Bantu Warga Melahirkan, Wabup Limapuluh Kota Naik Motor, Mobil Dinasnya Jadi "Ambulans"


Senin, 04 Februari 2019 - 19:50:15 WIB
Bantu Warga Melahirkan, Wabup Limapuluh Kota Naik Motor, Mobil Dinasnya Jadi Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan bersama masyarakat saat mengevakuasi Susi (27)yang hendak melahirkan di Nenan, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (3/2). IST

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN. COM--Suasana haru di tengah bencana dirasakan salah satu pasangan suami istri asal Jorong Nenan, Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan pada Minggu (3/2). 

Betapa tidak, di tengah kondisi darurat yaitu terputusnya akses jembatan penghubung di daerah setempat karena banjir, ada warga yang hendak melahirkan. 

Hal itu dialami pasangan suami istri , Idola Anada Putra (29) dan Susi (27). Ibu muda ini diselamatkan oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan yang pada saat itu sedang di lokasi bencana. 

"Saat itu saya meninjau jembatan di Nenan. Saat mau balik, ada warga yang melaporkan salah seorang ibu muda akan melahirkan,"ucap Ferizal Ridwan atau yang sering disapa Buya itu pada Harianhaluan.com, Senin (4/2). 

Ia menjelaskan, kejadian sekitar pukul 17.30 WIB. Perkampungan Nenan berada di seberang, Ibu muda itu dalam perjalanan dengan mobil warga setempat.

"Karena jembatan rusak, tidak bisa dilewati kendaraan. Terpaksa ibu muda itu kami tunggu di seberang untuk di bawa ke puskesmas,"katanya. 

Tidak lama menunggu, mobil pikap putih datang dari seberang. Susi yang hendak melahirkan itu, diturunkan dari mobil dan digotong ke seberang, tempat rombongan Wakil Bupati yang sudah menunggu.

"Ibu muda itu digotong, melewati jembatan rusak. Sampai diseberang, Susi dimasukkan ke mobil dinas saya,"ucapnya lagi.

Susi dibawa ke puskesmas yang ada di ibukota Nagari Maek yang berjarak sekitar 10 kilometer dari jembatan dengan mobil Mitshubisi Pajero Ba 2 C yang disulap menjadi ambulans dadakan. 

Sedangkan, ia terpaksa menumpati sepeda motor di tengah guyuran hujan bersama suami korban.

"Mobil kami ikuti dari belakang dengan sepeda motor,"ujarnya. 

Untuk sampai ke puskesmas, aksesnya cukup menantang. Selain melewati jalan tanah, berlumpur serta berada di tepi tebing, aksesnya sangat menantang. Tikungan tajam dan curam. Selama perjalanan, rombongan  ditumpangi ibu yang hendak melahirkan itu, ada 6 kali berhenti di tengah hutan. Dan diketahui, ibu muda itu sudan pecah ketuban. 

"Setiap korban merasa sakit, mobil berhenti. Ada 6 kali berhenti,"tuturnya. 

Malamnya, sekitar pukul 20.00 WIB, rombongan sampai di Puskesmas Maek. Susi yang sudah berlumuran darah,  langsung digotong ke dalam puskesmas.

"Tak sampai dua menit di dalam ruangan, Susi melahirkan. Berkat bantuan bidan, ibu dan anaknya selamat,"ucapnya.

Susi melahirkan anak berjenis kelamin perempuan. Gadis kecil itu diberi nama Sri Mahatir Idola.

"Sekarang, keduanya sedang dirawat di Puskesmas Maek,"kata Ferizal Ridwan.

Melahirkan dalam kondisi darurat di daerah yang minim infrastruktur, bukan pertama kali terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Pada 2016 lalu, salah seorang ibu muda di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX terpaksa melahirkan di tengah jalan. Hal itu, karena sulitnya akses transportasi serta jauhnya jarak yang harus dilewati untuk mendapatkan perawatan di puskesmas. (h/ddg)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM