Masak dengan Cara Tradisional, Rendang Uni Lili Dipasarkan Hingga ke Luar Negeri


Rabu, 30 Januari 2019 - 20:09:17 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Masak dengan Cara Tradisional, Rendang Uni Lili Dipasarkan Hingga ke Luar Negeri RENDANG KEMASAN—Rendang kemasan Uni Lili di gerainya. Dengan produksi 50 Kg per dua hari, rendang ini dipasarkan hingga ke luar negeri. YESSI

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sejak resmi memasarkan produk randangnya via penjualan online 2016 silam, Rendang Uni Lili berkembang semakin pesat.

Penikmatnya tak hanya di Sumbar saja, namun sudah sampai ke seluruh Indonesia hingga ke luar negeri.

Diceritakan Ririn Engla P (26) anak dari Erma Neli (50) atau yang kerap disapa Uni Lili, beberapa negara menjadi pemasok setia Rendang Uni Lili.

"Pemasaran sudah ke seluruh Indonesia dan beberapa negara seperti Quwait, Sidney, Arab Saudi, Hongkong dan lain-lain. Hongkong karena banyak TKW-TKW asal Indonesia," kata Ririn lagi.

Jenis randang yang ditawarkan seperti randang daging, lokan, jengkol, tuna dan ayam kampung. Disamping itu, juga ada olahan masakan minang yang mendunia lainnya seperti dendeng batokok dan lain-lain.

"Kami tidak hanya menjul rendang, tapi berbagai makanan khas minang lainnya. Namun, yang paling diminati randang daging dan randang jengkol," ungkapnya.

Dibantu 6 orang juru masak dan 4 orang karyawan lainnya, sekali dua hari Rendang Uni Lili mampu memproduksi sebanyak 50 kg randang berbagai jenis.

"Untuk produksi kita di Solok Selatan, karena disini pasokan bahan-bahan seperti rempah-rempah dan kayu kulit manis sebagai bahan bakar mudah didapat. sedangkan pemasarannya di Jalan akses Bandara sesudah Jembatan Batang Anai," papar nya lagi.

Ririn menambahkan, yang membedakan rendangnya dengan randang-randang lain adalah proses pemasakan yang masih mempertahankan cara tradisional yaitu menggunakan kayu kulit manis.

"Walaupun dengan berkembangnya teknologi, rendang uni lili masih memakai tungku yang bahan bakarnya kayu kulit manih sehingga membuat citarasa lebih meresap. Karena inti rendang asli minang itu kan yang hitam, kering, lezat dan tidak keras," paparnya.

Ia berharap, dengan kualitas yang terus dijaga rendang uni lili usahanya ini bisa terus berkembang pesat dan mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah Solok Selatan. (h/mg-yes)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 02 Mei 2018 - 14:03:31 WIB

    Jelang Ramadan, Harga Bahan Masakan Mulai Naik

    Jelang Ramadan, Harga Bahan Masakan Mulai Naik PADANG, HARIANHALUAN.COM—Mendekati Ramadan tahun ini, harga sejumlah komoditas keperluan dapur mulai merangkak naik. Pantauan Haluan pada Sabtu (29/4) di Pasar Siteba, harga cabai merah sebesar Rp44.000 per kilogram (kg), s.
  • Selasa, 09 Januari 2018 - 21:24:22 WIB

    Pascarekor Masak Wajik di Dharmasraya, Beras Ketan Hilang Dipasaran

    Pascarekor Masak Wajik di Dharmasraya, Beras Ketan Hilang Dipasaran DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM—Dibalik nilai positif, ternyata ada pula dampak buruknya dari rekor Muri yang diraih Dharmasraya. Salah satunya adalah persediaan beras ketan atau pulut di Kabupaten Dharmasraya mengalami kelan.
  • Rabu, 03 Mei 2017 - 18:51:13 WIB

    Ricky Donals, Saudagar Minang yang Masak di Batang

    Ricky Donals, Saudagar Minang yang Masak di Batang Ricky Donals selalu tak pernah padam semangat. Ia bukan sekadar lilin yang berbinar tapi kobar api yang membakar! Beberapa poin bisa ditarik dari jalan hidupnya, yakni: beranilah bermimpi! Beranilah memiliki keinginan! Walau .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM