Santri Korban Pengeroyokan Meniggal

Pemuda Desak Ponpes Tanggung Jawab


Selasa, 19 Februari 2019 - 10:35:59 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pemuda Desak Ponpes Tanggung Jawab SANTRI MENINGGAL—Petugas rumah sakit mengeluarkan jenazah Roby (18) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) DR. M. Djamil Padang, Senin (18/2). Robi menghembuskan nafas terakhir pada pukul 06.20 WIB. Sebelumnya Roby mendapat perawatan karena diduga menjadi korban pengeroyokan oleh temannya sesama santri. IRHAM

Kami belum bisa berkomentar banyak karena ponpes masih dalam keadaan berduka. Kami juga belum menerima surat penetapan anak pelaku dari Polres Padang Panjang. Jadi, kami belum bisa melakukan upaya hukum. (ZULKIFLI-KUASA HUKUM PPM NURUL IKHLAS)

PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COMSetelah koma sepekan, RA(16), santri korban pengeroyokan di Pondok Pesantren Modern (PPM) Nurul Ikhlas, mengembuskan napas terakhir, Senin pukul 06.20 WIB di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Berpulangnya RA menimbulkan desakan dan tuntutan dari Pemuda Nagari Koto Laweh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, agar PPM Nurul Ikhlas bertanggung jawab penuh.

Setelah polisi melakukan otopsi di RS Bhayangkara Padang, jenazah RA langsung dipulangkan ke kampung halamannya di Nagari Koto Laweh. Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaidi mengatakan, otopsi diperlukan untuk melengkapi berkas penyidikan. "Ini sudah seizin pihak keluarga," kata Kalbert, Senin (18/2).

Terakait meninggalnya RA, perwakilan pemuda Koto Laweh, Pel, kepada Haluan saat menunggu jenazah di rumah duka menyebutkan, pihaknya meminta kepolisian mengusut hingga tuntas kasus pengeroyokan yang menyebabkan kematian RA, yang disebut sebagai adik sanagari oleh Pemuda di Nagari Koto Laweh.

"Selain itu, kami juga menuntut pertanggungjawaban penuh kepada pihak pondok pesantren atas penganiayaan yang berujung meninggalnya adik kami. Pondok jangan lepas tangan karena kejadian ini juga karena kelalaian pihak ponpes dalam mengelola para santri," kata Pel.

Menanggapi desakan dan tuntutan Pemuda Koto Laweh kepada PPM Nurul Ikhlas, Ketua KAN Koto Laweh D. Datuak Mudo menyebutkan, pihaknya akan mencoba menjembatani tuntutan dari para anak-kamanakan di Nagari Koto Laweh kepada PPM Nurul Ikhlas. Semoga ada titik temu penyelesaian urusan ketidaksenangan atas meninggalnya salah satu anak nagari.

"Pemuda Nagari Koto Laweh mau Ponpes Nurul Ikhlas transparan dalam mempertanggungjawabkan kejadian yang mengakibatkan anak kemenakan kami meninggal dunia. Untuk itu, kami merencanakan ada pertemuan antara Pemuda Nagari dengan Pihak Ponpres Nurul Ikhlas," kata D. Dt Mudo.

Terkait tuntutan Pemuda Koto Laweh tersebut, Zulkifli selaku Kuasa Hukum PPM Nurul Ikhlas menyebutkan untuk saat ini pihaknya belum bisa berkomentar banyak karena pihak ponpes masih dalam keadaan berduka atas meninggalnya RA.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM