Program dari Pusat, 5127 PKM Mentawai Terima Bantuan Sosial


Rabu, 20 Februari 2019 - 19:13:42 WIB
Program dari Pusat, 5127 PKM Mentawai Terima Bantuan Sosial Keluarga Penerima Manfaat di Sikakap menerima dana PKH di salah satu bank. (minangsatu.com)

MENTAWAI, HARIANHALUAN.COM — Melalui Program Keluarga Harapan (PKH)Tahun 2019, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kepulauan Mentawai salurkan bantuan sosial kepada 5.127 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang di 10 Kecamatan di Kepulauan Mentawai.

Hal tersebut dikatakan Koordinator PKH Mentawai, Berman Sibuea, pada Haluan, Selasa (19/02) di ruang kerjanya.

"Pada program PKH tahun 2019 ini, Mentawai PKM nya mencapai 5.127 keluarga, dimana jumlah ini masih sama pada tahun sebelumnya," tuturnya

Ia menyebutkan, penerima manfaat tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu Rp1.890.000 per tahun untuk satu KPM. Tahun ini pemerintah telah menetapkan  indeks bantuan sosial yaitu bantuan tetap PKH reguler Rp550 ribu per keluarga per tahun, bantuan tetap PKH akses Rp1 juta per keluarga per tahun.

Selanjutnya KPM yang memiliki Ibu hamil, mempunyai anak balita, tinggal dengan bersama lansia dan disabilitas Rp2,4 juta- per jiwa per tahun. Selain itu pemerintah juga menetapkan KPM yang memiliki anak usia sekolah SD Rp900 ribu per jiwa per tahun, SMP Rp1,5 juta per jiwa per tahun dan SMA Rp2 juta per jiwa per tahun.

"Setiap KPM akan diberikan bantuan maksimal untuk 4 orang berdasarkan komponen kondisionalitas, misalnya Ibu hamil menerima Rp2,4 juta, memiliki balita menerima Rp2,4 juta, satu lagi SD menerima Rp900 ribu, satu SMP menerima Rp1,5 juta dan satu SMA menerima Rp2 juta, maka yang tidak diakomodir adalah penerima dengan jumlah terendah yaitu penerimaan SD.

"Selanjutnya total jumlah yang akan diterima keempat penerima tersebut dibagi menjadi empat, itulah yang nanti akan diterima KPM setiap tahapan dan dalam satu tahun disalurkan sebanyak empat tahap, " ucapnya.

Ia menyebutkan, PKH tersebut untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai telah dimulai sejak akhir 2015 oleh perintah pusat melalui Kementerian Sosial, salah satu tujuannya meningkat taraf hidup bagi KPM itu sendiri melalui akses kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial. Jumlah yang diterima itu bervariasi berdasarkan jumlah anggota keluarga dan kondisionalitas.

"Uang ini digunakan untuk beli baju, sepatu dan keperluan anak-anak sekolah, kebutuhan ibu hamil, penambahan gizi balita, termasuk membiayai kesehatan lansia dan disabilitas berat, bantuan tersebut akan disalurkan langsung ke rekening masing-masing KPM melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI). Namun, sekarang ini ada kendala bagi KPM yang berada jauh dari Bank atau Anjungan Tunai Mandiri (ATM), mereka kesulitan untuk melakukan penariakan uang, jadi harapan kita ada solusi untuk mengatasi hal ini, " tuturnya.

Ia menyebutkan, selain digunakan untuk keperluan hidup, uang batuan sosial juga menjadi stimulan peningkatan ekonomi bagi KPM  yang akan didampingi oleh petugas pendampingan sosial PKH yang tersebar di 10 Kecamatan melalui program Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) salah satunya dengan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pertanian.

"Untuk mensejahterahkan PKM ini kita memiliki 25 orang pendamping sosial dan dibantu 5 Asisten, 1 Operator dan 1 Koordinator, untuk membantu mengedukasi, memfasilitasi, membimbing dan mengarahkan bagaimana penerimaan PKH lepas dari garis kemiskinan. Mereka akan melakukan pertemuan dengan KPM yang disebut P2K2, dalam pertemuan itu pendampingan membimbing KPM terkait pendidikan, kesehatan dan pertumbuhan ekonomi, misalnya selama ini ada yang malas menyekolahkan anaknya dengan adanya bimbingan, maka mereka (PKH-red) mau menyekolahkan anaknya, "katanya.

Ia menghimbau, kepada seluruh KPM di Kepulauan Mentawai mempergunakan bantuan sosial tersebut dengan sebaik-baiknya sesuai apa yang diharapkan oleh pemerintah.

" Kami sampaikan kepada masyarakat penerima manfaat untuk menggunakan uang tersebut dengan baik, jangan dibelikan hal yang lain-lain misalnya beli HP atau yang tidak termasuk dalam kategori pemanfaatan bantuan, kalau ketahuan ada yang menggunakan uang tersebut ke arah yang tidak tepat, sanksinya akan dikeluarkan dari peserta PKH, "ujarnya. (h/red)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM