Imbas Temuan Daging Babi di KMSB, Omzet Sate Grup KMS Terjun Bebas


Kamis, 31 Januari 2019 - 11:42:36 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Imbas Temuan Daging Babi di KMSB, Omzet Sate Grup KMS Terjun Bebas PEDAGANG SATE-- Pedagang sate mengambil pesanan untuk pembeli pondok Sate KMS cabang Permindo, Kota Padang, Rabu (30/1). Terkait penggerebekan pedagang sate yang diduga menjual daging babi di Simpang Haru pada Selasa (29/1) mulai berdampak pada menurunnya omset penjualan sate. IRHAM

Penurunan omzet terjadi di empat warung resmi Sate KMS di kawasan Siteba, Permindo, Patimura, dan Kalawi. Di KMS Siteba, saat biasanya telah laku 700 tusuk sate, pasca penggerebekan Sate KMSB Simpang Haru, hanya 200 tusuk sate yang terjual. (ILYAS-PEMILIK USAHA SATE GRUP KMS)

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Pemilik usaha empat warung Sate KMS resmi di Kota Padang menderita penurunan omzet hingga 70 persen pascapenggerebekan warung Sate KMSB di kawasan Simpang Haru, yang diduga menjual sate dengan bahan daging babi. Sementara itu, pihak kepolisian telah meminta keterangan sejumlah pihak terkait temuan tersebut, termasuk kepada pemasok daging babi untuk warung Sate KMSB.

Ilyas (30), pemilik warung Sate KMS di kawasan Siteba mengaku, penurunan omzet sangat terasa di empat warung Sate KMS resmi milik keluarganya, yang berada di kawasan Siteba, Permindo, Patimura, dan Kalawi. "Biasanya, mulai buka pukul 10.00 pagi sampai sore sudah habis 500 hingga 700 tusuk sate. Tetapi hari ini belum sampai 200 tusuk sate yang terjual," katanya kepada Haluan.

Hal serupa ikut dirasakan kakak dari Ilyas, selaku pemilik warung Sate KMS di kawasan Permindo. Jika sebelumnya dalam sehari warung tersebut bisa menjual 2.000 hingga 3.000 tusuk sate, tetapi sehari pascapenggerebekan Sate KMSB, belum sampai 700 tusuk sate yang terjual.

“Orang yang berbuat, kami yang kena getahnya. Sate KMS ini hanya ada empat di Kota Padang. Merek dagang dan logonya itu sudah kami patenkan. Selain itu, bukan bagian dari kami. Ini perusahaan keluarga warisan orang tua,” kata Ilyas lagi.

Ilyas mengaku, ia bersama keluarganya sedang berusaha mengembalikan nama baik merek dagang Sate KMS. Berbagai cara dilakukan, termasuk berencana untuk menempuh jalur hukum. “Ini cobaan juga buat usaha kami. Kami sudah coba klarifikasi bahwa Sate KMSB itu bukan bagian dari kami, kami sudah pakai sarana media, media sosial, dan akan melapor ke kepolisian,” ucapnya.(h/win)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM