Gerilya Ma’aruf di Lumbung Prabowo


Jumat, 08 Februari 2019 - 11:53:44 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Gerilya Ma’aruf di Lumbung Prabowo MA'RUF AMIN DI SUMBAR--Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin berziarah di makam salah satu tokoh Islam di Pondok Pesantren Al Manaar di Batu Hampar, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (7/2). Selain berziarah, Ma'ruf Amin juga menghadiri Tabligh Akbar Tarekat Naqsabandiyah di GOR Kubu Gadang,Payakumbuh. RIVO SEPTI ANDRIES

Saat rombongan melintas, sejumlah warga yang mayoritas ibu-ibu malah mengangkat tangan sambil mengacungkan dua jari. Hal yang sama juga terlihat saat mendekati kediaman rumah dinas Wali Kota Padang Panjang. Di lokasi itu, sebagian ibu-ibu juga meneriakkan dukungan sambil mengacungkan jadi telunjuk dan jempol.

Saat Haluan mengonfirmasi kepada sebagian ibu-ibu tersebut perihal maksud gestur itu, kaum ibu tersebut malah enggan menjawab. Termasuk saat ditanyakan siapa yang mereka jagokan dalam kontestasi Pilpres mendatang. "Hmm siapa ya...nantilah saya cari tahu dulu," ucap seorang ibu yang enggan namanya ditulis.

Diskusi dengan Fadly Amran

Di Kota Padang Panjang sendiri, Ma'ruf Amin menyambangi rumdis Wali Kota Padang Panjang. Kedatangan Ma'ruf Amin bersama rombongan disambut hangat oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Fadly Amran dan Asrul.

Pantauan Haluan di lapangan, setiba di Rumdis Wako, Ma'ruf Amin bersama rombongan melakukan silaturahmi dan berdiskusi dengan Wako dan Wawako Padang Panjang. Dalam kesempatan itu, Fadly Amran menuturkan, kedatangan Cawapres tersebut ke Padang Panjang menjadi kesempatan baginya untuk bertukar fikiran dan menerima banyak masukan tentang Padang Panjang ke depan.

"Kami berterima kasih atas kedatangan bapak Kyai Ma'ruf Amin ke Padang Panjang. Tadi kami telah melakukan diskusi panjang lebar tentang Padang Panjang, dan semoga masukan dari Kyai Ma'ruf Amin dapat kami implementasikan di Padang Panjang ini," tutur Fadly Amran.

Seminar di UIN Batal

Sesuai jadwal sebelumnya, semestinya Ma'ruf Amin akan menggelar Diskusi Ilmiah di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang pada hari ini. Namun, kegiatan itu dibatalkan oleh pihak UIN setelah menerima surat imbauan dari Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Padang.

"Benar, kegiatan diskusi ilmiah dengan Kyai Maruf Amin yang direncanakan besok (hari ini, red) di Kampus UIN Lubuk Lintah batal," kata Humas UIN Imam Bonjol kepada Haluan, Kamis (7/2).

Getri menyampaikan, pembatalan rencana kegiatan tersebut didasari masuknya imbauan dari Bawaslu bahwa sarana pendidikan tidak boleh dijadikan tempat untuk berkampanye. Meski sebenarnya, UIN IB hanya pihak yang memfasilitasi kegiatan yang sebenarnya merupakan agenda akademis tersebut.

"Ternyata berdasarkan STTP yang dikeluarkan oleh kepolisian daerah (Polda) Sumbar, salah satu lokasi kampaye cawapres disebutkan di Kampus UIN Imam Bonjol Padang. Padahal sebelumnya kami tidak mengetahui itu, hanya diskusi ilmiah saja," katanya lagi.

Ia menjelaskan, keputusan pemindahan lokasi dilakukan setelah pihak kampus UIN Imam Bonjol Padang mendapatkan surat dari Bawaslu dan dituangkan dalam surat resmi bernomor B.191/Un.13/B.I/KS.02/02/2019, yang ditandatangani oleh Rektor UIN Imam Bonjol, Eka Putra Wirman dan ditujukan kepada Ketua Penyelenggara Kampanye Daerah Sumatera Barat.

"Pemindahan ini dilakukan dengan komunikasi antara rektor dan pihak Polda Sumbar melalui telepon. Jadi, kegiatan tersebut batal dilaksanakan di kampus ini," katanya lagi.

Lebih lanjut ia jelaskan, pihak UIN tidka mengetahui apakah kegiatan tersebut akan tetap berlangsung di tempat lain. "Ya jelas, diskusi ilmiah itu batal dilaksanakan di UIN. Apakah panitia tetap melanjutkan atau tidak kami juga tidak mengetahui," ujarnya lagi.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Padang, Dorri Putra ikut mengatakan, pihaknya memang memberikan imbauan kepada Pihak UIN Imam Bonjol berdasarkan STTP dari Polda Sumbar, yang menyatakan bahwa salah satu lokasi pelaksanaan kampaye Cawapres Maruf Amin adalah Kampus UIN.

"Imbauan ini merupakan upaya pencegahan yang diamanahkan oleh undang-undang kepada Bawaslu dalam pelaksanaan kampanye, di mana berdasarkan undang-undang, tidak boleh menggunakan sarana pemerintahan dan pendidikan untuk kampaye, salah satunya kampus. Oleh sebab itu kami memberikan imbauan kepada pihak UIN," kata Dorri.

Lebih lanjut disampaikan Dorri, pihaknya tidak melarang penyelenggaraan kegiatan diskusi ilmiah di UIN Imam Bonjol. Hanya saja, ia mengigatkan agar jangan sampai kegiatan tersebut bermuatan kampaye. "Kami tidak melarang diskusi Ilmiah, tetapi apakah pihak UIN bisa menjamin tidak ada penyebaran brosur, penyampaian visi dan misi, pemasangan spanduk, dan ajakan untuk memilih salah satu pasangan calon," katanya.

Ia juga menjelaskan, jika terdapat kegiatan kampanye yang terlaksana di fasilitas pemerintahan, maka sanksinya adalah pidana, baik untuk pasangan calon mau pun pihak pelaksana kegiatan. "Kalau memang UIN membatalkan kegiatan itu, berarti UIN tidak bisa menjamin tidak ada kampanye. Lagi pula, kampanye di sana juga menyalahi kode etik ASN," tutupnya.

Optimistis Menang Telak

Kedatangan Ma'ruf Amin ke Sumbar diyakini kubu Prabowo – Sandi tidak akan menggerus suara pendukung paslon 02. Dukungan terhadap Prabowo – Sandi dianggap telah mengakar, dan sulit untuk diubah. Sebab, masyarakat Sumbar dinilai sudah cukup cerdas dan rasional dalam memilih pemimpin. "Masyarakat biasa saja sudah cerdik, apalagi yang sudah berpendidikan di pesantren. Mereka pasti jauh lebih pintar. Mereka tau Capres yang paling untuk masyarakat dan umat," kata Seketaris Dewan Penasehat Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Sumbar,  Desrio Putra menyebutkan, Kamis (7/2).

Lebih lanjut Sekretaris Gerindra Sumbar itu menerangkan, kedatangan Ma'ruf tidak akan berpengaruh banyak bagi masyarakat Minang. Apalagi, kebijakan pemerintah pusat kurang memperhatikan pendidikan agama seperti ponpes. Banyak ponpes yang sulit berkembang dengan operasional pas-pasan. Hal ini tak lain akibat dari minimnya sokongan pemerintah terhadap anggaran pendidikan agama. "Guru-guru pesantren banyak yang kesulitan ekonomi. Honor guru pesantren banyak yang tidak memadai. Banyak guru bertahan mengajar karena semata mencari amal ibadah," kata Desrio yang juga Pengurus Yayasan Darul Tauhid, Ponpes Nurut Tauhid di Nagari Salayo, Kabupaten Solok itu.

Desrio mengatakan, meskipun ponpes yang didatangi Ma'ruf diberikan bantuan ataupun sumbangan langsung oleh tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf, pihaknya tetap yakin, pilihan masyarakat Sumbar terhadap Prabowo-Sandi tidak akan berubah.

"Kami yakin, pendirian masyarakat Sumbar tidak mudah digoyahkan. Sama halnya dengan keimanan yang tidak mudah untuk dirontokkan. Semua umat Islam tidak ingin ulama-ulama dipermainkan oleh kekuasaan," tutup Caleg DPRD Sumbar itu. (h/rvo/piz/mg-hen)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 05 September 2017 - 13:27:09 WIB

    Usung Andre-Mahesa, Koalisi Poros Tengah Mulai Gerilya

    Usung Andre-Mahesa, Koalisi Poros Tengah Mulai Gerilya PADANG, HARIANHALUAN.COM--Ketua Koalisi Poros Tengah, Febby Dt Bangso terus melakukan lobi-lobi politik ke partai-partai besar di Indonesia. Salah satu partai yang saat ini dilobi oleh Febby adalag Partai Demokrasi Indonesia .

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM