Tol Padang Pariaman-Pekanbaru, Pengerjaan Kembali Dimulai dari Titik 3,9 KM


Kamis, 14 Februari 2019 - 12:13:24 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Tol Padang Pariaman-Pekanbaru, Pengerjaan Kembali Dimulai dari Titik 3,9 KM Wagub Sumbar, Nasrul Abit; Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni; beserta rombongan, saat meninjau lokasi pembangunan ruas tol Padang Pariaman-Pekanbaru di titik 3,9 km, Rabu (13/2). HAMDANI

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Setelah sempat terhenti karena kesimpangsiuran status kepemilikan tanah, pembangunan ruas jalan tol Padang Pariaman-Pekanbaru (PPR-PKU) dari titik 3,9 sampai 4,2 kilometer kembali dimulai. Pemindahan titik awal pengerjaan dilakukan karena masih terkendalanya kesepakatan ganti rugi lahan di titik 0 kilometer.

Hal itu disampaikan Pimpinan Proyek Ruas Tol Padang Pariaman-Pekanbaru Seksi I dari PT Hutama Karya, Ramos Pardede.

"Saat groundbreaking, kami sudah dapat jaminan dari Bupati Padang Pariaman, yang mengatakan bahwa tanah di titik 0–150 meter sudah bebas. Namun, belakangan ada pemilik lain di sana, yang berarti sertifikatnya ganda. Akhirnya, proyek dihentikan sementara sampai permasalahan selesai," katanya saat mendampingi Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat meninjau lokasi pengerjaan tol, Rabu (13/2).

Lantaran tak kunjung selesai, proyek pengerjaan tol dimajukan ke kilometer 3,9 yang kepemilikan lahannya dipegang oleh PT PIP. Ramos menuturkan, Direktur PT PIP telah mengirimkan surat pernyataan yang menyebutkan bahwa pihaknya bersedia menyerahkan lahan sepanjang 1,2 km untuk dikerjakan, sembari menunggu proses konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Padang Pariaman.

"Untuk itu, hari Sabtu (10/2) yang lalu alat berat kami sudah masuk dan masih bekerja hingga Selasa (12/2). Akan tetapi, hari ini datang masyarakat yang mengaku sebagai pemilik lahan, yang ternyata masih bermasalah dengan PT PIP. Kembali, pengerjaan dihentikan," kata Ramos.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, pada kunjungan itu mengungkapkan, bahwa permasalahan ini muncul karena adanya kerancuan dalam sertifikat tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbar. Dalam sertifikat tersebut, pemilik lahan ternyata lebih dari satu orang, dan ditandai dengan garis miring.

"Jadi, dalam sertifikat itu pemiliknya ditulis PIP atau si anu. Tentu hal ini memunculkan pertanyaan, sebenarnya yang punya itu siapa? Sehingga akhirnya terjadi perebutan hak milik di sana. Lalu ada juga masalah kepemilikan ganda. Dua orang punya sertifikat yang sama," ucapnya.

Ia berharap, ke depan BPN dapat mengeluarkan data-data yang valid, sehingga tidak memunculkan sengketa yang berlarut-larut. "Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa di sini. Tapi saya mengajak semua pihak yang terlibat, baik itu Pemprov, Pemkab, BPN, Kejaksaan, Forkopimda, dan seterusnya, untuk bersama-sama dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan proyek pembangunan tol ini," katanya.

Terakhir, ia menuturkan, pengerjaan akan tetap dilakukan dengan catatan lahan yang masih bermasalah dikesampingkan terlebih dulu. Termasuk lahan yang masih dalam proses gugatan di pengadilan. Namun, di titik 3,9 km sendiri proyek akan tetap berjalan, dimulai dari tanah atas nama Nasrul yang telah menerima ganti rugi. (h/mg-dan)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 21 April 2019 - 17:03:07 WIB

    Gugatan Masyarakat Tompek Agam Ditolak Pengadilan

    AGAM, HARIANHALUAN.COM - Majelis Hakim PN Lubuk Basung yang diketuai Teti Sulastri, dan Hakim Anggota Ida Maryam Hasibuan dan Shinta Nike Ayudia, menolak gugatan kelompok class action, terhadap PT. PPR (Perkebunan Pelalu Raya.
  • Rabu, 10 April 2019 - 10:24:46 WIB
    MELEWATI LAHAN WARGA DI LUBUK ALUNG DAN SICINCIN

    Tim Keberatan Minta Trase Tol Digeser

    Tim Keberatan Minta Trase Tol Digeser PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM—Masyarakat Nagari Sicincin dan Nagari Lubuk Alung menyatakan keberatan atas skema trase tol Padang Pariaman-Pekanbaru yang menyentuh sebagian lahan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Par.
  • Jumat, 05 April 2019 - 00:32:04 WIB

    Lahan Tol Sicincin dan Lubuk Alung Bermasalah, Pemprov Akan Bentuk Tim Kajian Keberatan

    Lahan Tol Sicincin dan Lubuk Alung Bermasalah, Pemprov Akan Bentuk Tim Kajian Keberatan PADANG, HARIANHALUAN.COM — Pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol ruas Padang Pariaman-Pekanbaru tampaknya masih harus menjalani proses panjang dan berbelit. Pasalnya, belum selesai dengan warga Nagari Kasang, .
  • Senin, 25 Februari 2019 - 20:02:01 WIB

    Harga Tanah di Sekitar Tol Padang Pariaman Bakal Melonjak

    Harga Tanah di Sekitar Tol Padang Pariaman Bakal Melonjak PADANG, HARIANHALUAN.COM—Kalangan DPRD Sumbar berharap agar masyarakat lebih melihat manfaat jangka panjang yang akan ditimbulkan melalui upaya pembangunan Jalan Tol Padang Pariaman-Pekanbaru. Sebab sejauh ini, proses pemba.
  • Rabu, 30 Januari 2019 - 22:19:36 WIB

    Masalah Lahan Tol di Sumbar Harus Tuntas

    Masalah Lahan Tol di Sumbar Harus Tuntas PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kalangan DPRD Sumbar mengimbau masyarakat agar bisa mendukung pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh pusat di Sumbar. Salah satunya pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM