PASCA PEMUKULAN ROBI DI PPM NURUL IKHLAS

Jumlah Pelaku Bertambah, Orang Tua Santri akan Pindahkan Anaknya ke Ponpes yang Lebih Aman


Kamis, 14 Februari 2019 - 19:26:48 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Jumlah Pelaku Bertambah, Orang Tua Santri akan Pindahkan Anaknya ke Ponpes yang Lebih Aman Kasat Reskrim Iptu Kalbert Jonaidi bersama Kabag Ops Kompol Rudi Munanda dan Kapolsek X Koto AKP Rita Saryanti membeberkan terlapor pemukulan bertambah menjadi 19 orang. APIZ RAJO ALAM

PADANG PANJANG, HALUAN.Com – Setelah melakukan penyidikan dan pengembangan terhadap para santri yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Robi, Polres Padang Panjang mendapatkan 2 santri baru yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut, saat ini Pihak kepolisian telah mengantongi 19 nama dari sebelumnya 17 nama yang diduga terlibat dalam pemukulan.

 

Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaidi saat menggelar pers realis di Mapolres setempat, Kamis (14/2) kemarin mengatakan, hasil pengumpulan keterangan yang dilakukan penyidik didapatkan dua nama santri lainnya ikut terlibat. Aksi pemukulan bergilir yang terjadi di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ikhlas sejak Kamis (7/2)lalu itu, tercatat sebanyak 19 santri ditetapkan terlapor.

 

Dalam keterangan persnya, Kalbert mengungkapkan peristiwa kekerasan terhadap santri bernama Roby berawal pada Kamis, sekitar pukul 22.00 WIb. Kejadian kembali terulang, Jumat (15/2) dan Minggu (17/2) lalu.

 

“Kasus ini melibatkan anak dibawah umur, untuk itu perkara ditangani secara khusus oleh penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk ditindaklanjuti. Penyidik telah mengamankan 19 orang santri dan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk menganiaya korban,” sebut Kalbert di depan awak media.

 

Berkaitan dengan status terlapor yang masih di bawah umur, Kalbert menyebut juga akan melakukan pengembangan dengan memanggil sejumlah pengurus yang diperkirakan terkait dengan awal kejadian tersebut.

 

“Tidak tertutup kemungkinan kejadian diakibatkan karena kelalaian pihak berwenang di lingkungan asrama. Kita juga akan panggil pihak ponpes untuk di periksa,” sebut Kalbert.

 

Selain menghimpun bahan keterangan dari pihak terlapor dan pelapor, Satreskrim Polres Padangpanjang juga melakukan pra rekonstruksi. Sebanyak 19 santri berlabel terlapor dengan detail menunjukkan rangkaian peristiwa yang berlangsung selama 3 hari tersebut.

 

Sementara Kapolsek X Koto, AKP Rita Saryanti mengatakan, diketahuinya kasus tersebut setelah masuknya laporan dari pihak korban ke Polsek X Koto. “Laporan kami terima dan ditindaklanjuti. Berkaitan dengan kasus anak dibawah umur kita melimpahkan pada penyidik PPA Satreskrim Polres Padangpanjang untuk diproses,” sebut Rita.

 

Terpisah , wali Santri, Ardian mengatakan kekecewaannya pada pihak Ponpes. Jika persoalan ini selesai wali santri bersepakat untuk memindahkan anaknya ke sekolah yang lebih aman.

 

“Anak -anak kami sekolah disini bayar. Kali ini belasan santri nekat main hakim hingga menciderai santri lainnya hingga berulang kali,” sebut Adrian saat dijumpai di Mako Polres Padang Panjang. (h/pis)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM