BPS SUMBAR: Diploma Paling Banyak Menganggur


Kamis, 21 Februari 2019 - 11:15:58 WIB
BPS SUMBAR: Diploma Paling Banyak Menganggur Ilustrasi

Buka bengkel, buka kedai sate, itu kan sudah pekerjaan. Namun, saat membuka itu mereka tidak ada melapor, makanya data pengangguran tidak berubah. (NAZRIZAL-KEPALA DISNAKERTRANS SUMBAR)

PADANG, HARIANHALUAN.COMBadan Pusat Statistik (BPS) Sumbar merilis jumlah pengangguran di Sumbar per Agustus 2018. Data menyebutkan, saat ini Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada angka 5,55 persen dari seluruh angkatan kerja. Berdasarkan tingkat pendidikan, TPT lulusan Diploma I/II/III menempati urutan teratas dengan angka 13,07 persen dari keseluruhan TPT.

Menyusul di belakang TPT lulusan diploma, adalah TPT dengan kualifikasi pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan angka 9,60 persen. Data-data itu menunjukkan, tenaga kerja terbanyak yang tidak terserap oleh lapangan pekerjaan adalah mereka yang berkualifikasi pendidikan Diploma I/II/III dan SMK.

"Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja. Itu dapat dilihat dari TPT SD ke bawah. Mereka ini paling kecil di antara semua tingkat pendidikan dengan angka TPT 2,10 persen dari keseluruhan. Dibandingkan kondisi setahun yang lalu, TPT yang mengalami penurunan itu di tingkat pendidikan SD ke bawah dan SMA sederajat. Sementara TPT pada jenjang SMP sederajat, SMK, Diploma I/II/III dan Universitas, mengalami kenaikan," kata Kepala BPS Sumbar, Sukardi.

Meski pun demikian, kata Sukardi, setahun terakhir TPT secara keseluruhan turun sebesar 0,03 poin. Hal itu terlihat dari jumlah penduduk yang bekerja saat ini di Sumbar yang mencapai angka 2,41 juta orang, naik 65,48 ribu orang dibanding angka pada Agustus 2017.

"Tiga sektor yang mengalami peningkatan persentase penyerapan penduduk tertinggi yaitu Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (1,27 poin), Sektor Jasa Perusahaan (0,41 poin), dan Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (0,32 poin)," kata Sukardi lagi.

Ada pun tiga sektor yang mengalami penurunan penyerapan terbesar adalah Sektor Jasa Pendidikan (0,69 poin), Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (0,48 poin), dan Sektor Jasa Lainnya (0,47 poin).

Sementara itu, sebanyak 1,55 juta orang (64,52 persen) penduduk tercatat bekerja di kegiatan informal, di mana persentasenya naik sebesar 0,13 poin dibanding catatan pada Agustus 2017. "Dari 2,41 juta orang bekerja, sebesar 9,62 persen masuk kategori setengah menganggur dan 23,28 persen pekerja paruh waktu. Dalam setahun terakhir, setengah penganggur turun sebesar 2,15 poin dan pekerja paruh waktu naik 0,86 poin," ulasnya lagi.

Di sisi lain, data yang dirilis BPS mengatakan bahwa tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami kenaikan sebesar 0,97 poin. Data yang dirilis setiap Agustus itu mencatat jumlah angkatan kerja di Sumbar saat ini sebanyak 2,55 juta orang, meningkat 68,46 ribu orang dari angka pada Agustus 2017.

"TPT adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja. TPT pada Agustus 2018 sebesar 5,55 persen, turun tipis 0,03 poin bila dibandingkan dengan Agustus 2017 (5,58 persen)," sebutnya lagi.

Sementara itu jika dilihat dari daerah tempat tinggal, jumlah TPT di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding TPT di perdesaan. Pada Agustus 2018, TPT di perkotaan tercatat sebesar 6,71 persen, sedangkan TPT di wilayah perdesaan sebesar 4,54 persen. Dibanding Agustus 2017, TPT wilayah perkotaan mengalami peningkatan sebesar 0,08 poin dan wilayah perdesaan mengalami penurunan 0,17 poin.

Pemprov: Banyak yang Buka Usaha

Menyikapi tingginya TPT dengan latar pendidikan Diploma I/II/III dan SMK tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Nazrizal mengatakan, lapangan pekerjaan di Sumbar sebenarnya terbilang mencukupi karena terus menggeliatnya sektor-sektor usaha di Sumbar.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 26 Oktober 2017 - 10:31:58 WIB
    PEMICU TURUNNYA INDEKS DEMOKRASI

    BPS: Sumbar Tidak Transparan Soal Anggaran

    BPS: Sumbar Tidak Transparan Soal Anggaran PADANG, HARIANHALUAN.COM - Berdasarkan riset Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang tahun 2016, turunnya Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Sumatera Barat dipengaruhi juga oleh ketidaktransparan dalam penggunaan anggaran. Ke dep.
  • Selasa, 02 Agustus 2016 - 11:29:31 WIB

    BPSMI Sumbar Targetkan Empat Emas di Peksiminas XIII

    PADANG, HALUAN — Pekan Seni Maha­siswa tingkat Daerah (Peksimida) Suma­tera Barat (Sumbar) telah usai digelar Sabtu (30/7) lalu. Para juara dari tiap-tiap tangkai lomba sudah diumumkan oleh para juri. Badan Pembina Seni M.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM