Unand-UNP Siap Sambut 14.001 Maba


Jumat, 08 Februari 2019 - 12:04:09 WIB
Unand-UNP Siap Sambut 14.001 Maba Ilustrasi (haluan)

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini, Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang menyediakan total 14.001 bangku untuk diperebutkan para pendaftar. Seperti tahun-tahun sebelumnya, 30 persen dari mahasiswa baru akan dijaring melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Rektor UNP, Ganefri kepada Haluan menyebutkan, kuota penerimaan di UNP untuk SNMPTN tahun ini direncanakan sebanyak 2.400 mahasiswa, atau 30 persen dari total rencana penerimaan mahasiswa baru, yaitu sebanyak 8.001 mahasiswa.

"Sama seperti tahun lalu, penerimaan mahasiswa baru (maba) UNP dibagi dalam tiga jalur, SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan jalur mandiri. Untuk SBMPTN, kuotanya 40 persen, dan seleksi mandiri 30 persen," katanya Selasa (5/2).

Ganefri menyebutkan, 8.001 maba yang akan diterima tahun ini akan menempati sejumlah jurusan dan program studi (Prodi) mulai dari Diploma 3 (D3), D4, dan Strata 1 (S1). Namun jika dikalkulasikan dengan jumlah rencana penerimaan beserta prodi S2 dan S3, maka setidaknya UNP akan menerima lebih dari 10.000 maba.

"Kuota ini masih sama dengan kuota tahun sebelumnya. Belum ada peninggkatan penerimaan untuk tahun ini. Sedangkan untuk calon penerima beasiswa bidikmisi, setidaknya akan ada 1.000 maba yang akan diberi kesempatan menerimanya,” ucapnya lagi.

Sementara itu untuk Unand, Wakil Rektor 1, Dachriyanus mengatakan, hingga saat ini sebanyak 122.083 siswa sekolah menengah atas (SMA) sederajat telah melakukan pendaftaran untuk memperebutkan sekitar 6.000 kursi maba Unand tahun ini, yang 30 persen di antaranya juga akan dijaring dari program SNMPTN.

“Memang soal peminat, Unand sebagai universitas terbaik di Sumatra selalu membludak. Persaingan masuk memang sengit. Sedangkan untuk kuota yang tersedia, masih sekitar 6.000-mahasiswa baru,” kata Dachriyanus.

Ia juga menjelaskan, ketentuan dan persyaratan untuk mendaftar sebagai maba di Unand masih sama dengan ketentuan pada tahun-tahun sebelumnya. Ia juga meminta para pendaftar bersungguh-sunggu memersiapkan diri agar dapat menembus bangku perkuliahan di kampus hijau tersebut.

“Sama seperti tahun sebelumnya, ada tiga jalur penerimaan mahasiswa baru. Untuk jalur SNMPTN dengan kuota 30 persen, SBMPTN kuotanya 40 persen, dan jalur Mandiri kuotanya 30 persen,” ucapnya lagi.

Setiap pendaftar, sambungnya, dapat membiduk salah satu jurusan atau prodi pada 15 fakultas yang tersedia di Unand seperti, Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, MIPA, FISIP, FIB, Keperawatan, Teknik, Teknologi Informasi, Hukum, Pertanian, Peternakan, Ekonomi, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, dan Teknologi Pertanian.

Total Kuota SNMPTN 613.860

Sementara itu secara nasional, sebanyak 613.860 siswa dinyatakan layak mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui SNMPTN. Persaingan dinilai akan semakin ketat sebab peminat naik sedangkan kuota diturunkan. Siswa yang dinyatakan layak mendaftar ke kampus negeri melalui jalur prestasi unggul tersebut berasal dari 14.744 sekolah.

“Bagi siswa yang eligibel harus segera mendaftar hingga 14 Februari. Jangan sampai telat mendaftar,” kata Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi, sebagaimana dilansir oleh okezone.com.

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu juga menerangkan, proses seleksi untuk mencari siswa yang eligibel itu awalnya dilakukan untuk setiap sekolah per jurusan yang didaftarkan di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Untuk pemeringkatan, lanjutnya, didasari isian data nilai oleh sekolah yang sudah diverifikasi oleh siswa untuk mata pelajaran yang tercantum pada laman snmptn.ac.id.

Ravik menjelaskan, pemeringkatan untuk jurusan IPA didasarkan pada nilai mata pelajaran atau mapel Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi. Untuk IPS pada mapel Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi.

Selanjutnya, mapel yang dinilai di jurusan bahasa Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropologi, dan salah satu Bahasa Asing. Sedangkan untuk siswa SMK yang akan dinilai dari Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Keahlian (Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan). “Eligibilitas ditentukan dengan melihat ketentuan kuota berdasarkan akreditasi sekolah seperti yang tercantum di laman,” jelasnya.

Ravik berharap, siswa menggunakan masa pendaftaran dengan sebaik-baiknya sehingga terhindar dari risiko telat. Selain itu, dia mengimbau kepada semua siswa untuk membaca lagi syarat dan memahami seluruh ketentuan yang berlaku pada PTN pilihan.

“Jangan lupa untuk menggunakan nomor induk siswa nasional dan kata kunci untuk login ke laman. Selain itu, juga sertakan portofolio yang bersifat wajib pada program studi (prodi) seni dan olahraga dan dokumen bukti keterampilan yang disahkan kepala sekolah,” pintanya.

Sementara itu, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) Ismunandar mengatakan persaingan untuk memperebutkan kursi SNMPTN tahun ini akan semakin tinggi. Hal itu lantaran jumlah siswa dan sekolah pada waktu pengisian PDSS mengalami kenaikan 40%. Akan tetapi, kuota SNMPTN tahun ini justru turun dari 30% menjadi 20%.

“Nah, sekarang ini pasti persaingannya akan lebih tinggi karena jumlah peserta naik 40%, sementara kuotanya turun. Diharapkan, kita akan dapat mahasiswa yang jauh lebih baik,” katanya. (h/mg-mal/mg-yes)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM