas 17.781 hektare yang tersebar di 17 kecamatan. Berdasarkan keterangan para petani kakao di beberapa kawasan kabupaten tersebut, tanaman kakao "sekarat".

Salah seorang petani kakao, Zubir (42) yang Haluan temui di Sungai Geringgiang mengatakan, tahun 2015, Padang Pariaman masih sebagai kabupaten/kota dengan lahan kakao terluas di Sumatera Barat. Namun, nasib tanaman kakao tersebut hari ini semakin menyedihkan.

"Sekarang buah membusuk, batang lapuk serta meranggas, dahan mati, seperti terkontaminasi virus HIV saja, tanpa ada obat penyembuhnya," kata Zubir, Rabu (24/01).

Dikatakannya juga, hingga kini belum ada yang bisa mengembalikan kejayaan sektor komoditas unggulan tersebut. Sebut saja, pemerintah di sektor pertanian, perkebunan, angkat tangan mengurusnya.

"Petani pun demikian, tak sedikitpun harapan pada tanaman itu lagi, sudah banyak cara yang saya lakukan, namun buah tetap busuk, " ungkap Zubir yang punya 40 batang kakao.

Saat itu, memang terlihat kakao di kebun Zubir buahnya hampir semuanya menghitam. Sama halnya dengan tanaman kakao di beberapa kawasan lainnya.

Sebelumnya kakao dimasa 2010 hingga 2015 mencapai 2.562,4 Ha kawasan produksi dengan jumlah produksi mencapai 512,7 ton pertahun dan harga produksi mencapai Rp 20.000 perkilogram, kini menjadi tanaman upatan masyarakat. Seperti keterangan salah satu petani di Kawasan Sungai Limau, Ajo Erman namanya.

"Oh coklat, tu di pekarangan belakang rumah, menjadi rimba. Buah tak ada, banyak ular yang bersarang di sana, terlebih semut, banyaknya mintak ampun," kata Ajo Erman.

Lebih lanjut dikatakannya, cuma beberapa tahun saja produksi kakao membaik dan sekarang, ya seperti yang bisa dilihatlah, produksi nihil. "Rencana mau saya babat semua dan diganti dengan tanaman lain," ungkapnya.

Sementara itu, Pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Bagian Perkebunan, Taufik membenarkan masalah yang dihadapi petani sektor kakao. Dikatakannya, hampir dimana-mana pada Kabupaten Padangpariaman, tanaman kakao rusak.

"Ya sudah sering juga kami mekakukan penyuluhan terkait itu semua. Saat ini kami masih mencari solusi untuk tanaman kakao, " katanya belum lama ini.

Pada sisi lain terkait tanaman kakao, Kementerian Pertanian (Kementan) bakal memangkas alokasi anggaran peremajaan dan perluasan komoditas perkebunan kakao dan kelapa pada 2019. Luas kebun yang diremajakan dan diperluas juga bakal menyusut dari tahun ini.

Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan Irmijati mengatakan, di salah satu stasiun televisi belum lama ini, anggaran peremajaan dan perluasan kakao pada tahun depan menjadi Rp99,56 miliar. Sedangkan luas lahan turun 30 persen dari 11.800 hektare (ha) pada tahun ini menjadi 7.730 ha pada tahun depan. (h/mg-rei)

 




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 17 Juni 2019 - 19:27:02 WIB

    Gempa 5,3 SR Goyang Pasbar, Warga di Zona Merah Berhamburan

    Gempa 5,3 SR Goyang Pasbar, Warga di Zona Merah Berhamburan PASBAR, HARIANHALUAN.COM-Gempa yang berkekuatan 5,3 SR menjelang  magrib yang berpusat di Pasbar warga  yang berada di zona merah berhamburan menyelamatkan diri. .
  • Ahad, 16 Juni 2019 - 08:50:41 WIB

    Soal Pencaplokan Lahan DPRD, M. Nur Idris: Bangunan Stikes Fort De Kock  Harus Dibongkar

    Soal Pencaplokan Lahan DPRD, M. Nur Idris: Bangunan Stikes Fort De Kock  Harus Dibongkar BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM-Ketua Komisi bidang Hukum dan Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyuat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi, M. Nur Idris mengatakan tidak ada ruang hukum formal yang dapat diberikan kepada Sekolah Tinggi.
  • Jumat, 12 April 2019 - 20:49:11 WIB

    Kampung Jokowi di Limapuluh Kota Diresmikan, Warga Terharu

    Kampung Jokowi di Limapuluh Kota Diresmikan, Warga Terharu LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM—Sumatera Barat resmi mempunyai Kampung Jokowi, terletak di Jorong Bancah, Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Kampung ini diresmikan langsung oleh keluarga besar J.
  • Kamis, 11 April 2019 - 18:26:09 WIB

    Dinas Perikanan Pessel  Serahkan  Bantuan Bibit Nila

    Dinas Perikanan Pessel  Serahkan  Bantuan Bibit Nila PAINAN, HALUAN - Dinas Perikanan Kabupaten Pesisir Selatan menyerahkan bantuan bibit Ikan Nila sebanyak 2000 ekor kepada Koramil 07 Kecamatan Koto XI Tarusan, Kamis (11/4)..
  • Selasa, 09 April 2019 - 11:43:41 WIB

    Iklim Literasi Diharapkan Semakin Tumbuh

    Iklim Literasi Diharapkan Semakin Tumbuh PADANGPANJANG, HARIANHALUAN.COM – Pegiat-pegiat literasi Kota Padangpanjang mengapresiasi komitmen Wali Kota Padang Panjang, H. Fadly Amran, B.B.A., Datuak Paduko Malano yang mengharapkan gerakan literasi di ‘Kota Seramb.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM