Hari Ini, Puncak Cap Go Meh Diprediksi Membeludak


Selasa, 19 Februari 2019 - 10:45:14 WIB
Hari Ini, Puncak Cap Go Meh Diprediksi Membeludak Ratusan warga menyaksikan aksi Liong (tarian naga) di Kelenteng See Hien Kiong di Kampung Pondok, Padang Barat, Kota Padang, Senin (4/2). Atraksi tersebut diadakan dalam rangka menyambut Imlek 2570. Dan pada perayaan tersebut dimanfaatkan oleh pehobi fotogragi untuk mengabadikan momen baik menggunakan kamera DSLR, atau gawai. Tio Furqan

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Rangkaian Padang Multikultural Festival (PAMFest) yang berlangsung di kawasan pecinan Kota Padang, akan ditutup dengan manis lewat peringatan puncak Cap Go Meh, yang akan digelar hari ini, Selasa (19/1) di bawah Jembatan Siti Nurbaya mulai pukul 17.00 WIB. Warga diprediksi akan membanjiri puncak peringatan Cap Go Meh tahun ini.

“Cap Go Meh tahun ini memang sengaja dibuat beda untuk lebih menarik minat wisatawan untuk datang ke kawasan Klenteng Kelurahan Pondok untuk menyaksikan rangkaian Cap Go Meh, yang dimulai dengan PAMFest,” kata Albert Hendra Lukman, pengurus Himpunan Tjinta Teman (Hok Tek Tong/HTT) selaku penyelenggara kepada Haluan, Senin (18/2).

Baca Juga : Kota Padang Punya Kran Air Siap Minum, Ini Lokasinya

Berkat dukungan penuh Pemprov Sumbar dan penyertaan event organizer (EO) sebagai pengonsep kegiatan, Albert meyakini puncak peringatan Cap Go Meh akan lebih meriah dan lebih ramai dibanding pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. “Bahkan, ramainya itu sudah sejak tiga hari yang lalu sejak PAMFest dimulai,” katanya lagi.

Albert yang juga anggota DPRD Sumbar itu pun mengajak masyarakat untuk menghadiri puncak Festival Cap Go Meh yang akan digelar hari ini (19/2) dibawah Jembatan Siti Nurbaya yang dimulai pada pukul 16.30. "Ada kolaborasi Pencak Silat dan Wushu. Gubernur Sumbar juga dijadwalkan hadir," sebutnya.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Targetkan Penurunan Kebocoran Air 1-2 % Tahun 2021

Budayawan yang bertindak selaku Kurator pada PAMFest, Edy Utama mengatakan, pada pelaksanaan PAMFest terdapat sekitar sembilan kesenian dari berbagai kebudayaan yang ditampilkan. Kesenian itu berasal dari sembilan etnis masyarakat yang tinggal di Sumbar, khususnya Kota Padang.

"Malam ini kesenian kebudayaan yang kami tampilkan antara lain, monotor dari Batak, Balanse Madam Nias, Nyanyian Mentawai dan Campur Sari Jawa Sawahlunto, " kata Edy Utama.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Genjot Kapasitas Produksi Air Bersih 50 Liter Per Detik

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid)Promosi Dinas Pariwisata Sumbar, Didit P. Santoso mengungkapkan, Pemprov Sumbar terus berusaha untuk mendandani pusat-pusat kegiatan wisata agar tampak lebih cantik dan menarik. Salah satunya dengan mendukung penuh pelaksanaan Festival Cap Go Meh di kawasan pecinan Kota Padang.

“Ini mungkin kejarannya internalisasi dulu, ke depan akan terus kami kembangkan kawasan Pondok ini sebagai kawasan kota tua yang memancing lebih banyak wisatawan lagi. Dukungan semua pihak diperlukan agar ini terealisasi,” kata Didit. (h/isq)

Baca Juga : Lanjutkan Program MBR, Perumda AM Kota Padang Tawarkan 5.000 SR Tahun Ini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]