Warga Pessel Heboh, Ada Yayasan Janjikan Beasiswa Kepada Siswa


Kamis, 07 Februari 2019 - 19:32:40 WIB
Warga Pessel Heboh, Ada Yayasan Janjikan Beasiswa Kepada Siswa Petugas kepolisian saat memeriksa sejumlah formulir dan dokumen beasiswa yayasan Orbit Asri Hainun Habibie pada salah satu sekolah di Bayang. OKIS

Masyarakat Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan kembali dibuat heboh, terkait beredarnya informasi Yayasan Orbit Hasri Ainun Habibie (YOHAH) yang bakal memberikan bantuan beasiswa kepada pelajar SD, SMP dan SMA.

 

Laporan – OKIS (Pessel)

 

PAINAN, HALUAN.Com - Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, bantuan bea siswa dari Yayasan Orbit Hasri Ainun Habibie itu akan diberikan melalui sejumlah persyaratan. Diantaranya para siswa harus menyiapkan Surat Keterangan Miskin (SKM) dari wali nagari, membuka rekening di Bank BRI, foto copy KK, foto copy KTP, foto copy rapor dan foto warna 3 X 4, kemudian dijilid.

 

"Setelah sejumlah persyaratan lengkap langsung dikirim melalui kantor pos dan giro, dengan biaya pengiriman Rp25.500 ke Kindo's Square, Jalan Duren Tiga Raya 101/A-10 Duren Tiga, Pancoran, Jakarta. Seperti yang tercantum dalam blangko yang disebarkan," katanya kepada wartawan di Painan. Kamis, (7/2).

 

Hingga kini, berdasarkan hasil penelusuran Haluan dilapangan, bantuan beasiswa dari Yayasan Orbit Hasri Ainun Habibie (YOHAH) tersebut, menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Pessel.

 

"Apakah benar yayasan ini nantinya akan memberikan bantuan beasiswa? Atau ini hanya semacam permainan politik saja. Sebab, kami mendengar ada salah seorang Timses Caleg yang ikut terlibat didalamnya," ujar salah satu warga lagi.

 

Menurut dia, hingga kini yayasan tersebut belum terdaftar di pemerintah daerah setempat. Kendati demikian, sejumlah masyarakat di Kenagarian Tanjung Durian, Talaok, Gurun Panjang, dan Gurun Panjang Barat, Bayang, masih berbondong-bondong mengisi formulir beasiswa tersebut.

 

"Sejumlah orang tua ada yang mendatangi sekolah anaknya untuk meminta persetujan dan tanda tangan kepala sekolah masing-masing," ucapnya.

 

Sementara itu, Kapolsek Bayang Iptu. Advianus, menyebutkan, menanggapi persoalan tersebut pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak nagari, kecamatan, dan sejumlah sekolah yang ada di wilayah tersebut.

 

"Saat ini pihak kami terus melakukan penyelidikan di lapangan. Kami sudah melakukan full paket dan meminta keterangan sejumlah saksi," katanya.

 

Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak kecamatan dan nagari, yayasan tersebut memang benar adanya, namun persyaratan yang diminta sangat rumit.

 

"Untuk SMA saja, nilainya dari semester 1 sampai 5 harus 8,0 (rata-rata), belum lagi persyaratan lainnya," tuturnya.

 

Agar tidak membuat gaduh di tingkat masyarakat, lanjut Advianus, pihaknya bersama camat dan walinagari setempat menghentikan pengajuan bea siswa tersebut dan menyita sejumlah dokumen lainnya.

 

"Pihak kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebaran dokumen bea siswa ini. Nanti bagaimana perkembangannya akan kami sampaikan," ujarnya.

 

Terpisah Kepala MAN 2 Pessel, Ahmad Asdi, mengakui, memang ada sejumlah orang tua murid mengusulkan persetujuan pihak sekolah untuk mendapatkan bantuan bea siswa dari yayasan Orbit Asri Hainun Habibie tersebut.

 

"Memang iya, ada orang tua murid dari salah satu siswa meminta persetujuan dari pihak sekolah. Kalau tidak kami tanda tangani, kami kasihan nanti ada yang merasa kecewa. Sebab, ini untuk beasiswa," katanya.

 

Sementara itu, Kabag Kesbangpol Pessel, Rinaldi, menegaskan, yayasan Orbit Asri Hainun Habibie tersebut, memang belum terdaftar pada pemerintah daerah setempat.

 

"Sekali lagi kami tegaskan, bahwa yayasan itu tidak terdaftar di Pessel. Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat agar jeli dan teliti ketika menerima bantuan dalam bentuk apapun, apalagi mengatasnamakan yayasan," tuturnya. (h/*)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 12 Mei 2019 - 15:52:02 WIB

    Dikunjungi TSR, Warga Keluhan Polusi Abu PLTU

    Dikunjungi TSR, Warga Keluhan Polusi Abu PLTU SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Keluhan polusi asap dan abu bekas pembakaran batubara di PLTU Sektor Ombilin, tidak hanya berakhir dengan aksi protes masyarakat, namun juga menjalar hingga ke tim ramadan Kota Sawahlunto 1440 H.
  • Jumat, 03 Mei 2019 - 01:35:26 WIB

    Jasad Warga Singkarak Ditemukan Dalam Keadaan Membusuk

    Jasad Warga Singkarak Ditemukan Dalam Keadaan Membusuk SINGKARAK, HARIANHALUAN.COM - Warga Nagari Singkarak Kec. X Koto Singkarak gempar akibat penemuan mayat di kantor sekretariat KAN setempat, Kamis (2/5). Mayat yang diketahui bernama Ramalis (64) warga Jorong Tampunik Suku Si.
  • Selasa, 23 April 2019 - 12:54:57 WIB

    Warga Sicincin-LA Kukuh Tolak Trase Tol

    Warga Sicincin-LA Kukuh Tolak Trase Tol PADANG, HARIANHALUAN.COM—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) berencana akan mengusulkan perubahan trase jalan tol Padang Pariaman-Pekanbaru yang melewati Nagari Sicincin, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, dan Na.
  • Jumat, 19 April 2019 - 21:12:01 WIB

    Warga Gempar, Ketua KPPS Ditemukan Tewas Gantung Diri

    Warga Gempar, Ketua KPPS Ditemukan Tewas Gantung Diri SLEMAN, HARIANHALUAN.COM—Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 21 Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Tugiman (53), ditemukan  tewas  gantung diri di belakang rumahnya..
  • Ahad, 14 April 2019 - 12:58:32 WIB

    Gelar Orasi, Perantau dan Warga Batu Bolang Tolak Pemberian Nama Kampung Jokowi

    Gelar Orasi, Perantau dan Warga Batu Bolang Tolak Pemberian Nama Kampung Jokowi LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUANC0M – Sebagian warga di Nagari Batu Bolang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota merasa terganggu setelah adanya peresmian Kampung Jokowi di daerah mereka. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM