8.761 GURU AKAN PENSIUN DALAM 5 TAHUN

Sumbar di Ambang Kekurangan Guru


Selasa, 05 Maret 2019 - 09:53:49 WIB
Sumbar di Ambang Kekurangan Guru Ilustrasi (haluan)

Kenapa pemerintah harus mengutamakan kami. Karena kami sudah berpengalaman. Bahkan, guru honorer sudah banyak yang punya sertifikasi. Artinya, pemerintah sudah mengakui kami sebagai tenaga profesional yang teruji. Jadi bisa dikatakan, tidak ada alasan pemerintah untuk tidak mengutamakan kami untuk menutupi kekurangan—(Abuzar, Ketua Forum Honorer K2 Sumbar)

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Sumatera Barat di ambang ancaman kekurangan tenaga guru. Pasalnya, sebanyak 8.761 guru berstatus Aparatur Sipili Negara (ASN) di Sumbar akan masuk masa pensiun dalam kurun lima tahun ke depan. Sementara, nasib ribuan guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun di Sumbar masih tak menentu, karena kesempatan diangkat menjadi ASN belum kunjung terbuka lebar.

Baca Juga : Menparekraf Bakal Undang Investor Kembangkan The Gate of Minangkabau di Padang Panjang

"Jangankan lima tahun ke depan, bahkan sekarang saja kami di Sumbar bisa dibilang telah kekurangan guru. Apalagi untuk sekolah-sekolah yang ada pelosok. Harus diakui, kondisi ini yang mengkhawatirkan. Tapi pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak, karena untuk pengangkatan ASN sepenuhnya hak pemerintah pusat," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar, Burhasman kepada Haluan, Senin (4/3).

Berdasarkan data Disdik Sumbar per September 2018, jumlah guru di Sumbar saat ini ada pada angka 75.961 orang, yang terdiri dari 5.645 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 35.890 guru Sekolah Dasar (SD), 16.241 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP), 10.719 guru Sekolah Menengah Atas (SMA), 7.204 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 1.269 guru Sekolah Luar Biasa (SLB).

Baca Juga : Padang Panjang Teken Dokumen PKS Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Pajak Daerah

Dari jumlah itu, sebanyak 8.761 guru berstatus ASN telah berusia lebih dari 50 tahun. Kemudian, sebanyak 14.322 guru berusia 51-55 tahun, 9.872 guru berusia 46-50 tahun, 4.440 guru berusia 41-46 tahun, 5.226 guru berusia 36-40 tahun, 5.550 guru berusia 31-35 tahun, 535 guru berusia 26-30 tahun, dan tiga guru berusia kurang dari 26 tahun.

"Sementara untuk guru non-PNS, yang berusia di atas 55 tahun, hanya sekitar 717 orang saja. Saat ini sebagian besar guru non-PNS masih berusia 26–30, yakni sekitar 11.250 orang," kata Burhasman.

Baca Juga : Legislator Sumbar: Watek Ducati Menyajikan Suasana Asri

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]