Forlop Cyber Jokowi di Padang: Sampai Kapan Hoaks Dibiarkan Terus


Ahad, 10 Februari 2019 - 17:28:09 WIB
Forlop Cyber Jokowi di Padang: Sampai Kapan Hoaks Dibiarkan Terus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Mayjend Sidarto Danusubroto saat menyampaikan materi tentang bahaya hoaks dalam seminar anti hoaks dengan tema Menangkal Hoax dan Berita Bohong Demi Pemilu 2019 yang Sehat dan Bermartabat di Hotel Premiere Basko, Minggu (10/2). TIO FURQAN

PADANG, HARIANHALUAN.COM-- Guna menangkal berita bohong, Forum Lintas Ormas Pendukung (Forlop) Cyber Jokowi mengadakan seminar anti hoaks dengan tema Menangkal Hoax dan Berita Bohong Demi Pemilu 2019 yang Sehat dan Bermartabat di Hotel Premiere Basko, Minggu (10/2).

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Mayjend Sidarto Danusubroto mengatakan, Capres Nomor Urut 1, Joko Widodo memang sudah menjadi sosok yang sederhana semenjak menjadi calon Wali Kota Solo.

"Bahkan setelah menjadi presiden juga seperti itu tetap menjadi sosok yang sederhana," katanya, Minggu (10/2).

Ia mengatakan, sangat prihatin dengan isu yang tersebar bahwa Jokowi merupakan anti islam atau anggota Partai Komunis Indonesia, karena ketika jadi Imam Salat Jokowi memiliki lafal yang baik yang jelas telah dipelajari semenjak kecil.

"Bahkan dikatakan China, lihat saja wajah pak Jokowi yang sangat Jawa. Mana mungkin dlbeliau dari China," katanya.

Hoaks yang disebarkan, katanya, merupakan bentuk ketidakmampuan dari pihak lain untuk mencari kesalahan dari pemerintah yang sangat baik saat ini.

"Berita seperti ekonomi terus saja digoreng, ini jelas bentuk cara ketidakmampuan dari pihak lain untuk mengimbangi bapak Jokowi. Kalau rupiah saat ini sudah bisa kita jaga di bawah Rp15 ribu," ujarnya.

Ia mengatakan, isu hoaks ini lah yang harus dilawan semua pihak karena bisa menghancurkan dan memecahbelah bangsa. Cara melawan Hoaks ini, sambungnya, salah satunya dengan memancing masyarakat ingin mencari tahu sendiri kebenarannya. Serta dengan adanya undang-undang dalam pencegahan berita hoaks.

"Mereka yang ditangkap saat ini tidak dikriminalisasi tapi memang kriminal yang menyebarkan hoaks. Sampai kapan hoaks ini dibiarkan terus?," katanya.

Staff Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Firdaus Ali mengatakan, Jokowi tidak pernah memiliki niat untuk membalas hoax yang disebarkan oleh lawan politiknya.

"Banyak isu yang tersebar di tengah masyarakat. Tapi, Jokowi tidak pernah ingin membalas itu. Padahal beliau memiliki kekuatan yang bisa membalas itu," ujarnya.

Terkait hutang, katanya, selama empat tahun pemerintahan Jokowi menambah hutang 1.644,23 triliun tapi juga membayar 1.600 triliun hutang. Dengan itu, Jokowi sudah membangun banyak infrastruktur seperti pembangunan embung, jalan, dan hal lainnya. 

"Bahkan dalam pemerintahan 4 tahun terakhir pembangunan melebihi 10 tahun kepemimpinan sebelumnya. Di zaman bapak Soeharto pun bisa dibandingkan," katanya.

Ia mengatakan, bagi masyarakat Minangkabau yang mendukung Jokowi, jangan pernah takut menyebarkan kebenaran dalam mendukung Jokowi. Bahkan, untuk kampanye pun jangan takut untuk bersuara.

Ketua Panitia Seminar, Diki Syambara mengatakan, masyarakat yang konfirmasi untuk hadir sebanyak 567 dan yang hadir 450 orang.

"Seminar ini untuk menangkal hoax yang berada di tengah masyarakat yang berpotensi memecah belah," katanya. 

Pada kesempatan ini, Jokowi dilantik sebagai Bapak Bijaksana Anti Hoaks. (h/mg-tio)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]m
APP HARIANHALUAN.COM