Jokowi, Membangun Sumbar dari Pinggiran


Jumat, 22 Februari 2019 - 21:31:21 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Jokowi, Membangun Sumbar dari Pinggiran Presiden RI Joko Widodo (Dokumentasi Haluan)

BATUSANGKAR, HARIANHALUAN.COM--Program Keluarga Harapan (PKH) memberikan jembatan ketidaksinambungan pendapatan masyarakat Sumbar. Bantuan untuk keluarga miskin yang pertama kali diancar sejak 2007 silam, makin memupuk harapan masyarakat sejak 3 tahun terakhir.

Bekerja di sektor infomal dan serabutan, Anshar,  warga Tanah Datar nyaris kehilangan harapan. Hingga PKH hadir dan menunas harapan baru untuk keluarganya. Ia mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang keluarganya terima.

“Kalau tak ada bantuan ini, entahlah. Saya susah, kerja tak tetap, bantuan ini menumbuhkan harapan baru bagi keluarga kami,” takjub Anshar.

Lelaki buruh tani dan pekerja bangunan serabutan itu, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Baginya, pada periode ini, perhatian pemerintah untuk masyarakat miskin sangat besar. Bahkan hingga ke pinggiran.

“Sebelumnya kami sudah pernah menerima bantuan subsidi dari pemerintah. Entah apa nama programnya saya tak ingat. Namun bantuan pada periode ini benar-benar mendukung kebutuhan hidup kami. Soalnya, kami didampingi hingga bantuan tersebut lebih tepat guna,” " katanya pria yang menghidupi istri dan tiga anaknya ini.

Meski secara kuantitas rumah tangga penerima PKH berkurang, besaran yang diterima jauh lebih besar. Di Kabupaten Tanah Datar misalnya, jumlahnya meningkat hampir tiga kali lipat, pada tahap I yang telah dibagikan awal bulan ini terealisasi sebesar Rp23,6 miliar untuk 17.223 keluarga. Dibandingkan tahun 2018 lalu, pada tahap I hanya sebesar Rp8,9 miliar yang diterima oleh 17.973 keluarga.

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi mengatakan perhatian khusus Presiden RI ke Sumbar sangat terasa dan dan membantu nasyarakat.

“Tanpa bantuan pusat, yang merupakan pengejawentahan perhatian Presiden, Tanah Datar tidak akan maksimal membangun,” sambutnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanah Datar, Yuhardi melalui Kasi Perlindungan Sosial, Novira Mudahar di Batusangkar, mengatakan bahwa meningkatnya jumlah penerimaan PKH pada tahun ini karena pembagiannya diberikan berdasarkan komponen dalam keluarga dengan maksimal empat komponen, sedangkan tahun lalu hanya satu komponen perkeluarga.

”Kini satu keluarga bisa menerima per tahap sebesar Rp2,8 juta dan minimal 1,05 juta pertahap,” ujarnya.

Novira menjelaskan, komponen tersebut dibagikan menjadi beberapa item. Komposisi komponen dalam keluarga sangat miskin itu ibu hamil (2,4 juta), menerima Rp1,8 juta pertahun, komponen keluarga punya anak balita (Rp2,4 juta), memiliki anak SD (Rp900 ribu, SMP (Rp1,5 juta) dan SMA (Rp2 juta), penyandang cacat berat (Rp2,4 juta) dan komponen lanjut usia (Rp2,4 juta pertahun), dan untuk PKH reguler bantuan Rp550 ribu pertahun.

“Pembagian bantuan tersebut disalurkan empat tahap. Tahun lalu yang termasuk lanjut usia di atas 70 tahun, namun tahun ini usia batasnya diturunkan ke 60 tahun ke atas. Sedangkan data yang termasuk penerima bantuan bersyarat ini atau keluarga sangat miskin berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, kita di dinas tidak bisa menambah keluarga penerima, tetapi menguranginya bisa, jika mereka sudah tidak memenuhi syarat lagi dan juga bisa menunda pemberiannya jika ketentuan belum dipenuhi,"  urai Novira.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM