Kota Sawahlunto, Siap Menuju Predikat Kota Sehat


Jumat, 01 Februari 2019 - 10:34:31 WIB
Kota Sawahlunto, Siap Menuju Predikat Kota Sehat MENYERAHKAN CENDERA MATA - Wakil Ketua Fortasih Sawahlunto menyerahkan cenderamata kepada Kepala Bappeda Kota Payakumbuh, Ifon Satria Chan saat melakukan kaji banding terkait kota bersih, Kamis (31/1). IST

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Forum Kota Sehat dan Bersih (Fortasih) Kota Sawahlunto berkomitmen mewujudkan predikat Kota Sehat Swasti Saba Wistara 2019. Keseriusan menuju Kota Sehat itu Fortasih Kota Sawahlunto bertandang ke Fortasih Kota Payakumbuh untuk sharing informasi terkait indikator dan penilaian kota sehat, Kamis (31/1).

Kota Payakumbuh sendiri sudah 5 kali berturut turut meraih predikat kota Sehat Swastu Saba Wistara.

"Kami ingin tahu kiat kiat dari forum sehat Kota Payakumbuh bisa mewujudkan kota sehat yang sekaligus diberi penghargaan lima tahun berturut turut," ujar Wakil Ketua Fortasih Sawahlunto, Firman Benardo kepada Haluan.

Saat ini lanjut Firman, pihaknya telah melakukan komitmen bersama OPD dengan harapan lebih giat bersama untuk lebih giat dalam merealisasikan program serta menggiatkan tatanan yang telah digariskan dalam predikat kota sehat. Akan tetapi sebutnya, upaya yang dilakukan belum optimal sehingga kami berupaya melakukan sharing informasi dengan forum kota sehat Kota Payakumbuh yang nyata nyata telah meraih predikat kota sehat lima tahun berturut turut.

"Dari kunjungan ini, didapat fakta Sawahlunto masih sangat jauh. Kunci keberhasilan Fotasih Payakumbuh juga sangat tergantung kerjakeras OPD. Kalau hanya Fortasih saja tanpa didukung sepenuhnya OPD mimpi untuk meraih predikat Kota Sehat tinggal sebatas mimpi saja," ujarnya didampingi sekretaris, Andriska.

Sementara itu Kepala Bappeda Kota Payakumbuh Ifon Satria Chan mengungkapkan, inti dari kota sehat itu sendiri adalah mengubah perilaku masyarakat menuju perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Bagaimana pemerintah dan masyarakat secara bersama menciptakan lingkungan yang nyaman, damai dan sehat barulah tercipta apa tang menjadi keingin bersama itu, yakni kota sehat," ujarnya.

Adapun kunci untuk menggapi hal itu lanjutnya, adalah proses yang berkesinambungan dengan komitmen kuat bersama dengan dinas lainnya termasuk komitmen kuat dari kepala daerah melakukan penekanan untuk menegakkan regulasi.

"Kepala OPD merasa malu jika titik pantau penilaian tidak sukses, dan masyarakat sendiri dengan senang hati menerima program yang ada dan mengaplikasikan apa yang menjadi tatanan kota sehat," ujarnya.

Sekretaris Forum Kota Sehat Payakumbuh, Yanrizal Jufri mengatakan, bagi kota yang dalam penilaian predikat wistara pertama harus memenuhiakses sanitasi dan stop buang air besar sembarangan 60 persen dengan lima tatanan minimal.

"Kota sehat sama halnya dengan kondisi sehat, dengan indikator penilaian tertinggi adalah perilaku masyarakat (40 persen), lingkungan (30 persen), peranan kesehatan (20 persen) dan faktor keturunan atau genetik (10 persen)," ujarnya.

Penilaian kota sehat semestinya sama halnya dengan penilaian adipura karena cakupan lingkupnya juga bersentuhan langsung dengan perliaku hidup masyarakat.

Forum lanjutnya, mendorong untuk merubah meansheet masyarakat terkait tugas dan tanggungjawab dalam menciptakan lingkungan sehat dan bersih. Dalam menciptakannya tidak dibebankan kepada pemerintah saja akan tetapi masyarakat itu sendiri harus terlibat aktif untuk mewujudkannya.

"Tidak sekedar mengejar prestise penghargaan saja, tapi bagaimana lingkungan yang ada benar benar nyaman dan sehat untuk dihuni oleh masyarakat maupun disinggahi oleh wisatawan," katanya. (h/rki/hel)

 

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM