Pencaker di Padang Dominan Tamat SMA


Jumat, 01 Februari 2019 - 10:20:06 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pencaker di Padang Dominan Tamat SMA Dokumentasi Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017, angka pengangguran terbuka di Kota Padang mencapai 39 ribu orang, yang didominasi oleh lulusan Sekolah Menegah Atas (SMA). Meski angka pengangguran 2018 belum dirilis oleh BPS, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang saat ini telah mengantongi 11.943 data pencari kerja (pencaker) resmi.

“Untuk angka pengangguran secara umum, Disnakerin tidak melakukan pendataan. Data seperti itu kami terima dari Badan Pusat Statistik (BPS). Setahu kami, data 2018 belum dirilis, tetapi informasinya angka itu menurun. Namun, BPS belum menyebutkan angkanya. Kabarnya, data pengangguran per 2018 akan dirilis Februari ini," kata Zabendri kepada Haluan, Rabu (30/1).

Namun berdasarkan data tahun 2017 dari BPS, kata Zabendri, angka pengangguran terbuka berjumlah 9,44 persen atau 39 ribu lebih. Angka pengangguran itu didominasi oleh para lulusan SLTA Umum, yaitu sebanyak 27,18 persen. Sementara hingga Desember 2018, dari 11.943 pencari kerja (pencaker) di Kota Padang, 5.313 orang di antaranya berpendidikan terakhir SMA.

“Selama 2018 lalu, kami berhasil menempatkan 312 pencaker itu ke berbagai lowongan pekerjaan. Sedangkan untuk penghapusan tercatat, tercatat sebanyak 6.133 orang. Penghapusan ini dilakukan karena ada pencaker itu yang tidak melapor bahwa sudah mendapatkan pekerjaan," katanya.

Jumlah pencaker resmi tersebut, kata Zabendri, merupakan data para pengangguran yang mendaftarkan diri pada form AK-1 Disnakerin Kota Padang. Ia menegaskan bahwa pencaker yang melakukan pendaftaran sebagai pencaker resmi akan diuntungkan. "Yang pertama, itu untuk penempatan tenaga kerja, melalui data itu kami bisa menawarkan mereka ke perusahaan yang membutuhkan," ucapnya lagi.

Untuk hal ini, Zabendri mengaku pihaknya hanya bisa sebatas merekomendasikan pencaker sesuai dengan keinginan dari perusahan. "Nantinya perusahaan akan melihat kebutuhan mereka. Karena di data yang kami berikan, lengkap berisi data diri pencaker itu," ujarnya.

Selain itu pada tahun ini, Zabendri mengaku tengah meminta pengusulan rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang mengarahkan agar setiap perusahan di Kota Padang yang membuka lowongan pekerjaan, untuk membuat laporan kepada Disnaker Kota Padang. "Karena sekarang banyak yang tidak melapor, jadi data yang kami punya tidak sempurna," sebutnya. (h/mg-mal)

Pola Pikir Kerja Formal

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbar, Nasrizal, menilai, kurangnya kreativitas dan masih bergantungnya para pencaket terhadap ketersediaan lapangan kerja formal, menjadi penyebab utama masih tingginya angka pengangguran di seluruh Sumbar. Di samping itu, rendahnya kompetensi juga menyebabkan penyerapan tenaga kerja belum optimal.

"Di Sumbar, memang kesempatan kerja formal tidak sebanding dengan tingkat pertumbuhan angkatan kerja setiap tahunnya. Akan tetapi, hal ini bukan berarti tidak ada kesempatan kerja sama sekali. Banyak kesempatan kerja di luar kerja formal yang dapat dimanfaatkan oleh para pencari kerja. Sayangnya, banyak masyarakat yang mempunyai pola pikir bahwa kerja itu harus formal atau mesti di kantor," ujar Nasrizal saat ditemui Haluan di kantornya, Selasa (29/1).

Fenomena itu, katanya lagi, terbukti saat pembukaan tes CPNS beberapa waktu lalu, di mana saat tes CPNS dibuka, masyarakat berbondong-bondong melakukan pendaftaran, yang kemudian membuktikan bahwa kecenderungan masyarakat mencari pekerjaan formal masih sangat tinggi.

"Padahal sebenarnya banyak peluang-peluang lain yang dapat dimanfaatkan. Entah itu menggarap lahan pertanian, berwirausaha, atau mungkin memanfaatkan kemajuan teknologi semisal ponsel pintar. Sekarang kan kebanyakan hanya sebatas memakai, tapi belum bisa memanfaatkan ponsel jadi sumber pemasukan. Terbukti, kalau itu mampu dimanfaatkan, pendapatan yang diperoleh bahkan bisa jauh lebih besar ketimbang pendapatan seorang pekerja formal," katanya.

Untuk itulah, setiap tahun ia terus mendorong pencari kerja untuk mengikuti Balai Latihan Kerja (BLK), di mana mereka dilatih untuk memiliki keterampilan yang memadai, atau melihat peluang membuka lapangan kerja baru. Namun sayangnya, karena keterbatasan anggaran, BLK yang diselenggarakan tersebut belum mampu menekan angka pengangguran di Sumbar.

"Tahun 2018 kami hanya mampu mengakomodasi sekitar 10.000 orang. Sedangkan pengangguran di Sumbar mencapai belasan atau bahkan puluhan ribu. Nah, artinya tidak mencakup seluruh pencari kerja yang ada," ucap Nasrizal lagi. (h/mg-dan)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 04 Agustus 2016 - 04:52:20 WIB

    3.742 Pencaker Hingga Juni

    PADANG, HALUAN- Sejak Januari hingga Juni 2016, jum­lah pencari kerja di Kota Padang Sumatera Barat tercatat 3.742 orang. Berdasarkan data dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Din­sosnaker) Kota Padang, pelamar yang paling .
  • Rabu, 06 Januari 2016 - 03:17:40 WIB

    Pencaker Masih Harapkan Jalur Pegawai Negeri

    Pencaker Masih Harapkan Jalur Pegawai Negeri PADANG, HALUAN — Ke­butuhan akan lapangan ker­ja memicu para pencari kerja (Pencaker) memburu informasi lowongan kerja dari berbagai sumber. Lo­wongan untuk pos PNS masih menjadi idola..
  • Selasa, 06 Oktober 2015 - 19:38:21 WIB

    Frekuensi Wisuda Bertambah, Pencaker Membengkak

    PADANG, HALUAN – Bertambahnya frekuensi wisuda yang dilakukan berbagai kampus di Kota Padang membawa dampak negatif terhadap peningkatan jumlah pencari kerja (pencaker) di kota ini.

    Menekan  tingginya ang­­­k.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM