Pengakuan Tersangka F, Jadi Muncikari Demi Pacar


Selasa, 05 Februari 2019 - 19:31:35 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pengakuan Tersangka F, Jadi Muncikari Demi Pacar TERSANGKA MUNCIKARI—Salah seorang tersangka berinisial F (18) sedang menjalani serangkaian pemeriksaan di Kantor Polda Sumbar, Jumat (1/2). Jajaran Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumbar berhasil mengungkap kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di salah satu hotel berbintang di Kota Padang beberapa hari yang lalu. TIO FURQAN

Oleh : Peri Musliadi & Yessi Deswita

Perkenalan F (18), remaja yang belum lama tamat sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan DW (22), salah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Padang sejak Juli 2018, berujung petaka. Sejak berkenalan dengan wanita yang kemudian menjadi pacarnya itulah, F mulai mengenal bisnis haram prostitusi online.

"Saya mulai ikut bisnis prostitusi online sekitar Juli 2018. Waktu itu saya berpacaran dengan DM. Awalnya, saya membuat akunnya. Selanjutnya, saya melakukan promosi-promosi lewat aplikasi perpesanan dengan cara mengambil foto-foto cewek di google," kata F melalui wawancara eksklusifnya dengan Haluan, Jumat (2/1) lalu.

Cukup mengejutkan memang, bagaimana remaja yang masih bujang matah seperti F telah bekerja mengelola akun prostitusi online selama berbulan-bulan, dan baru tercium beberapa hari belakangan oleh Aparat Penegak Hukum (APH).

Namun, yang lebih mengejutkan adalah, F mengaku tak pernah menerima sepeser pun uang dari kerjanya itu. Ia mengaku, seluruh uang itu ia serahkan untuk membiayai uang kuliah gadis pujaan, DM, yang saat ini tengah menjalani rehabilitasi di Panti Andam Dewi, Sukarami Kabupaten Solok.

"Saya tidak tahu menahu masalah uang yang diperoleh dari hasil prostitusi itu. Sepenuhnya saya berikan kepada DM untuk membayar uang kuliahnya. Kalau untuk penghasilan atau berapa bayaran itu, kadang tidak menentu," katanya lagi.

F mengaku, dengan promosi yang ia lakukan, beberapa penyewa jasa tubuh perempuan sudah mulai menjadi pelanggannya, dan secara rutin memesan lewat aplikasi Michat andalannya.

"Pelanggan bahkan ada yang dari kalangan pejabat, misalnya anggota dewan dan mahasiswa. Kalau PSK-nya, saya tidak pernah mencari. Mereka yang mendatangi saya, dan bersedia terlibat dengan bisnis ini dengan saya. Uang hasil pekerjaan mereka juga tidak saya nikmati, semuanya untuk biaya kuliah pacar," katanya lagi.

Saat ini, F hanya menunduk menyesali perbuatannya. Saat diwawancarai Haluan di Mapolda Sumbar, ia mengaku pasrah akan nasib yang akan menimpanya di ranah hukum. F juga mengaku, beberapa kali keluarganya mencoba mengingatkan dirinya untuk keluar dari dunia yang berbenturan dengan hukum tersebut. Namun, ia enggan mendengarkan.

"Sekarang saya merasa menyesal sudah melakukan hal itu, karena tidak mendengarkan teguran orang tua dari dulu," katanya lagi.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM