ASITA Sumbar Bakal Demo ke Jakarta


Jumat, 08 Februari 2019 - 11:45:45 WIB
Reporter : Tim Redaksi
ASITA Sumbar Bakal Demo ke Jakarta Ilustrasi (net)

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Meski Januari lalu sejumlah maskapai sepakat menurunkan harga tiket penerbangan, faktanya hingga saat ini harga tiket domestik tetap lebih mahal dibanding tiket penerbangan luar negeri. Kondisi itu dikeluhkan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sumbar, yang berencana akan menggelar unjuk rasa ke kementerian terkait di Jakarta.

Hal itu disampaikan Ketua ASITA Sumbar, Ian Hanafiah kepada Haluan, Kamis (7/2). Ia menyebutkan, sejak harga tiket pesawat membubung tinggi, pengusaha di bidang perhotelan dan kuliner di Sumbar mengalami penurunan omzet yang signifikan. Sementara itu, pihaknya tak melihat ada usaha Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut

“Sejak harga tiket domestik naik, tingkat hunian hotel menurun hingga 50 persen. Sementara untuk restoran dan kuliner, omzet usaha mengalami penurunan hingga 30 persen. Kami berencana demo ke Jakarta, karena tidak ada titik terangnya masalah ini. Tidak ada solusi, pemerintah adem ayem saja seperti tidak terjadi apa-apa,” kata Ian.

Jika keadaan seperti saat ini dibiarkan berlarut-larut, Ian mengaku khawatir lambat laun satu per satu usaha di sektor kepariwisataan akan mati. “Sampai sekarang kami tidak mengerti, apa betul alasannya menaikkan harga tiket penerbangan begitu tinggi. Kami sebagai pengusaha di bidang tur dan perjalanan, merasakan betul dampak buruk atas kebijakan ini,” ucapnya lagi.

Pengaruh buruk kenaikan harga tiket penerbangan itu ikut diamini Medi Iswandi, yang saat diwawancarai pada Rabu 6 Februari lalu masih menjabat Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang (saat ini Kepala Bappeda). Medi menyebutkan, kenaikan harga tiket telah menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan interlokal ke Kota Padang.

“Dampak buruknya, selain dirasakan pengusaha bidang perhotelan dan restoran, juga dirasakan oleh pelaku usaha ekonomi kreatif. Setidaknya pengusaha skala kecil hingga menengah mengalami penurunan omzet hingga 40 persen,” kata Medi.

Namun begitu kata Medi, Gubernur Sumbar sebenarnya telah mengirimkan surat kepada Menteri Perhubungan, dengan harapan kenaikan harga tiket pesawat tersebut dapat dipertimbangkan untuk diturunkan kembali. “Tapi, bagaimana hasil surat itu, kami di kota (Pemko Padang) juga belum dapat info,” sebutnya lagi.

Sejauh ini, sambung Medi, Pemko Padang menempuh berbagai upaya agar wisawatan dari luar daerah dan luar negeri tetap mau berkunjung ke Kota Padang. Salah satunya dengan menyiapkan santap malam di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, asal jumlah kunjungan dalam satu grup perjalanan minimal 100 orang.

"Jika jumlahnya 100 orang, maka akan kami jemput langsung ke bandara dan kami siapkan makan malamnya di rumah wali kota. Kemudian, sambil makan malam akan kami sediakan pertunjukkan tradisional serta suvenir," ucapnya lagi.

Tidak hanya itu, upaya lain yang dilakukan kata Medi, bagi warga luar Kota Padang yang akan pergi umrah ke Mekah, tetapi singgah menginap terlebih dulu di Kota Padang, maka Pemko Padang akan memberikan oleh-oleh rendang secara cuma-cuma.

"Saat ini kan sudah ada penerbangan langsung Padang-Jeddah. Nah, bagi rombongan umroh yang menginap di salah satu hotel di Kota Padang, kami sambut dan kami kasih oleh-oleh itu. Itu dilakukan agar hotel tetap memiliki tamu dan pengusaha tetap terbantu," katanya lagi.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengatakan, kenaikan harga tiket persat terbang oleh masakapai akan berdampak pada dunia pariwisata. Namun, hal itu bisa disiasati dengan strategi pengembangan pariwisata.

Arief dalam diskusi publik bertajuk "Pembangunan Manusia Peningkatan Produktivitas Masyarakat Berbasis Pariwisata Lokal" di Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Rabu (6/2), mengatakan, kebijakan menteri perhubungan (Menhub) tentang penetapan jasa transportasi udara akan berdampak langsung pada jumlah kunjungan wisatawan di suatu daerah.

Pasalnya, lanjut Arief, hampir 30-40 % biaya dalam berwisata adalah biaya transportasi, terutama udara atau pesawat. Karena itu, pihaknya terus mempelajari marketing promosi wisata yang mampu meningkatkan jumlah kunjungan dengan kondisi tersebut. "Saya sadar betul, kondisi itu [kenaikan harga tiket pesawat] akan berdampak langsung pada pariwisata. Saya menilai ada pertimbangan mengapa demikian," ujarnya.

Menurut Arief, secara perhitungan pemasaran, kenaikan harga tiket berkatagori sangat elastis akan berdampak pada kunjungan wisatawan. Ia mencontohkan, saat kenaikan harga tiket mencapai 100%, maka berpengaruh pada pengurangan perjalanan wisata hingga sekitar 60%.

Elastisitasitas harganya sangat langsung, misalnya harga tiket pesawat naik 10%, maka permintaan pariwisata bisa turun hingga 10%. "Perhitungan ini, harus dimengerti oleh para pemasaran pariwisata di Indonesia. Kita sadar betul, pengaruhnya akan sangat berdampak, kemungkinan terjadi penurunan jumlah kunjungan bisa saja terjadi," katanya lagi.

Kenaikan harga tiket pesawat, sambung Arief, hanya berdampak pada penerbangan lokal. Sedangkan untuk penerbangan pariwisata ke luar negeri (internasional) tidak banyak memberikan dampak. "Sehingga memang pariwisata lokal lebih harus kompetitif," tegasnya.

Arief menyarankan, agar kenaikan harga tiket tidak terjadi terlalu tinggi. Kenaikan harga tiket pesawat termasuk dalam perhitungan bagasinya hendaknya dilakukan bertahap. Misalnya, kenaikan sejalan dengan tingkat inflasi atau pertumbuhan ekonomi. Kondisi demikian masih dinilai realistis ketimbang kenaikan yang sangat cepat dan besar.

"Solusinya, kami ingin kenaikan bisa bertahap, jangan langsung tinggi atau besar. Saya sadar betul bagaimana dampaknya bagi pariwisata," ujarnya.

Dalam pemaparannya, Arief mengatakan, pihaknya menargetkan pariwisata akan menjadi penghasilan devisa terbesar di Indonesia. Dalam membangun destinasi pariwisata, rumusnya ada 3A yakni Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas atau fasilitas penunjang bagi para wisatawan. (h/win)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM