Keresahan Warga Pila Tarok, DPRD Desak Pemko Sikapi Tanah Bergetar


Senin, 11 Februari 2019 - 10:42:09 WIB
Keresahan Warga Pila Tarok, DPRD Desak Pemko Sikapi Tanah Bergetar Tim geologi dari Dinas ESDM Sumbar, saat turun ke kawasan Pila Tarok, Rabu (23/1), untuk menganalisis fenomena tanah bergetar yang dirasakan oleh warga setempat dalam setahun belakangan, yang diduga berasal dari pembangunan bendungan sungai di belakang kawasan tersebut. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut pemerintah pascaanalisis dilakukan. YESI SWITA

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Keresahan warga Pila Tarok, Kelurahan Pasar Ambacang, Kota Padang, terkait fenomena tanah bergetar setahun belakangan belum teratasi. Instansi terkait terkesan lempar bola tentang siapa yang bertanggung jawab memberikan penanganan agar keresahan warga teratasi. Kalangan DPRD Padang pun geram, dan mendesak Pemko Padang agar segera turun memberikan solusi.

“Kami berharap Pemko Padang peka dan memfasilitasi masalah ini. Ini masalahnya sudah setahun dan tidak ada penindakan apa pun selain turun ke lapangan untuk mengecek, setelah itu tidak ada solusi. Sementara warga di Pila Tarok terus cemas karena rumah mereka terus bergetar. Apalagi saat hujan deras,” kata Anggota Komisi III DPRD Padang, Arpendi, Minggu (10/3).

Arpendi meminta, agar Pemko Padang tidak menunggu dulu jatuhnya korban moril, materil, bahkan nyawa, dalam fenomena tanah bergetar di Pila Tarok tersebut. Sebab jika terus dibiarkan, ia khawatir fenomena yang berkepanjangan itu dapat meluas dan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan oleh warga.

Belum lagi, sambung Arpendi, jika pembiaran terus terjadi, maka warga bisa saja mengambil jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa karena merasa keresahan dan ketidaknyamanan yang dirasakan, tidak ditanggapi oleh pemerintah yang bertugas memelihara kenyamanan tersebut.

“Tidak tertutup kemungkinan ada masalah lain jika masalah kali ini dibiarkan begitu saja. Apabila nanti warga unjuk rasa karena merasa tidak ditanggapi, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi tindakan anarkis. Menjadi wajar karena warga sudah merasa tidak nyaman hidup, dan Pemko Padang hirau saja," ujarnya lagi.

Lempar Bola BPBD dan ESDM

Sebelumnya diberitakan, meski beberapa waktu lalu tim geologi dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar telah melakukan pengecekan atas fenomena tanah bergetar di kawasan Pila tarok, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Padang, hingga kini warga setempat masih didera kecemasan karena pascapengecekan, sama sekali belum ada tindak lanjut penanganan.

"Kemarin setelah berita itu, besoknya ada yang datang melihat dan meneliti ke sini. Kami lega saat itu, tapi hingga kini, kami tidak dapat informasi tentang tanah bergetar itu karena apa, dan apa yang harus dilakukan. Atap, pintu, jendela kami, masih bergetar sampai saat ini. Apalagi cuaca sering hujan sehingga getarannya kuat sekali," kata Tini (58), salah seorang warga Pila Tarok.

Warga Pila Tarok lainnya, Rostina (59), juga mengemukakan hal tak jauh berbeda. Wanita yang tinggal sendirian di rumahnya itu mengaku didera ketakutan sepanjang waktu saat fenomena tanah bergetar terasa begitu kuat pada pintu dan jendala rumahnya.

"Dulu, rumah saya yang pertama kali dicek, tapi sampai dicek saja. Tidak ada penjelasan, apalagi solusi. Hingga kini getaran masih terasa. Apalagi kalau hujan lebat, akan kuat sekali getarannya. Saya tentu tidak mengerti apa yang sedang terjadi, tetapi kami harap ada solusinya," kata Rostina.

Menanggapi keresahan warga Pila Tarok, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Edi Hasyimi mengatakan, pihaknya tidak berada dalam pihak yang tepat untuk memberikan solusi kepada warga. Menurutnya, Dinas ESDM Sumbar yang telah mengutus tim ke lokasi getaran adalah pihak yang paling patut untuk ditagih oleh warga.

“Apakah fenomena tanah itu termasuk bencana. Apakah sudah ada dampak yang jelas. Kami saja tidak tahu jawaban atas pertanyaan itu. Jadi, kami tidak biasa memberikan solusi karena kami saja tidak mengerti. Akan tetapi, misalnya, seperti gempa, itu sudah pasti bencana dan sudah pasti kami turun,” katanya.

Ada pun terkait rencana warga Pila Tarok untuk menggelar demo terkait ketidakjelasan informasi dan solusi dari pemerintah terkait fenomena tanah bergetar itu, Edi tak dapat berkomentar apa-apa karena merasa hal itu tidak berada pada kewenangannya. “Karena memang bukan ilmu kami untuk memberikan solusi, karena belum pasti apakah itu bencana atau tidak,” ucapnya lagi.

Sementara itu, Kepala ESDM Sumbar, Hery Martinus menanggapi keresahan warga Pila Tarok itu menyebutkan, pihaknya telah memenuhi permintaan Wali Kota Padang untuk melakukan pengcekan terkait pengaduan masyarakat tentang fenomena tanah bergetar di Pila Tarok. “Hasil peninjauan ke lokasi sudah kami berikan kepada Wali Kota Padang. Jadi, sekarang itu terkait memberikan solusi, tentu bukan kami. Kami hanya diminta mengecek,” katanya lagi.

Hery menegaskan, dalam hal itu tentu pihak yang berhak untuk memberikan solusi dari hasil peninjauannya adalah Pemerintah Kota (Pemko) Padang. “Kalau masyarakat ingin solusi dari tinjauan itu, Wali Kota Padang yang berhak memberikannya,” katanya menutup. (h/ade)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM