Bermain Burung Dara, Sensasi Beda Menikmati Perjalanan Wisata di Kota Tua Sawahlunto


Ahad, 10 Februari 2019 - 16:19:35 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Bermain Burung Dara, Sensasi Beda Menikmati Perjalanan Wisata di Kota Tua Sawahlunto Salah seorang pengujung tengah bermain memberi makan burung dara yang terbang bebas di kawasan Lapseg Ombilin Sawahlunto. RIKI YUHEMAN

Menikmati waktu di alam terbuka menjadi salah satu hal yang bisa dipilih saat senggang atau berwisata baik pagi hari ataupun sore hari. Hal itu bisa membuat tubuh rileks setelah beraktivitas seharian.

 

Laporan – RIKI YUHERMAN (Sawahlunto)

 

SAWAHLUNTO, HALUAN- Aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan bermain sembari memberi makan burung dari yang terbang dan bermain bebas di sekitaran Lapangan Segitiga Ombilin Sawahlunto. Meski tidak banyak, hanya sekitar 25 ekor burung dara, akan tetapi hal ini memberikan sensasi berbeda.

 

Seperti yang rutin dilakukan oleh Insan Kamil (30) warga asal Padang yang sehari hari bekerja di Sawahlunto. Bermodal jagung yang ia beli di pasar setiap paginya ia memberi makan burung burung dara yang tengah bergerombolan bermain di sekitaran Lapseg Ombilin.

 

"Setiap harinya saya melihat banyak burung dara yang bermain dan terbang bebas di taman kota ini. Saya pun berpikir bagaimana burung burung itu makan atau siapa yang memeliharanya. Sejak itu saya coba membeli makanan burung, yakni jagung giling dan memberi makan tiap pagi dan lama lama burung burung itupun seakan akrab dan kenal dengan saya dan terus menunggu diberi makan setiap paginya," tuturnya kepada Haluan.

 

Pria yang akrab disapa Insan itu menilai, aktifitas memberi makan burung dara ini bisa lebih dikembangkan sebagai salah satu poin penguat sektor wisata. Apalagi kawasan dimana burung-burung dara itu bermain merupakan taman pusat kota tua Sawahlunto dengan pemandangan bangunan Heritage Kantor Ombilin yang megah.

 

Insan berharap aktivitas yang dilakukannya itu bisa menjadi perhatian pihak terkait. Misalnya sebut Insan, pihak terkait atau masyarakat bisa menambah jumlah populasi burung yang ada.

"Jika burungnya lebih banyak tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat atau wisatawan untuk dapat memberi makan sekaligus bermain," ucapnya.

 

Konsepnya lanjut Insan, di saat populasi burung dara itu telah banyak, maka masyarakat bisa menjadikan peluang ekonomi dengan berjualan makanan burung di sekitaran Lapseg. Sensasi memberi makan burung ini bisa menambah khasanah atau daya tarik tersendiri yang akan berdampak pada kunjungan wisata.

 

"Kita bisa mencontoh ke daerah wisata di Aceh yang telah mengembangkan wisata taman burung dara, dimana saat ini kawasan itu telah menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang jarang atau tidak ditemui di daerah lainnya. Atau bahkan bisa melihat di luar negeri seperti di Madinah ataupun negara di Eropa," ujarnya.

 

Sementara itu warga lainnya, Mus (62) yang setiap pagi bersama cucunya juga menjadikan kegiatan memberi makan burung dara itu sebagai suatu kesenangan batin. Ia bisa menikmati suasana pagi di Lapseg bersama anak cucunya menjadikan dirinya lebih bahagia dan juga bisa memberikan pengajaran kepada anak cucu terkait keseimbangan alam atau berbagi dengan alam.

Mus berharap ini bisa menjadi perhatian oleh pemerintah melalui dinas terkait ataupun ada komunitas atau kelompok masyarakat yang bisa mengembangkannya menjadi suatu hal yang baik bagi kota ini.(h/rki)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM