Bayi Lahir Tanpa Anus dari Limapuluh Kota, Sempat Tidur di Lorong Rumah Sakit


Rabu, 20 Februari 2019 - 19:23:11 WIB
Bayi Lahir Tanpa Anus dari Limapuluh Kota, Sempat Tidur di Lorong Rumah Sakit Ibnu Saputra Arsya, bayi tanpa anus dari Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota. Sudah sepekan lamanya, Ibnu bersama orang tuanya tidur di lorong RSUP M. Djamil, Selasa (19/2)

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Sungguh malang nasib Ibnu Saputra Arsya, bayi yang terlahir tanpa anus dari Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota. Orang tuanya  Ari (24) dan Sisi (23),bersamasa sang buah hati berumur 11 bulan itu sempat tidur di lorong RSUP M. Djamil, Padang. Sang ayah sedang mengurus agar sang buah hati bisa segera dioperasi. Sambil mengurus hal itu, ketiganya terpaksa tidur di lorong rumah sakit.

“Sudah seminggu kami di sini, karena banyak proses yang harus dilalui. Pertama kontrol di poli, lalu cek darah, tunggu hasil keluar besoknya. Habis ronsen tunggu pula dua hari. Keluar hasil ronsen kembali ke poli empat kali lagi. Belum ada kepastian kapan akan dioperasi,” ujar Ari kepada Haluan, Selasa (19/2).

Pilihan untuk tidur di lorong rumah sakit terpaksa diambil. Ari tak punya sanak keluarga di Padang. Untuk uang harian saja susah apalagi untuk menyewa penginapan. Mau pulang ke Payakumbuh lebih tidak mungkin karena anaknya harus menjalani proses kontrol agar bisa segera mungkin dioperasi. “Makanya kami tidur saja dulu di sini,” ucapnya lirih.

Ibnu Saputra lahir 18 Maret 2018. Kondisi tanpa anus yang diderita membuat dirinya sudah dibawa ke RSUD Achmad Darwis Suliki pada umur 3 hari. Kemudian, Ibnu harus dirujuk ke RSUP M. Djamil, pasalnya alat-alat kedokteran RSUD Suliki tidak memadai untuk menangani kondisi Ibnu. Di RSUP Padang, bagian pinggang Ibnu dibuatkan lobang agar bisa untuk buang air.  

“Sudah hampir setahun ini, kami bolak-balik Payakumbuh-Padang dua minggu sekali untuk kontrol Ibnu. Biaya kontrolnya sudah ditanggung BPJS, tapi untuk membeli obat-obat dari luar harus kami tanggung sendiri,” tutur Ari.

Sudah jutaan rupiah dikeluarkan Ari untuk membeli obat. Penghasilannya sebagai buruh bangunan yang kadang dapat kerja kadang tidak, jelas tak cukup untuk membeli obat. Sementara sang istri adalah ibu rumah tangga.

Ari harus berpikir keras dan terpaksa berutang ke sana ke mari demi kesembuhan si buah hati.

“Kalau anak saya nanti dioperasi dan sehat, mungkin kerja saya lagi hanya untuk melunasi hutang-hutang itu,” ucapnya.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustavianof mengatakan, kalau memang benar bayi tersebut menderita penyakit Atresia ani atau terlahir tanpa anus. Sebenarnya sudah lama penyakit tersebut dioperasi, sedangkan sekarang bayinya sudah berumur 11 bulan.

"Sepertinya sekarang ini, kondisi bayinya sudah memasuki tindak lanjut setelah dioperasi. Sebab kalau dilihat dari penyakitnya beberapa hari setelah lahir itu sudah dioperasi. Dengan umurnya sekarang sudah memasuki tahap tindak lajut dari operasi, berati bukan masuk tahap gawat lagi, karena sudah masuk tahap rawat jalan," katanya, Gustavianof Rabu (20/2)

Ia menyebutkan, sekarang pihakny tidak mengetahui kondisi bayi itu sekarang. Orang tuanya sudah dihubungi, untuk bisa memdatangi bagian humas, hanya saja dia tidak datang. 

"Menurut saya pasien ini adalah pasien rawat jalan, yaitu kiriman dari daerah bukan pasien rawat inap. Kondisinyapun sepertinya sudah tidak termasuk gawat lagi,"ucapnya.

Ia menjelaskan, kalau seandainya pasien memang butuh tempat untuk menginap nanti pihaknya akn bantu carikan. Karena kalau kondisi pasien bukan rawat inap, maka tidak boleh untuk diinapkan di rumah sakit. (h/mg-ari/pmi)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 25 Januari 2019 - 16:01:57 WIB

    Diduga Bunuh Bayinya, Sepasang Kekasih di Agam Diciduk Polisi

    Diduga Bunuh Bayinya, Sepasang Kekasih di Agam Diciduk Polisi AGAM, HARIANHALUAN.COM - Warga Jorong Caruak, Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, dibuat buncah dengan penemuan mayat bayi di tempat pembuangan sampah, Kamis (24/1) sekitar19,30 WIB..
  • Jumat, 14 Desember 2018 - 15:45:35 WIB

    Pelaku Pembuangan Bayi di Padang Pariaman Diciduk Polisi

    Pelaku Pembuangan Bayi di Padang Pariaman Diciduk Polisi PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM--Satreskrim Polres Padang Pariaman berhasil membekuk dua palaku pembuang bayi di Padang Pariaman, Jumat (14/12). Kedua tersangka berinisial WY (18) dan MA (25) merupakan pasangan kekasih yan.
  • Senin, 26 November 2018 - 19:13:01 WIB

    Hendak Isi BBM, Sopir Taksi Temukan Bayi di Kursi Belakang

    Hendak Isi BBM, Sopir Taksi Temukan Bayi di Kursi Belakang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Seorang sopir taksi  dikejutkan dengan ditemukannya seorang bayi di kursi belakang mobilnya, saat hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di kawasan Bypass, Padang, Minggu (25.
  • Senin, 19 November 2018 - 21:04:53 WIB

    Bayi Dalam Kardus di Sumpur Kudus, Diserahkan Polsek ke Dinas Sosial

    Bayi Dalam Kardus di Sumpur Kudus,  Diserahkan Polsek ke Dinas Sosial SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM-Kepolisian Sektor (Polsek) Sumpur Kudus akhirnya menyerahkan bayi yang ditemukan dalam kotak kardus  di pinggir jalan Jorong Simpang Sawah Silupak, Nagari Tanjung Labuah Kecamatan Sumpur Kudus Kab.
  • Jumat, 16 November 2018 - 14:55:57 WIB

    Warga Temukan Bayi Dalam Kardus di Tepi Jalan Tanjung Labuah

    Warga Temukan Bayi Dalam Kardus di Tepi Jalan Tanjung Labuah SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM-Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan warga di pinggir jalan Jorong Simpang Sawah Salupak, Nagari Tanjung Labuah, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Jumat (16/11)..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM